Aturan Memakai Jas yang Benar, Pria Wajib Tahu, Nih!

‘Cuma pakai jas kok ribet banget, emang harusnya gimana?’ Satu hal yang mungkin terbesit di pikiran banyak pria. Karena urusan memakai jas memang tak sesederhana menyematkan kancingnnya, lalu selesai. Ada beberapa aturan sederhana yang perlu diperhatikan agar jas benar-benar terlihat rapi dan pas di tubuh.
Salah menganjingkan, lengan terlalu panjang, celana menumpuk di atas sepatu, atau jas yang kebesaran bisa merusak seluruh look profesionalnya. Lantas, bagaimana aturan memakai jas pria yang benar? Cek ulasan berikut ini, yuk!
Aturan Memakai Jas Pria yang Benar
Mungkin kamu bisa sesuka hati memakai baju lain, tapi tidak dengan jas. Baju luaran bernama ‘jas’ ini adalah simbol keanggunan dan profesionalisme pria. Jadi, sedikit kesalahan saja bisa mengubah tampilan yang seharusnya sharp jadi berantakan.
Ada hal-hal mendasar yang penting untuk diperhatikan saat akan memakai jas pria, beberapa diantaranya yaitu:
1. Aturan Kancing: Sometimes, Always, Never
Ini yang paling sering bikin bingung, sekaligus salah. Ada semacam "rumus tak tertulis" soal kancing jas yang sebenarnya gampang diingat kalau kamu tahu triknya: sometimes, always, never.
Kalau jas kamu punya tiga kancing, urutannya begini:
· Kancing atas sometimes dikancing (opsional),
· Kancing tengah always, selalu kancingkan saat berdiri
· Kancing bawah never alias jangan pernah dikancing.
Khusus jas dua kancing lebih simpel lagi, cukup kancingkan yang atas saja saat berdiri.
Lalu, kenapa kancing paling bawah nggak boleh disematkan? Bukan sekadar gaya-gayaan. Karena bagian bawah jas memang dibuat sedikit longgar biar kamu bisa duduk, jalan, dan bergerak dengan nyaman.
Dan satu aturan lagi yang tak kalah penting tapi sering terlupa: bukalah kancing jas begitu kamu duduk. Ini menjaga agar jas tidak tertarik ketika tubuh menekuk sekaligus membantu mempertahankan bentuknya. Setelah berdiri, kamu bisa mengkancingkannya lagi.
2. Panjang lengan yang sering salah kaprah

Banyak yang mengira lengan jas idealnya menutup pergelangan tangan sampai rapat. Padahal, justru sebaliknya. Standar yang dipakai tailor profesional adalah menyisakan sekitar 1-1,5 cm agar manset kemeja terlihat dari balik lengan jas.
Ini bukan cuma soal estetika, tapi juga menunjukkan detail berlapis pada outfit kamu, seolah ada usaha ekstra di balik penampilan yang rapi. Kalau lengan jas menutup total sampai ke pangkal tangan, kesannya jas kekecilan justru bikin siluet terlihat berat dan nggak proporsional.
3. Panjang Jas dan Kecocokan di Bahu
Bagian inilah yang paling menentukan apakah jas kamu terlihat "pas" atau malah seperti pinjaman kakak. Soal panjang, cara paling gampang mengeceknya adalah lihat ujung bawah jas: idealnya sejajar dengan pangkal ibu jari saat tangan lurus ke bawah, atau kira-kira menutupi setengah bagian pantat.
Warning-nya ada di potongan bahu. Disini kamu harus memberi perhatian khusus, karena struktur dan potongannya paling sulit diubah kalau ternyata nggak pas. Wajib dicek serius saat mencoba jas.
Jahitan bahu harus jatuh tepat di ujung tulang bahu kamu, bukan melorot ke lengan atau malah menyempit dan bikin gerakan terasa kaku. Kalau bagian ini sudah pas, biasanya seluruh siluet jas otomatis mengikuti dengan rapi.
4. Padu Padan Warna dan Motif

Aturan main paling aman soal warna: makin gelap dan netral, makin fleksibel dipakai di berbagai acara. Navy, charcoal, dan hitam jadi tiga warna wajib punya karena gampang dipadukan dengan kemeja dan dasi apa pun.
Kalau mau coba yang bermotif prinsipnya sederhana, jangan mencampur dua motif besar sekaligus. Padukan jas motif garis (pinstripe) dengan kemeja polos. Sedangkan untuk kemeja bercorak, biarkan jas tampil polos biar nggak "over" dan saling tabrak secara visual.
5. Detail Dasi dan Saku

Dua elemen kecil ini sebenarnya punya peran besar dalam menyempurnakan tampilan. Untuk dasi, panjang idealnya menyentuh bagian atas gesper (belt), tidak lebih pendek apalagi menjuntai berlebihan.
Beralih ke saku dada. Kalau kamu berniat menyematkan pocket square, jangan melipatnya terlalu simetris dan kaku karena terkesan berlebihan. Tak perlu lipatan segitiga formal yang rapi, cukup lipat natural yang sedikit "berantakan" agar kesannya tetap luwes, effortless dan lebih modern.
6. Pastikan kesesuaian celana
Jas dan celana adalah satu kesatuan dalam setelan formal. Karena itu, jangan sampai perhatian hanya tertuju pada bagian atas tubuh dan mengabaikan detail bawahnya.
Panjang celana sebenarnya dapat disesuaikan dengan potongan dan gaya yang ingin ditampilkan. Gaya klasik biasanya memberikan sedikit ruang di bagian bawah celana, sedangkan gaya modern cenderung menggunakan potongan yang lebih bersih. Apa pun pilihannya, pastikan ujung celana bertemu dengan sepatu secara proporsional.
Pada akhirnya, jas yang terlihat mahal bukan cuma soal merek atau harga, tapi soal seberapa pas ia mengikuti bentuk tubuh dan seberapa detail perhatian pada elemen-elemen kecil di atas.
Jadi, jangan hanya memperhatikan bagaimana tampilannya saat pertama kali berdiri di depan cermin. Tapi perhatikan juga bagaimana jas tersebut bergerak ketika berjalan, duduk, berjabat tangan, hingga beraktivitas. Di situlah sebenarnya letak penampilan yang rapi dan nyaman.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!




