BahanKain.id
BahanKain.id

Scarf Belting, Tren Ikat Pinggang Kain yang Kembali Populer di Tahun 2026

BahanKain
Scarf Belting, Tren Ikat Pinggang Kain yang Kembali Populer di Tahun 2026

Musim panas selalu jadi momen terbaik untuk mencoba berbagai gaya scarf. Setelah tren bandana (headscarf), kini banyak orang mulai menyelipkan potongan kain ini ke belt loops dan diikat layaknya sebuah ikat pinggang. Gaya itulah yang kemudian dikenal dengan sebutan scarf belting.

Lebih dari sekadar tren musiman, teknik mengikat scarf di pinggang ini sebenarnya sudah wara-wiri di runway dan jadi andalan para selebriti serta fashion enthusiast. Yuk, cari tahu lebih dalam tentang tren ini!

Apa Itu Scarf Belting?

Sesuai namanya, scarf belting adalah teknik memakai scarf atau syal panjang dengan cara melilitkannya di pinggang. Bisa dimasukkan ke belt loops maupun dililitkan langsung di luar dress, rok, serta outer blazer dan coat. Hasilnya jelas, berupa visual OOTD yang lebih playful, berwarna, dan terkesan chic dibandingkan belt kulit konvensional.

Teknik melilitkan scarf atau syal panjang di area pinggang ini belakangan menjadi salah satu trik styling paling dicari sebagai gaya musim panas ala 'It Girl'. Meski terlihat kekinian, scarf belting sebenarnya bukan tren yang benar-benar baru. Melainkan sebuah gaya lama yang kembali muncul ke permukaan (fashion revival).

Secara historis, gaya melilitkan scarf di pinggang berakar dari fashion era 1970-an dan 1990-an, dimana para ikon mode memodifikasi syal sutra menjadi aksesori pinggang untuk menciptakan gaya boho (bohemian) atau kesan kasual yang modis. Biasanya mereka menggunajan jenis scarf dengan bahan yang ringan agar mudah dibentuk, seperti:

·         Silk scarf untuk tampilan elegan dan premium.

·         Scarf satin dengan efek mengilap yang mewah.

·         Printed scarf bermotif floral, geometris, atau paisley sebagai statement piece.

·         Square scarf berukuran 70–90 cm yang gampang diikat.

·         Twilly scarf untuk tampilan minimalis.

Kenapa Tren Scarf Belting Bisa Melintasi Perkembangan Jaman?

Slayer dan scarf pernah jadi salah satu aksesoris paling diburu oleh banyak orang. Meski tak selalu digunakan, tapi hampir di setiap lemari pasti terselip item ini. Dan teknik scarf belting membuka kembali jalan popularitasnya ke panggung fashion.


Selain itu, berikut beberapa alasan yang membuat tren mengingat  scarf di pinggang tetap relevan sampai sekarang:

1.       Fleksibilitas gaya

Satu scarf bisa dipakai dengan banyak cara: dililit longgar di pinggang, disimpul di samping, atau dikombinasikan dengan cummerbund untuk efek lebih terstruktur. Fleksibilitas inilah yang membuat scarf belting mampu menghasilkan puluhan tampilan berbeda dari satu aksesori yang sama.

2.       Mulai diadopsi di panggung mode

Pada koleksi spring-summer 2026, rumah mode Ferragamo menampilkan scarf yang dililitkan di atas blazer untuk membentuk siluet pinggang. Satu contoh konkret bagaimana teknik belting mulai masuk ke runway.

Di luar teknik belting, lembaran kain ini juga makin banyak digunakan oleh rumah mode besar seperti Celine, Hermes, Lanvin, Michael Kors, dan Dries Van Noten. Hal itulah yang mendorong popularitas scarf sebagai aksesori serbaguna.

3.       Solusi styling instan

Dibanding membeli belt kulit baru, scarf belting menjadi jalan pintas favorit untuk memperbaiki proporsi outfit tanpa belanja item baru. Blazer oversized yang terasa kaku, tumpukan denim yang terlihat monoton, atau dress polos yang terasa datar, semuanya bisa langsung punya titik fokus baru hanya dengan menambahkan scarf yang mungkin sudah dimiliki di lemari.

4.       Sejalan dengan tren aksesori multifungsi

Modern ini, scarf tidak lagi hanya dipakai di leher, tetapi dimodifikasi menjadi beragam gaya. Mulai dari rok, ikat pinggang, atasan, sebagai hiasan tas bahkan ikat rambut dan bandana. Satu aksesori, banyak fungsi tentu jadi pilihan efisien untuk memaksimalkan koleksi fashion.

Cara Memakai Scarf sebagai Ikat Pinggang


Ada beberapa teknik dasar scarf belting yang paling sering digunakan dalam scarf belting. Dan semua teknik ini hanya mengandalkan lilitan dan simpul, tanpa perlu memotong atau mengubah bentuk asli scarf.

·         Lipat ramping menyerupai ikat pinggang biasa. Lalu selipkan ke lubang ikat pinggang (belt loop) rok ataupun celana. Gaya ini memberikan tampilan yang lebih rapi dan minimalis.

·         Teknik scarf-over-pants, caranya yaitu scarf diikat di bawah pinggul luar celana. Gaya ini paling populer dan cocok dipakai dengan celana capri, jeans, atau outerwear tebal.

·         Simpul longgar di samping. Lilitkan scarf mengelilingi pinggang, lalu simpul dengan longgar di sisi tubuh, bukan di tengah. Cara ini memberi kesan effortless dan cocok untuk tampilan scarf belting sehari-hari.

·         Ditumpuk di atas blazer atau outerwear. Scarf dililitkan di luar blazer untuk membentuk siluet pinggang yang lebih terstruktur, sekaligus melunakkan kesan kaku dari potongan blazer yang tegas.

·         Dikombinasikan dengan cummerbund, untuk hasil yang lebih terstruktur dan tahan lama. Style ini sudah diadaptasi menjadi produk hybrid oleh sejumlah desainer independen.

·         Metode Simpul Menjuntai, bisa diaplikasikan pada scarf yang panjang dengan membuat simpul di tengah lalu biarkan sisa ujung ikatan jatuh begitu saja di sepanjang paha. Efek lambaian kain saat berjalan akan memberikan kesan dinamis, anggun, dan sangat estetis. Cocok diaplikasikan pada dress atau rok panjang.

Scarf belting membuktikan bahwa satu helai kain saja cukup untuk mengubah kesan sebuah outfit secara instan. Tak perlu belanja aksesori baru atau menunggu momen khusus, cukup ambil scarf favorit yang sudah ada di lemari. Lalu, pilih teknik yang paling sesuai dengan gaya personalmu.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, mulai eksplorasi gaya scarf belting versi terbaikmu dan tampil lebih playful, berwarna, serta chic musim ini.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait