Kembalinya Estetika Slip Dress, Sentuhan Elegan Era 90-an yang Memikat Gen Z

Perputaran tren fashion kembali menghadirkan nostalgia. Setelah popularitas gaya quiet luxury mulai memudar, kini slip dress kembali mencuri perhatian dan diprediksi menjadi salah satu item fashion paling populer sepanjang 2026.
Kebangkitannya bukan sekadar mengulang tren lama, tetapi menghadirkan interpretasi baru yang lebih modern dan sesuai dengan karakter Gen Z yang gemar berekspresi.
Salah satu momen yang memperkuat tren ini adalah Hailey Bieber yang mengenakan vintage slip dress Christian Dior rancangan John Galliano pada sebuah acara di New York. Penampilannya langsung menjadi sorotan media fashion internasional dan disebut sebagai bukti bangkitnya tren nightiecore, sebuah gaya berpakaian yang terinspirasi dari busana tidur atau lingerie.
Slip Dress, Ikon Fashion yang Tak Lekang oleh Waktu
Slip dress sebenarnya bukan wajah baru di dunia mode. Busana ini mulai populer pada era 1990-an sebagai bagian dari tren underwear as outerwear, di mana pakaian yang terinspirasi dari lingerie justru dikenakan sebagai busana utama.
Desain yang sederhana, berpotongan lurus, menggunakan tali spaghetti, serta material satin atau sutra, menciptakan kesan elegan tanpa terlihat berlebihan. Tokoh-tokoh fashion seperti Kate Moss, Carolyn Bessette-Kennedy, hingga Putri Diana pernah mempopulerkan gaya ini, menjadikannya salah satu ikon mode dekade 90-an. Sejak itu, slip dress terus mengalami kebangkitan dalam berbagai periode, termasuk pada pertengahan 2020-an.
Gen Z Memberikan Sentuhan Baru
Berbeda dengan generasi sebelumnya yang mengandalkan slip dress untuk tampilan formal, Gen Z mengombinasikannya dengan berbagai elemen yang lebih kasual dan ekspresif.

Kini slip dress kerap dipadukan dengan:
· oversized blazer,
· jaket kulit,
· sneakers,
· sepatu boots,
· kaus putih sebagai inner,
· hingga aksesori berwarna cerah.
Perpaduan tersebut membuat slip dress tidak lagi identik dengan busana pesta, tetapi juga cocok dikenakan untuk aktivitas sehari-hari.
Media fashion Who What Wear bahkan menempatkan slip dress sebagai salah satu tren utama yang dipopulerkan oleh bintang-bintang pop Gen Z. Bersama tren Y2K, denim berhias kristal, dan gaya maksimalis, slip dress dinilai merepresentasikan perubahan selera generasi muda yang lebih mengutamakan ekspresi diri dibanding sekadar mengikuti estetika minimalis.
Nightiecore Semakin Mendominasi
Popularitas slip dress juga tidak lepas dari tren nightiecore yang sedang naik daun. Gaya ini mengangkat inspirasi dari pakaian tidur seperti satin dress, renda halus, kain mengilap, hingga siluet yang ringan dan mengalir. Berbeda dengan lingerie konvensional, nightiecore menghadirkan tampilan yang lebih elegan sehingga tetap nyaman dikenakan di berbagai kesempatan.
Penampilan Hailey Bieber dengan slip dress vintage Dior baru-baru ini semakin memperkuat tren tersebut. Banyak pengamat mode menyebut tampilannya sebagai salah satu referensi fashion musim panas 2026 karena berhasil memadukan nuansa klasik dengan aksesori modern.
Prediksi Tren Fashion Paruh Kedua 2026
Melihat perkembangan runway dan media sosial, slip dress diperkirakan masih akan menjadi salah satu item andalan hingga akhir 2026.
Desainer mulai menghadirkan berbagai variasi baru, mulai dari warna-warna berani, motif floral, renda transparan, hingga material satin dengan efek mengilap. Selain itu, gaya layering diprediksi semakin populer, membuat slip dress lebih mudah dikenakan di berbagai musim.
Kembalinya slip dress ke panggung runwah menunjukkan bahwa gaya klasik selalu memiliki tempat di dunia mode. Dengan sentuhan modern dari Gen Z serta pengaruh media sosial, busana ikonik era 90-an ini berhasil tampil lebih segar dan relevan.
Dari runway hingga street style, slip dress membuktikan bahwa desain yang sederhana dapat tetap menjadi pusat perhatian. Fleksibel, elegan, dan mudah dipadukan, tak heran jika item ini diprediksi akan terus mendominasi tren fashion sepanjang tahun 2026.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



