BahanKain.id
BahanKain.id

Bukan Sekedar Saran, Ini 5 Alasan Teknis Kenapa Sepatu Gunung Harus Upsize

BahanKain
Bukan Sekedar Saran, Ini 5 Alasan Teknis Kenapa Sepatu Gunung Harus Upsize

Memilih sepatu untuk mendaki tidak bisa disamakan dengan sepatu yang biasa kamu pakai sehari-hari. Selain jalur yang cenderung menanjak, medan di alam terutama gunung juga lebih variatif. Alih-alih ukuran yang pas, banyak pendaki justru lebih menyarankan untuk memilih sepatu yang sedikit lebih besar alias upsize.

Kedengarannya seperti kurang logis. Tapi faktanya, ada beberapa alasan teknis yang membuat para pendaki senior menyarankan sepatu dengan ukuran lebih besar dari biasanya. Berikut ulasannya!

Apa Itu Upsize?

Sepatu yang longgar seringkali dianggap kurang stabil dan lebih mudah bergeser saat berjalan. Itu relevan untuk sepatu kasual harian atau sneakers, tapi tidak dengan mountain shoes alias sepatu gunung. Dan maksud dari upsize sendiri bukan berarti sepatu yang kebesaran, tetapi hanya memberi ruang ekstra yang memang dibutuhkan kaki untuk mengakomodasi perubahan kondisi kaki selama pendakian.

Istilah upsize mengacu pada pemilihan ukuran sepatu yang sedikit lebih besar dari ukuran sepatu harian. Selisih ukurannya sekitar setengah hingga satu nomor, tergantung bentuk kaki dan desain sepatu yang digunakan. Dengan begitu, kaki bisa lebih leluasa bergerak tanpa kehilangan stabilitas saat melangkah.

Kenapa Sepatu Gunung Harus Upsize?

Saran untuk menaikkan ukuran sepatu gunung bukan sekedar mengikuti kebiasaan para pendaki senior. Alasan terbesarnya, murni karena kondisi kaki saat mendaki memang sangat berbeda dari biasanya. Kaki harus menahan beban tubuh, beradaptasi dengan perubahan medan, dan terus bergerak dalam berbagai posisi selama berjalan melintasi jalur pendakian.


Selain itu, berikut beberapa alasan teknis yang menjelasakan kenapa sepatu gunung sebaiknya dipilih yang ukurannya sedikit lebih besar:

1.       Kaki cenderung membengkak saat mendaki

Alasan paling kuat kenapa sepatu gunung sebaiknya agak longgar adalah karena kaki bisa mengalami pembengkakan alami jika melakukan aktivitas berat. Aliran darah yang terkonsentrasi ke otot kaki ditambah suhu tubuh yang meningkat, membuat volume kaki bertambah hingga setengah ukuran atau lebih.

Sepatu yang terlalu pas akan menekan kaki, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman, nyeri, hingga kesemutan. Ukuran sepatu yang sedikit lebih besar memberi cukup ruang untuk beradaptasi dengan perubahan.

2.       Mengurangi risiko cedera jari kaki

Banyak pendaki pemula mengira bagian tersulit dari pendakian adalah tanjakan. Padahal, jalur menurun sering kali memberikan tekanan yang lebih besar pada kaki.

Saat menuruni lereng, tubuh secara alami terdorong ke depan. Akibatnya, jari-jari kaki akan terus menekan bagian depan sepatu. Benturan berulang tersebut menjadi penyebab utama kuku kaki memar, menghitam, bahkan terlepas.

Baca Juga:
Jangan Salah Outfit! Ini 6 Pakaian Yang Sebaiknya Dihindari Saat Mendaki Gunung

Dengan upsize, jari kaki tetap memiliki area gerak yang cukup dan tidak langsung membentur ujung sepatu (toe box).

3.       Mencegah lecet selama pendakian

Lecet adalah masalah yang sering dialami pendaki. Sepatu yang terlalu pas bisa meningkatkan tekanan dan gesekan pada tumit, sisi kaki, atau bagian jari. Semakin lama durasi perjalanan, makin besar pula risiko lecet dan kulit melepuh.

Memilih ukuran sepatu yang sedikit lebih lega dapat membantu mengurangi tekanan. Risiko lecet bisa lebih diminimalkan dengan memakai kaus kaki khusus hiking.

4.       Memberi ruang untuk Kaus Kaki

Kaus kaki hiking umumnya memiliki bahan yang lebih tebal agar bisa memberi bantalan tambahan sekaligus mengurangi gesekan. Namun, kaki terasa sesak jika kamu memaksakan diri memakai sepatu gunung dengan ukuran ‘press’.

Selain kurang nyaman, kondisi ini juga membuat kaki lebih cepat lelah. Dengan sedikit ruang tambahan, kaus kaki hiking dapat bekerja secara optimal tanpa sensasi terjepit pada kaki.

5.       Dukungan kenyamanan selama Mendaki

Sepatu yang terlalu sempit mungkin masih terasa nyaman pada awal pendakian. Namun setelah beberapa kilometer, tekanan yang terus terjadi dapat membuat kaki cepat lelah dan mengurangi fokus saat berjalan.

Sebaliknya, ukuran yang sedikit lebih lega memungkinkan kaki bergerak lebih alami tanpa kehilangan stabilitas. Inilah alasan mengapa banyak pendaki berpengalaman lebih mengutamakan kenyamanan jangka panjang dibanding sensasi "pas" saat pertama kali mencoba sepatu.

Berapa ukuran upsize yang disarankan?

Tidak ada aturan baku yang berlaku untuk semua orang karena bentuk kaki setiap pendaki berbeda. Namun secara umum, banyak produsen dan pendaki menyarankan memilih sekitar setengah hingga satu nomor lebih besar dari ukuran sepatu harian.

Cara paling mudah untuk mengeceknya adalah pastikan masih ada sedikit ruang di depan jari kaki saat sepatu digunakan. Di sisi lain, tumit tetap harus terkunci dengan baik dan tidak mudah terangkat ketika berjalan


Pada akhirnya, alasan kenapa sepatu gunung harus upsize bukan sekadar mitos atau kebiasaan di kalangan pendaki. Ruang ekstra pada sepatu dibutuhkan untuk mengakomodasi pembengkakan kaki, mengurangi benturan saat turunan, memberikan ruang bagi kaus kaki hiking, mencegah lecet, serta menjaga kenyamanan selama perjalanan.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait