BahanKain.id
BahanKain.id

Lace Is Back! Mengintip Tren Renda yang Kembali Menghiasi Dunia Fashion 2026

BahanKain
Lace Is Back! Mengintip Tren Renda yang Kembali Menghiasi Dunia Fashion 2026

Setelah beberapa tahun didominasi gaya minimalis, clean look, dan quiet luxury, dunia fashion mulai bergerak ke arah yang lebih romantis. Salah satu tren yang paling mencuri perhatian adalah Lace Is Back, yaitu kembalinya baju berenda sebagai elemen utama dalam berbagai koleksi busana. Mulai dari lace top transparan, rok renda layering, cardigan detail crochet, sampai dress tipis bergaya coquette. Kini, item-item tersebut makin mudah ditemukan di etalase toko pakaian.

Lantas, apa yang membuat tren ini kembali menghiasi panggung fashion? Simak ulasan berikut ini, yuk!

Apa Itu Lace?


Lace adalah jenis kain dekoratif yang memiliki pola berlubang atau motif terbuka yang terbentuk dari susunan benang yang saling terhubung. Berbeda dengan kain tenun atau rajut biasa yang memiliki permukaan rapat, lace justru menonjolkan keindahan motif dan detail ornamen yang terlihat seperti ukiran pada kain.

Secara historis, renda pertama kali populer di Eropa pada abad ke-16 dan menjadi simbol kemewahan karena proses pembuatannya yang rumit serta memerlukan keterampilan tinggi. Di masa itu, lace dibuat secara manual menggunakan benang katun, linen, atau sutra. Sehingga kerap digunakan untuk menghiasi pakaian bangsawan, kerah, manset, hingga gaun kerajaan dan jadi simbol kemewahan.

Namun, kini lace dibuat dengan mesin dan desain yang lebih modern. Karena ringan dan dekoratif, detail renda pada blouse, dress, rok, outer, hingga tank top memenuhi runway, media sosial, dan koleksi berbagai brand fashion. Para desainer menghadirkan lace dalam siluet yang lebih kasual sehingga mudah dipadukan untuk aktivitas sehari-hari.

Kenapa Tren Lace kembali Populer?


Dibalik ramainya item beraksen lace di linimasa dan etalase toko, ada beberapa pergeseran selera dan momentum yang saling bertautan hingga akhirnya memunculkan kembali item ini ke runway. Banyak desainer juga memasukkan unsur lace klasik pada potongan busana modern sehingga menghasilkan nuansa yang lebih segar.

Selain itu, berikut beberapa faktor yang mendorong kembalinya tren renda ke panggung fashion:

1.       Gelombang nostalgia vintage dan Y2K

Estetika retro yang sudah lebih dulu populer membuka jalan bagi detail feminin klasik seperti lace untuk tampil kembali, namun dipadukan dengan cara pakai yang lebih santai dan tidak monoton.

2.       Pergeseran fashion Gen Z yang lebih ekspresif

Generasi Z dikenal gemar mengeksplorasi gaya berpakaian. Mereka tidak lagi terpaku pada aturan fashion yang kaku, melainkan lebih bebas memadukan berbagai tekstur, warna, dan siluet.

Fashion renda pun tidak lagi harus tampil manis dari ujung kepala sampai kaki. Kini ia lebih sering muncul sebagai aksen tambahan yang memberi karakter kuat pada pakaian sehari-hari.

3.       Efek transparan dan detail bordir yang unik

Detail-detail ini punya "kekuatan magis" untuk menyulap pakaian sederhana menjadi terasa lebih berdimensi, sesuatu yang dicari generasi muda yang ingin tampil beda tanpa usaha berlebihan.

4.       Momentum musiman

Tren ini turut terdorong oleh musim busana Lebaran dan koleksi resort 2026, di mana detail lace tampil pada gamis layering, dress feminin, hingga busana pesta dengan palet warna lembut seperti ivory, sage, dan dusty pink.

5.       Brand lokal turut menghidupkan tren lace

Popularitas lace juga didukung oleh semakin banyaknya brand lokal yang menghadirkan koleksi berbahan renda dengan sentuhan lebih modern, seperti:

·         lace top

·         rok renda

·         cardigan crochet

·         camisole berenda

·         dress bergaya coquette

Pilihan tersebut membuat lace semakin mudah dikreasikan, terutama oleh generasi muda yang makin ‘melek’ soal fashion.

Tips Padupadan Tren Lace yang Bisa Kamu Contek


Pernah lihat seseorang memakai kaos oversized dengan aksen renda putih di bagian bawah lengan, atau rok tipis transparan dilapiskan begitu saja di atas jeans longgar? Itulah wajah renda di era modern yang tak lagi kaku. Ia hadir sebagai kejutan kecil di sela OOTD kasual harian, dengan visual yang lebih segar.

Nah, berikut beberapa cara styling lace yang bisa kamu coba:

1.        Kamisol renda.

Alih-alih disembunyikan di balik atasan lain, kamisol lace dengan tali tipis kini justru dipakai terbuka begitu saja atau di atas kaos polos maupun dengan grafis vintage era 90-an, menciptakan kontras antara kesan feminin dan gaya jalanan yang kasual.

2.       Sedikit renda dibalik sweter oversize outfit

Cukup biarkan bagian kerah atau ujung lengan renda mengintip samar dari balik sweter rajut oversized. Detailnya sudah cukup mencuri perhatian tanpa membuat tampilan terasa berlebihan.

3.       Cardigan crochet sebagai dasar

Cardigan rajut berbahan lace yang biasanya hanya jadi outer tipis kini justru dipakai sebagai lapisan utama, lalu ditambahkan crop blazer atau kemeja oversized berlengan pendek di atasnya untuk kesan lebih terstruktur.

4.       Rok tulle lace di atas celana jeans

Rok renda tipis nan transparan dilapiskan langsung di atas celana jeans wide-leg, memberi efek boho yang dewasa dan jauh dari kesan "kostum festival”.

5.       Dress lace pendek dan sepatu bertumit rendah

Dress berbahan lace kini lebih sering tampil dalam potongan mini atau midi, dipadukan dengan loafers atau sneakers chunky untuk menyeimbangkan kesan formalnya dengan nuansa kasual sehari-hari.

6.       Aksesori lace sebagai sentuhan akhir

Kalau kamu belum berani full pakai busana lace, sarung tangan renda atau ikat rambut bisa jadi jalan tengah untuk tetap ikut tren tanpa harus mengubah keseluruhan gaya berpakaian.

7.       Ciput renda bagi pengguna hijab

Bagian dalam hijab seperti ciput kini juga hadir dengan aksen renda di tepi depan, sehingga saat poni ciput sedikit terlihat dari balik hijab, kesannya tetap rapi sekaligus mempercantik tampilan secara halus.

8.       Ikat pinggang lace untuk tegaskan siluet

Belt renda kini dipakai untuk menegaskan pinggang pada dress oversized atau outer panjang, sekaligus menambahkan tekstur unik yang jarang ditemui pada aksesori serupa.

9.       Headscarf lace untuk aksen rambut

Selembar kain lace kecil diikatkan di kepala ala headscarf memberi sentuhan feminin dan chic. Cocok dipadukan dengan kaos polos maupun outfit kasual lainnya tanpa terkesan berlebihan.

Kembalinya tren lace membuktikan bahwa dunia fashion selalu menghadirkan interpretasi baru terhadap gaya klasik. Kain renda yang dahulu identik dengan busana formal kini tampil lebih modern, santai, dan mudah dipadukan dengan berbagai jenis pakaian.

Hanya dengan teknik layering, permainan tekstur, serta desain yang lebih sederhana, lace berhasil menjadi fashion statement yang kembali digemari oleh generasi muda. Sudah siapkah kamu mencoba tren ini? 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait