BahanKain.id
BahanKain.id

Lebih dari Sekadar Baju Kotak-Kotak: Bongkar Sejarah Rahasia Kemeja Flanel yang Bikin Kamu Syok!

BahanKain
Lebih dari Sekadar Baju Kotak-Kotak: Bongkar Sejarah Rahasia Kemeja Flanel yang Bikin Kamu Syok!


Siapa di sini yang di lemarinya minimal punya satu kemeja flanel? Mau dipakai buat kuliah, nongkrong di coffee shop, jadi outer kaos polos, atau bahkan diikat di pinggang ala-ala anak grunge, flanel emang jadi fashion item sejuta umat yang nggak pernah mati gaya.

Tapi, pernah nggak sih kamu mikir, dari mana sebenarnya asal-usul kemeja motif kotak-kotak yang nyaman ini? Mengapa baju yang dulunya identik sama bapak-bapak penebang pohon di Amerika, sekarang bisa nangkring di panggung runway fashion dunia?

Yuk, kita bedah perjalanan panjang si flanel dari masa ke masa!

 

Abad ke-17: Lahir dari Dinginnya Tanah Wales


Sumber: www.macculloch-wallis.co.uk

Banyak yang mengira flanel asli dari Amerika karena sering muncul di film-film Hollywood. Padahal, flanel lahir jauh melintasi Samudra Atlantik, tepatnya di Wales, Inggris Britania Raya, pada abad ke-17.

Awalnya, kata "flanel" merujuk pada jenis kainnya, bukan motifnya. Para peternak domba di Wales butuh pakaian yang kuat, tebal, dan bisa melindungi mereka dari cuaca dingin yang ekstrem dan hujan yang sering mengguyur wilayah tersebut.

Mereka memanfaatkan wol domba sisa, lalu memprosesnya dengan teknik khusus bernama carding untuk menyikat kain agar teksturnya menjadi lembut dan berserabut tebal. Serabut inilah yang sukses menahan panas tubuh. Menariknya, flanel zaman dulu itu polos dan warnanya cenderung kusam, belum ada motif kotak-kotak estetik seperti sekarang.

 

Abad ke-19: Masuk Amerika dan Lahirnya Si Motif Kotak-Kotak

Sumber: fahertybrand.com

Memasuki era Revolusi Industri di abad ke-19, kain flanel mulai menyeberang ke Amerika Serikat. Di sinilah transformasi besar-besaran terjadi. Pada tahun 1889, seorang pria bernama Hamilton Carhartt melihat potensi besar dari kain ini. Ia mendirikan perusahaan pakaian khusus untuk para pekerja kasar, seperti buruh pabrik, pekerja kereta api, dan penebang pohon (lumberjack).

Fun Fact: Di era inilah motif kotak-kotak (plaid atau tartan) yang diadopsi dari budaya Skotlandia mulai dipadukan secara massal dengan kain flanel. Motif yang paling legendaris yakni merah-hitam yang dinamakan Buffalo Plaid. Kenapa? Konon, sang desainer punya kawanan kerbau peliharaan!

Sejak saat itu, kemeja flanel kotak-kotak resmi jadi seragam "wajib" para pekerja keras di Amerika karena durabilitasnya yang luar biasa.

 

Era 1990-an: Ledakan Subkultur Grunge dan Kurt Cobain

Sumber: animalia-life.club

Lalu, bagaimana baju kerja kasar ini bisa masuk ke radar dunia fashion anak muda? Jawabannya ada di satu kata: Grunge.

Pada awal tahun 1990-an, skena musik alternatif di Seattle, AS, mulai meledak. Band-band seperti Nirvana, Pearl Jam, dan Soundgarden merajai tangga lagu dunia. Sang vokalis Nirvana, Kurt Cobain, tanpa sengaja menjadi ikon fashion global hanya karena ia malas tampil rapi.

Kurt dan anak-anak muda Seattle saat itu sering membeli baju bekas di thrift shop demi menghemat uang. Kemeja flanel yang murah, kebesaran (oversized), dan agak belel menjadi pilihan utama mereka untuk melawan estetika pop tahun 80-an yang serba gemerlap dan ketat.

Seketika, flanel berubah citra: dari simbol pekerja kelas bawah menjadi simbol pemberontakan anak muda yang anti-mainstream!

 

Abad ke-21 hingga Kini: Jadi Raja Gaya Kasual yang Abadi

Sumber: fashioninclusive.com

Setelah era grunge mereda, flanel tidak lantas dilupakan. Desainer papan atas seperti Marc Jacobs membawa flanel ke panggung catwalk, membuktikan bahwa kain murah ini bisa terlihat mewah jika dipotong dengan benar.

Kini, kemeja flanel telah bertransformasi total. Bahan pembuatnya bukan lagi melulu dari wol domba yang tebal dan bikin gerah di negara tropis, melainkan sudah dicampur dengan katun, serat sintetik, atau flanel ringan yang adem dan cocok dipakai di Indonesia.

Alasan flanel tetap bertahan sangat simpel: fleksibilitas.

·      Mau tampil ala streetwear? Tinggal pakai flanel oversized sebagai luaran kaos grafis.

·      Mau tampil agak rapi (smart-casual)? Kancingkan flanelmu, padukan dengan celana chino dan sepatu boots atau sneakers bersih.

 

Kesimpulan

Kemeja flanel yang kamu pakai hari ini punya sejarah panjang yang kaya. Ia bukan sekadar tren musiman yang bakal hilang tahun depan. Dari melindungi peternak Wales yang kedinginan, menemani buruh Amerika membangun rel kereta, hingga dipakai Kurt Cobain saat menggebrak panggung musik dunia, flanel adalah bukti nyata bagaimana pakaian fungsional bisa berevolusi menjadi identitas gaya hidup.

Jadi, gaya flanel apa yang paling sering kamu pakai minggu ini?


Baca juga: Jangan Asal! Gini Loh Cara Yang Benar Mencuci Kemeja Flanel


Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait