BahanKain.id
BahanKain.id

High Rise vs Low Rise, Mana Potongan Celana yang Paling Cocok Untukmu?

BahanKain
High Rise vs Low Rise, Mana Potongan Celana yang Paling Cocok Untukmu?

Pernahkah kamu merasa ada yang "kurang pas" saat mencoba celana baru? Ukuran dan lingkar pinggangnya sudah benar, warnanya pun kamu suka. Bisa jadi masalahnya ada di kesesuaian "rise" atau letak garis pinggang celana dengan proporsi tubuh. Namun saat dihadapkan pada pilihan low, mid atau high rise, banyak orang masih bingung menentukan mana yang paling cocok untuk tubuh mereka.

Sebenarnya, apa bedanya celana berpinggang tinggi (high rise) dan celana berpinggang rendah (low rise)? Lalu, mana yang lebih sesuai dengan tubuhmu? Cek ulasan berikut ini, yuk!

Sekilas Tentang Rise Pada Celana

Secara harfiah, istilah rise merujuk pada jarak antara jahitan selangkangan dan bagian atas pinggang celana. Ukuran ini menentukan di mana letak pinggang celana jatuh di tubuh.

Di dunia fashion terutama celana jeans, potongan pinggang menjadi salah satu elemen teknis paling krusial yang menentukan siluet tubuh. Sayangnya, banyak orang sering terjebak pada tren tanpa benar-benar memahami apakah potongan tersebut benar-benar cocok dengan bentuk tubuh.


Lantas. apa yang membuat keduanya begitu berbeda? Dan kenapa perbedaan beberapa sentimeter saja bisa berdampak besar pada tampilan.

·         Low rise adalah model celana dengan garis pinggangnya berada beberapa sentimeter di bawah pinggang alami tubuh dan biasanya bertumpu pada area pinggul. Identik dengan era 2000-an seperti celana hipster, jeans ketat ala Paris Hilton, hingga rok mini. Namun, kini ia hadir dengan siluet lebih longgar seperti baggy dan cargo.

·         High rise memiliki garis pinggang yang berada di atas pusar, mulai dari setinggi pusar hingga mendekati tulang rusuk bagian bawah. Tampilannya lebih tertutup, struktural, dan memberikan kesan "put together", cocok untuk berbagai suasana dari santai hingga formal.

·         Di antara keduanya, ada mid rise yang jatuh tepat di pusar. Ia jadi pilihan "aman" yang cukup netral dan mudah dipadukan, meski tidak sepopuler dua saudaranya.

Bagaimana Look Celana Low Rise dan High rise?

Jawaban untuk pertanyaan “mana rise celana yang paling sesuai?” tidak sesederhana "pilih yang sedang tren" atau "ikuti apa yang dipakai influencer favorit." Karena pada akhirnya, pakaian yang paling baik adalah yang membuatmu merasa nyaman sekaligus percaya diri.


Nah, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan antara celana low rise dan high rise.

1.       Low rise yang kasual

Kelebihan utama low rise terletak pada kesan kasual dan rileks yang diciptakannya. Ia memberikan ruang di area perut, sehingga nyaman untuk aktivitas fisik atau sekadar duduk berjam-jam. Jeans low rise juga punya daya tarik tersendiri untuk tubuh yang tinggi dan langsing. Ia membiarkan proporsi tubuh "berbicara" tanpa terlalu banyak struktur.

Namun, low rise punya satu tantangan dimana ia tidak memaafkan ukuran yang salah. Rise yang terlalu kecil akan menciptakan efek "muffin top" dimana lemak perut yang terjepit di atas pinggang celana. Low rise juga lebih mudah melorot, terutama saat duduk atau membungkuk. Resiko itulah yang sering menciptakan kekhawatiran banyak orang saat memakai bawahan berpinggang rendah.

Baca Juga:

Kenali Siluet Celana High Waist yang Kembali Menguasai Tren Fashion

2.       High rise lebih formal dan structured

Celana berpinggang tinggi bekerja seperti "arsitektur" pada tubuh. Ia menarik garis pinggang ke atas, menciptakan ilusi kaki lebih panjang dan pinggang yang terdefinisi. Inilah mengapa high rise menjadi pilihan utama untuk tampilan profesional dan elegan. Ia memberikan siluet yang rapi tanpa banyak usaha.

Satu hal yang perlu diperhatikan, bawahan berpinggang tinggi butuh atasan crop top dan style tuck in untuk menyempurnakan visualnya. Jika kamu memakai baju panjang tanpa dimasukkan, estetika celana atau rok ini akan hilang seketika. Karena look-nya tak jauh berbeda dari pakaian biasa.

Mana Yang Paling Sesuai Dengan Tubuhmu?

Memilih ukuran celana memang penting, namun memahami rise mana yang sesuai dengan bentuk tubuh akan membuat penampilan terlihat jauh lebih proporsional dan fashionable.


Yuk, kenali karakteristik kedua potongan celana tersebut dan cari tahu mana yang paling cocok untuk bentuk tubuh

1.       Celana low rise untuk torso panjang

Karena jatuhnya tepat di pinggang, celana ini paling recommended buat kamu yang punya perut rata dan ingin menonjolkan area pinggul. 

Low rise model baggy atau cargo sangat direkomendasikan untuk pemilik tubuh:

·         Torso Panjang / Kaki Pendek

Mengenakan celana high rise terkadang membuat torso panjang terlihat tidak proporsional. Celana low rise atau mid-rise di tahun 2026 menjadi pilihan terbaik untuk memanjangkan visual tubuh bagian atas dan memberikan keseimbangan yang natural.

·         Perut Rata & Tubuh Atletis

Low rise pants sangat pas dipadukan dengan shrunken top (atasan mengecil) untuk menonjolkan lekuk pinggul dan garis perut dengan cara yang effortless.

Baca Juga:

Tips Berpakaian Sesuai Proporsi Tubuh

·         Bentuk Tubuh Persegi Panjang (Rectangle)

Pemilik tubuh lurus/atletis terkadang kekurangan lekukan tubuh. Potongan pinggang yang rendah dipadukan dengan siluet pipa celana yang lebar memberikan volume visual dan ilusi dimensi pada area pinggul yang lurus.

2.       Celana high rise untuk torso pendek

Sebaliknya, jika kamu punya tubuh yang sedikit berisi, terutama di area perut d dan ingin menciptakan ilusi kaki yang lebih panjang maka high rise adalah pilihan sempurna. Dengan garis pinggang yang berada tepat di atas atau pas di pusar, high rise pants sangat bisa diandalkan untuk menahan area tengah tubuh dan menciptakan ilusi pinggang yang ramping.

Celana high rise sangat ideal untuk karakteristik tubuh berikut:

·         Bentuk Tubuh Apel (Apple Shape)

Pemilik tubuh apel cenderung menyimpan volume di area perut. High rise pants berfungsi sebagai tummy control alami yang menahan area perut sekaligus menonjolkan bagian terkecil dari lingkar pinggang Anda.

·         Bentuk Tubuh Pir (Pear Shape),

Kalau kamu punya tipe pinggul dan paha yang penuh, potongan ini akan mengalihkan fokus ke area pinggang yang lebih kecil. Hasilnya adalah keseimbangan proporsi yang indah.

·         Pemilik Torso Pendek / Kaki Panjang

Model ini akan menarik garis pinggang ke atas, membuat proporsi tubuh bagian atas terlihat lebih balanced dengan kaki yang jenjang.

Pada akhirnya, pilihan antara low rise dan high rise bukan soal mana yang lebih baik. Tapi mana yang lebih tepat untuk tubuh, aktivitas, dan kepribadianmu.

Jika kamu ingin kaki tampak lebih panjang, pinggang lebih terdefinisi, dan tampilan lebih polished: high rise adalah jawabannya. Jika kamu menginginkan kebebasan bergerak, gaya yang lebih kasual dan playful, atau punya tubuh tinggi yang ingin tampil proporsional: low rise bisa jadi pilihan menarik.

Dan jika kamu masih ragu? Coba keduanya lalu temukan yang membuatmu merasa paling percaya diri.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait