BahanKain.id
BahanKain.id

5 Jenis Pakaian Yang Nggak Perlu Sering-sering Dicuci

BahanKain
5 Jenis Pakaian Yang Nggak Perlu Sering-sering Dicuci

Adakah diantara kamu yang ngga bisa memakai pakaian lebih dari satu kali? Jika iya, coba dikoreksi lagi deh. Karena faktanya, frekuensi mencuci yang terlalu sering justru bisa membuat warna cepat pudar, serat kain lebih mudah rusak, dan berubah bentuk. Kebiasaan ini juga membuat penggunaan air, listrik, dan deterjen menjadi lebih boros.

Lalu, pakaian seperti apa yang sebenarnya tidak selalu perlu sering-sering dicuci? Cek ulasan berikut ini, yuk!

Kenapa Pakaian Tidak Harus Dicuci Setelah Sekali Pakai?

Banyak orang menganggap pakaian yang sudah dipakai otomatis harus masuk keranjang cucian. Padahal, beberapa jenis pakaian masih aman digunakan kembali jika kondisinya masih bersih dan tidak berbau. Hal itu karena setiap pakaian memiliki fungsi dan kemampuan berbeda dalam menyerap keringat maupun kotoran.


Selain itu, kebiasaan mencuci yang terlalu sering juga menyebabkan beberapa permasalahan seperti:

·         Warna kain lebih cepat pudar

Gesekan saat proses pencucian membuat pigmen warna pada kain perlahan memudar, terutama pada bahan berwarna gelap seperti hitam, navy, atau maroon.

·         Serat kain lebih cepat rusak

Bahan tertentu seperti wol, denim, rajut, hingga linen memiliki struktur serat yang sensitif terhadap pencucian berulang.

·         Bentuk pakaian berubah

Kaos bisa melar, sweater menyusut, hingga celana jeans kehilangan bentuk aslinya jika terlalu sering dicuci.

·         Boros air dan listrik

Mesin cuci membutuhkan cukup banyak air dan energi. Sehingga, mengurangi frekuensi mencuci bisa membantu menghemat kebutuhan rumah tangga.

·         Umur pakaian jadi lebih pendek

Makin sering dicuci, semakin cepat kualitas kainnya menurun bahkan rusak. Karena itu, memahami jenis pakaian yang boleh dipakai lebih dari sekali menjadi langkah penting dalam merawatnya.

Jenis Pakaian yang Tidak Harus Segera Dicuci

Beberapa jenis pakaian mungkin disarankan untuk segera dicuci setelah digunakan. Namun tak sedikit model pakaian yang justru tidak boleh terlalu sering dicuci. Terutama pakaian-pakaian berbahan tebal, berlapis, dan tidak bersentuhan langsung dengan kulit.


Selain menjaga kualitas kain agar tidak cepat rusak, kebiasaan mencuci pakaian secara bijak juga dapat membantu menghemat penggunaan air, listrik, dan deterjen. Namun tentu saja, keputusan untuk mencuci atau memakai ulang pakaian tetap harus disesuaikan dengan kondisi pakaian, aktivitas yang dilakukan, serta jenis bahan yang digunakan.

Nah, berikut beberapa item pakaian yang sebenarnya masih aman digunakan lebih dari sekali:

1.       Celana Jeans

Celana jeans termasuk pakaian yang paling direkomendasikan untuk tidak terlalu sering dicuci. Bahan denim umumnya berkarakter kuat, kaku, dan bisa lebih nyaman setelah beberapa kali dipakai.

Jika masih bersih, kering, dan tidak digunakan untuk aktivitas berat, jeans masih aman digunakan lebih dari sekali.

Bahkan beberapa pecinta denim sengaja mencuci jeansnya setelah 5–10 kali pemakaian untuk menciptakan efek fading alami.

2.       Jaket dan Outer

Baju luaran seperti jaket, blazer, cardigan, hingga hoodie seringkali hanya bersentuhan dengan lapisan pakaian dan tidak langsung terkena keringat. Oleh sebab itu, outer umumnya tidak perlu dicuci setiap selesai dipakai, kecuali terkena noda atau beraroma tidak sedap.

Bahkan jaket atau outer berbahan wol dan suede lebih cepat rusak kalau terlalu sering dicuci

3.       Sweater dan Rajut

Item rajut atau knitwear termasuk bahan akaian yang cukup sensitif terhadap pencucian. Siklus yang terlalu cepat bisa membuatnya lebih rentan melar dan seratnya jadi kasar.

Baca Juga:

Stop Kebiasaan Mencuci Handuk Bersamaan Dengan Pakaian, Ini Alasannya?

Jadi, selama sweater tidak terkena keringat berlebih atau noda makanan, ia masih aman dipakai beberapa kali. Setelah dikenakan, simpan sweater rajutmu dengan cara dilipat. Sebisa mungkin hindari menggantung sweater berat, gunakan deterjen lembut dan cuci manual untuk menjaga elastisitasnya.

4.       Piyama

Piyama sering dianggap harus langsung dicuci setiap hari. Padahal, jika digunakan setelah tubuh bersih dan hanya dipakai tidur di ruangan ber-AC, piyama biasanya masih layak dipakai 2–3 kali. Namun, frekuensi pencucian tetap perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca, intensitas keringat, serta kebersihan tubuh sebelum tidur.

Kalau mudah berkeringat saat malam hari, tentu piyama perlu lebih sering dicuci.

5.       Bra atau Pakaian Dalam Tertentu

Meski pakaian dalam tetap harus dijaga kebersihannya, bra tidak selalu perlu dicuci setiap sekali pakai selama tidak ada keringat berlebih. Mencucinya terlalu sering bisa membuat karet cepat melar, busa berubah bentuk, dan elastisitas berkurang.

Idealnya, bra dicuci setelah 2–3 kali pemakaian ringan. Tapi, celana dalam, kaus kaki, dan pakaian olahraga tetap disarankan dicuci setelah sekali pakai karena bersentuhan langsung dengan area tubuh yang menghasilkan banyak keringat dan bakteri.

Meski pakaian-pakaian tersebut bisa dikenakan lebih dari sekali, ada kondisi tertentu yang membuatnya wajib segera dicuci, seperti:

·         muncul bau tidak sedap,

·         terkena noda,

·         terasa lembap,

·         digunakan saat cuaca panas,

·         dipakai olahraga,

·         atau terkena asap dan polusi berat.

Selain itu, item-item berbahan tipis yang langsung menyentuh kulit juga perlu siklus pencucian rutin karena cepat menyerap keringat.

Tips Menjaga Pakaian Habis Pakai Tetap Bersih

Pada prinsipnya, menjaga pakaian tetap bersih tidak selalu harus dilakukan dengan mencucinya setiap hari. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan agar pakaian tetap higienis meski tidak langsung dicuci.

·         Angin-anginkan pakaian setelah dipakai

Jangan langsung melipat atau memasukkan pakaian ke lemari karena kelembapan bisa memicu bau apek.

·         Gunakan hanger

Menggantung pakaian membantu sirkulasi udara lebih baik dibanding menumpuk pakaian. Khusus untuk bahan rajut, kamu bisa membentangkannya selama beberapa saat sebelum akhirnya dilipat.

·         Pisahkan yang bersih dan bekas pakai

Walaupun belum akan dicuci, sebaiknya jangan campurkan pakaian yang sudah dipakai itu dengan yang benar-benar bersih.

·         Gunakan spray antibakteri pakaian

Modern ini, banyak produk fabric spray yang bisa membantu mengurangi bau apek dan menjaga pakaian tetap segar tanpa harus mencucinya dulu.

·         Perhatikan bahan kain

Setiap bahan memiliki karakter berbeda. Denim, wol, dan rajut umumnya lebih tahan dipakai berulang dibanding katun tipis atau bahan olahraga

Intinya, tidak semua pakaian harus segera dicuci setelah digunakan. Namun, penting untuk tetap memperhatikan kebersihan serta kondisinya. Jika, ia sudah berbau keringat, kotor oleh noda, atau terasa lembap, maka tak ada lagi waktu tunggu dan segeralah mencucinya.

Semoga pengetahuan ini bermanfaat, ya!

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait