BahanKain.id
BahanKain.id

Kenapa Bahan Kaos Dijual Per-kilo bukan meter atau yard? Ini Penjelasannya!

BahanKain
Kenapa Bahan Kaos Dijual Per-kilo bukan meter atau yard? Ini Penjelasannya!

Pernahkah kamu dibingungkan dengan sistem jual beli kain yang seringkali berbeda? Kain tenun (woven) seperti kain batik, linen, atau denim umumnya dijual per-satuan panjang (yard atau meter). Sedangkan supplier atau toko kain menjual cotton combed, fleece, bahan kaos, serta produk rajutan lainnya dalam satuan berat (kilogram).

Jika kamu bertanya "kenapa bahan kaos tidak dijual per-satuan meter?" Dan ternyata jawabannya berkaitan dengan hal-hal teknis. Apa sajakah itu? Simak ulasan berikut ini, yuk!


Apa Itu Kain Rajut?

Bahan rajut adalah jenis kain yang dibuat menggunakan teknik knitting, yaitu proses membentuk kain dari rangkaian benang yang saling mengait membentuk lingkaran atau loop. Beda dari kain tenun yang kokoh dan stabil, struktur loop pada bahan rajut menciptakan lebih banyak ruang. Sehingga karakternya lebih fleksibel dan bisa meregang secara alami mengikuti lekuk tubuh.

Selain itu, berikut karakteristik unik bahan rajutan atau knitting:

·         Elastis

·         Tekstur lembut dan nyaman di kulit

·         Memiliki sirkulasi udara yang baik

·         Mudah mengikuti bentuk tubuh

Berkat fleksibilitasnya yang luar biasa, banyak produsen dan pengusaha konveksi memilih bahan knitting dalam pembuatan kaos, sweater, cardigan, pakaian olahraga, baju sehari-hari, serta item fashion lainnya.

 

Kenapa Bahan Rajut Dijual Per Kilogram (kg)?

Struktur rajutan juga memengaruhi cara kain tersebut diukur dan diperjualbelikan. Dan penggunaan satuan berat (kg) dalam penjualan bahan kaos sendiri didasarkan pada beberapa alasan teknis. Dan faktanya sistem ini terbukti lebih efisien dan akurat dibandingkan pengukuran panjang (meter).


Nah, berikut beberapa alasan yang membuat kain kaos dijual dalam satuan kilogram:

1.       Permasalahan elastisitas

Alasan utama kenapa kain rajutan tidak dijual dengan satuan panjang adalah karena sifat bahannya yang elastis, mudah melar, dan bisa menyusut karena finishing. Panjang kain pun bisa berubah tergantung kondisi kain.

Jika diukur menggunakan meteran, panjang kain bisa berubah-ubah tergantung seberapa kuat tarikan yang diberikan. Dalam hal ini, satuan berat (kg) jauh lebih akurat dan adil, karena massa kain tidak akan berubah meski teksturnya meregang.

2.       Hubungan antara gramasi dan ketebalan

Dalam industri rajut, indikator ketebalan kain dinyatakan dalam Gramasi (GSM atau Grams per Square Meter). Satuan kilogram menjadi lebih relevan karena kualitas bahan kaos serta produk knit lain berkaitan erat dengan beratnya.

·         120–150 GSM: tipis dan ringan

·         160–180 GSM: sedang, ideal untuk bahan kaos yang nyaman 

·         200–240 GSM: tebal dan lebih kokoh

Baca Juga:
Jadi Promadona Kaos Distro, Ini 8 Keistimewaan Bahan Cotton Combed

Panjang yang didapatkan tiap satuan berat kain rajut pun bisa berbeda. Satu kilogran kain rajut tipis (gramasi rendah) akan lebih panjang dari bahan knit yang lebih tebal.

Satuan kg juga membantu pabrik untuk memastikan jumlah bahan baku benang yang digunakan tetap konsisten dan sesuai standar produksi.

3.       Standar operasional industri

Kain rajut diproduksi menggunakan mesin knitting industri yang menghasilkan kain dalam bentuk gulungan besar (roll). Secara operasional, menimbang berat satu gulungan (misalnya 25 kg) jauh lebih cepat dan efisien bagi pihak gudang dan supplier dibandingkan harus mengukur panjangnya secara manual.

Karena hasil produksi memang diukur berdasarkan beratnya, maka lebih praktis jika menjual bahan knitting dengan satuan kilogram. Sistem ini juga mempermudah proses pengemasan dan distribusi.

4.       Memudahkan perhitungan produksi

Sistem kilogram juga sangat membantu pelaku konveksi atau produsen pakaian dalam menghitung kebutuhan bahan kaos. Para penjahit profesional biasanya menggunakan standar Yield atau hasil potong.

Sebagai contoh, dalam produksi kaos:

  • 1 kg kain cotton combed 30s biasanya dapat menghasilkan sekitar 4 hingga 6 kaos dewasa, tergantung ukuran dan desain.

Dengan sistem kiloan, produsen dapat memperkirakan kebutuhan bahan, biaya produksi, serta jumlah produk yang dihasilkan. Dari situ mereka hanya perlu menimbang bahan yang dibutuhkan tanpa harus membentangkan gulungan kain untuk sekadar menghitung jumlah meterannya.

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan, fakta di balik sistem penjualan kain rajut? Dengan satuan kilogram, produsen maupun konsumen bisa lebih mudah untuk memastikan kualitas, kebutuhan kain serta jumlah produk yang akan dihasilkan. Jadi, pastikan kamu selalu mengecek gramasi bahan kaos atau kain rajut sebelum membelinya, ya!

Belanja Bahan Kaos Kiloan Lebih Mudah di Bahankain.id Jangan biarkan salah perhitungan gramasi menghambat produksi konveksi Anda. Kami menyediakan berbagai pilihan kain knitting berkualitas tinggi—mulai dari Cotton Combed, Fleece, hingga koleksi rajut premium lainnya

Cek koleksi warna dan jenis bahan kaos terbaru kami di Katalog Online.

Atau langsung konsultasikan kebutuhan produksi Anda bersama tim kami dan dapatkan penawaran terbaik. Selamat berbelanja, Sobat Bahankain!

Kain Waffle Uniqlo  

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait