Cemented Construction, Rahasia di Balik Sepatu Ringan dan Terjangkau

Tahukah kamu, kalau rahasia dibalik sneakers yang ringan dan nyaman itu bukan hanya tentang pemilihan material, tetap juga teknik konstruksinya. Diantara berbagai pilihan metode pembuatan sepatu, Cemented Construction dianggap sebagai metode yang paling efisien. Karena upper dan sol hanya perlu direkatkan dengan len khusus, tanpa jahitan structural.
Mekanisme tersebut memungkinkan proses pembuatan yang lebih cepat tanpa mengorbankan estetika desain dan kualitas. Itulah kenapa konstruksi cemented ini kerap dipilih oleh produsen sepatu kasual, sneakers, hingga sepatu fashion. Yuk, mengenal lebih dekat tentang teknik ini!
Apa Itu Cemented Construction?
Secara harfian, cemented construction adalah metode pembuatan sepatu di mana bagian atas (upper) dan sol luar (outsole) disatukan hanya menggunakan perekat kimia atau lem khusus yang sangat kuat. Tidak ada benang, tidak ada jahitan yang menembus sol, dan tidak ada kerumitan struktur welt yang ditemukan pada sepatu klasik.
Teknik ini melibatkan proses stockfitting yang presisi dan penggunaan mesin press untuk memastikan lem menempel secara permanen. Sehingga menghasilkan sepatu yang lebih ramping, ringan, dan fleksibel sejak pemakaian pertama.
Karena prosesnya relatif sederhana dan memungkinkan produksi dalam jumlah besar, teknik cemented menjadi salah satu teknik paling popular dalam industry alas kaki. Bahkan brand-brand streetwear seperti Nike, Adidas, New Balance hingga Asics menggunakan konstruksi ini, terutama untuk kategori sneakers dan sepatu olahraga.
History Cemented Construction
Sebelum teknologi perekat berkembang seperti sekarang, sebagian besar sepatu dibuat menggunakan teknik jahit seperti Goodyear Welt, Blake Stitch, atau metode tradisional lainnya.
Perkembangan industri kimia pada abad ke-20 melahirkan berbagai jenis perekat sintetis yang memiliki daya rekat tinggi terhadap kulit, karet, maupun bahan sintetis. Inovasi ini memungkinkan produsen menciptakan sepatu tanpa perlu menggunakan jahitan struktural yang kompleks.
Cemented construction pun menjadi standar industri untuk berbagai kategori alas kaki modern seiring meningkatnya permintaan pasar akan sepatu yang ringan dan terjangkau. Bahkan, sebagian besar produsen sepatu olahraga, running shoes, sneakers fashion, hingga sepatu kerja ringan menggunakan metode ini.
Bagaimana Proses Pembuatan Sepatu Cemented Construction?
Meski terlihat sederhana pembuatan sepatu dengan cemented construction melibatkan serangkaian proses yang cukup detail. Setiap tahapan memiliki peran penting dalam memastikan kekuatan sambungan antara upper dan outsole.
1. Pembuatan Upper
Proses dimulai dengan pembuatan bagian upper atau bagian atas sepatu. Material dipotong sesuai pola desain kemudian dijahit hingga membentuk struktur sepatu yang utuh.
Material yang digunakan dapat berupa:
· Kulit asli
· Kulit sintetis
· Kanvas
· Mesh
· Rajut (knit)
· Kombinasi berbagai material lainnya
2. Lasting
Setelah sisi atas sepatu tersebut siap, kemudian ia dipasangkan pada cetakan kaki yang disebut last. Tujuan proses lasting sendiri yaitu membentuk siluet sepatu agar sesuai dengan desain dan memastikan kenyamanannya saat digunakan.
3. Persiapan Permukaan
Sebelum proses pengeleman, bagian bawah upper dan permukaan outsole akan dipersiapkan terlebih dahulu. Biasanya permukaan tersebut diamplas atau diberi perlakuan khusus agar daya rekat lem menjadi lebih maksimal.
4. Aplikasi Perekat
Di tahap inilah, bahan perekat khusus diaplikasikan pada kedua bagian yang akan disambungkan. Jenis lem yang digunakan tergantung jenis material upper maupun outsole.
5. Penyatuan Outsole
Setelah perekat mencapai tingkat kekeringan tertentu, outsole ditempelkan pada bagian bawah upper menggunakan tekanan tinggi. Tahap ini memastikan seluruh permukaan menempel secara merata tanpa celah yang dapat mengurangi kekuatan sambungan.
6. Finishing dan Quality Control
Tahap terakhir adalah pemeriksaan kualitas, pembersihan sisa lem, perapian detail, serta pengecekan keseluruhan sebelum sepatu dikemas dan didistribusikan ke pasar.
Rahasia Dibalik Kekuatan Cemented Construction

anya mengandalkan kekuatan "lem", cemented construction sebenarnya melibatkan teknologi kimia dan mekanika yang sangat presisi.
Berikut beberapa aspek yang jarang diketahui tentang konstuksi ini:
1. Kimia di Balik Kekuatan Perekat
Kekuatan sepatu ini terletak pada lem perekat polimer tinggi (seperti polyurethane atau neoprene) yang diaktifkan melalui panas.
· Primer & Cleaner: Sebelum dilem, permukaan upper dan outsole harus dibersihkan secara kimiawi dan diberi cairan primer agar pori-pori material terbuka.
· Heat Activation: Lem diaplikasikan dan dibiarkan mengering, lalu dilewatkan melalui terowongan panas untuk mengaktifkan molekul perekat sebelum akhirnya dipress bersama.
2. Proses Produksi Presisi
Dalam cemented construction, momen paling krusial adalah saat Sole Pressing. Sepatu diletakkan di mesin dengan tekanan hingga puluhan PSI (pound per square inch).
Tekanan ini harus merata ke seluruh lekukan sepatu. Jika ada celah udara sekecil apa pun, oksigen akan masuk dan memicu oksidasi yang menyebabkan sol copot di kemudian hari (fenomena yang sering kita sebut "sol mangap").
3. Desain Tanpa Batas
Berbeda dengan konstruksi jahitan yang membutuhkan ruang untuk jarum lewat, teknik semen memungkinkan desainer bereksperimen dengan bentuk yang ekstrem:
· Outsole Unik: Sol yang melengkung ke atas hingga membungkus tumit atau jari kaki (sering terlihat pada sepatu bola atau climbing shoes) hanya bisa dibuat dengan teknik ini.
· Kombinasi Material: Lem modern mampu menyatukan material yang mustahil dijahit bersama secara efisien, seperti menggabungkan plastik keras (TPU), busa empuk (EVA), dan karet (Rubber) dalam satu unit sol.
4. Tantangan "Hydrolysis"
Inilah fakta teknis yang sering dialami pemilik sepatu: Hidrolisis. Ini adalah proses kimia di mana uap air di udara memecah molekul lem atau sol busa (biasanya pada bahan Polyurethane).
Ironisnya, sepatu cemented justru lebih cepat rusak jika jarang dipakai, karena tekanan saat berjalan membantu mengeluarkan kelembapan dari dalam pori-pori lem dan sol.
Cemented construction adalah bukti bahwa "kesederhanaan adalah bagian dari kejeniusan". Meski sering dianggap kurang prestisius dibanding sepatu jahit manual, metode ini memberikan akses bagi semua orang untuk memiliki sepatu yang stylish, nyaman, dan fahionable tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



