BahanKain.id
BahanKain.id

Rick Owens: Fakta di Balik “Lord of Darkness” yang Mengubah Industri Fashion Dunia

BahanKain
Rick Owens: Fakta di Balik “Lord of Darkness” yang Mengubah Industri Fashion Dunia

Di tengah gemerlap dunia mode, ada satu nama yang konsisten berdiri di jalurnya sendiri, Rick Owens. Dikenal dengan julukan "The Lord of Darkness", desainer asal California yang berbasis di Paris ini telah menciptakan semesta mode dengan kultus estetika anti-konvensional. Ia membangun reputasi lewat estetika gelap, siluet dramatis, dan pendekatan desain yang nyaris filosofis.

Namun dibalik citra kelam di setiap karyanya, ia justru mempunyai sisi personal yang hangat dan reflektif. Lalu, apa yang membuatnya jadi sosok yang begitu berpengaruh di industri fashion global? Yuk, kenalan sama desainer legendaris ini!

Siapa Rick Owens?

Richard Saturnino Owens alias Rick Owens adalah salah satu desainer paling berpengaruh di industri mode global. Ia dijuluki sebagai "Lord of Darkness" (Penguasa Kegelapan) karena estetika desainnya yang gelap, gothic, dan brutalist.

Desainer asal Amerika yang berbasis di Paris ini juga sering disebut sebagai "desainer bagi para desainer" serta pelopor gaya "glunge" (glamour + grunge). Setiap karyanya menampilkan estetika gelap yang berani dan anti-konvensional, sebuah gaya yang melampaui tren dan menciptakan identitas unik. Ia meninggalkan jejak istimewa sebagai dalam sejarah desain minimalis dan ekstravaganza. \


Lahir di Porterville, California pada 18 November 1962, Owens tumbuh sebagai anak tunggal di sebuah keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai pekerja sosial, sementara ibunya adalah seorang guru sekaligus penjahit terampil.

Keluarga Rick sangat disipling dan religious. Bahkan sejak kecil hingga usia 16 tahun, ia tidak diperbolehkan menonton TV. Sebagai gantinya, ia menghabiskan waktu dengan musik dan literatur klasik. Paparan estetika dramatis dan filosofis inilah yang menjadi fondasi ketertarikannya pada keindahan yang "berat" dan teatrikal.

Awal Karier Mode Rick Owens

Owens sempat menempuh pendidikan di Otis College of Art and Design di Los Angeles. Meski tidak menyelesaikan studi formalnya, pengalaman tersebut memperkaya sudut pandangnya tentang seni dan konstruksi busana.

Ia kemudian mengambil kursus pembuatan pola (pattern making) dan draperi. Dari sinilah fondasi keahliannya terbentuk, kemampuan merancang struktur pakaian dengan presisi tinggi namun tetap eksperimental.

Setelah lulus kursus teknis, Owens bekerja di industri garmen Los Angeles yang kurang bergengsi. Ia bekerja untuk perusahaan yang membuat pakaian tiruan (knock-offs) dari desainer Eropa. Meski terdengar kontroversial, namun disinilah titik kritis dimana Owen mengasah kemampuannya membedah struktur busana karya desainer-desauber papan atas.

Sebelum memiliki label sendiri, Owens bekerja di industri garmen Los Angeles di Los Angeles Trade-Technical College. Disinilah ketertarikannya dengan dunia mode  mulai muncul. Ia pun mulai mempelajari proses produksi pakaian dari hal-hal mendasar yang memberinya kepekaan terhadap kualitas material serta detail konstruksi.

Lahirnya Label Ikonik, Rick Owens

Rick Owens makin serius menggeluti dunia mode setelah ia meluncurkan label eponimnya pada tahun 1994 di Los Angeles. Dari situlah ia mulai menjual karya-karyanya di butik avant garde lokal, Charles Gallay. Namun, nama Owens baru meledak di panggung internasional setelah kepindahannya ke Paris pada tahun 2003 bersama sang istri, Michèle Lamy.

Gayanya segera berkembang menjadi gothic grunge khas yang menonjolkan:

·         Siluet gelap dan kuat

·         Bahan seperti kulit, kasmir, dan bulu

·         Kaus androgini dan jaket yang memeluk tubuh

·         Eksperimen struktur dan tekstur yang tak lazim

Perhatian internasional datang ketika Kate Moss tampil mengenakan jaket kulit rancangannya dalam sesi foto untuk Vogue Paris. Inilah momen penting yang mengangkat nama Owens ke kancah global mode. Hingga akhirnya sponsorship Vogue membuka pintu untuk debut runway pertama Rick Owens di New York.

Identitas Merek Rick Owens

Menariknya, Rick Owens dikenal sebagai desainer yang jarang menggambar sketsa. Ketertarikannya pada desain lebih bersifat taktil. Dimana ia lebih suka langsung memanipulasi kain di atas manekin (draperi) untuk menciptakan siluet daripada harus menggambar di buku sketch.

Dari pendekatan itulah, Owens melahirkan identitas "Glunge", sebuah perpaduan kontradiktif antara kemewahan (glamour) dan elemen lusuh (grunge) yang dibalut dalam siluet arsitektural dan provokatif.

Berikut adalah pilar utama yang membentuk identitas visual dan filosofis Rick Owens:

·         Glunge (Glamour + Grunge)

Ini adalah istilah yang ia ciptakan sendiri. Identitasnya terletak pada kontradiksi antara material mewah (seperti kulit langka dan kasmir) dengan tampilan yang terlihat lusuh, robek, atau tidak selesai.

·         Brutalisme & Arsitektur

Terinspirasi oleh bangunan beton yang masif, pakaiannya memiliki struktur yang berat, sudut yang tajam, dan volume yang ekstrem. Ia memandang pakaian sebagai perpanjangan dari ruang arsitektur, bukan sekadar pelindung tubuh.

·         Siluet Antropomorfik

Owens sering mengubah proporsi tubuh manusia. Ia menciptakan sepatu dengan sol platform raksasa (Kiss Boots) atau jaket dengan bahu yang sangat tinggi dan lancip untuk menciptakan kesan makhluk mitologi atau alien.

·         Warna "Non-Warna"

Identitas warnanya sangat konsisten, yaitu palet monokromatik yang terdiri dari hitam pekat, abu-abu debu (dust), cokelat tanah, dan putih tulang. Baginya, warna-warna ini memberikan fokus penuh pada bentuk dan tekstur.

·         Subversi & Provokasi

Owens semakin mengukuhkan reputasinya sebagai desainer konseptual setelah memindahkan basis brandnya ke Paris. Baginya peragaan busana bukan sekedar presentasi koleksi, tapi sebuah pernyataan artistic.

Ia kerap menghadirkan koreigrafi ekstem, casting model dengan beragam bentuk tubuh hingga menampilkan model yang menggendong satu sama lain sebagai tas manusia. Identitasnya adalah tentang kebebasan mutlak dari ekspektasi industri. 

Pada akhirnya, identitas Rick Owens bisa dirangkum dalam tiga kata yaitu gelap, berani, dan autentik. Bukan hanya tentang pakaian hitam atau sepatu platform dramatis, melainkan simbol kebebasan berekspresi, keberanian menjadi berbeda, dan kemewahan yang tidak perlu berteriak. 


Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait