BahanKain.id
BahanKain.id

Ugly Shoes: Dari “Sepatu Jelek” Jadi Simbol Status dan Gaya Paling Relevan di 2026

BahanKain
Ugly Shoes: Dari “Sepatu Jelek” Jadi Simbol Status dan Gaya Paling Relevan di 2026


Dulu, sepatu dianggap cantik kalau ramping, sleek, dan feminin. Semakin tipis solnya, semakin elegan tampilannya. Tapi dalam beberapa tahun terakhir, standar itu berubah drastis. Sepatu chunky, tebal, bahkan terlihat “aneh” justru jadi favorit banyak orang.

Fenomena ini dikenal dengan istilah ugly shoes—dan ini bukan tren kecil. Dari runway luxury sampai streetwear mass market, model sepatu ini kini mendominasi. Namun pertanyaannya: kenapa sesuatu yang dulu dianggap jelek sekarang justru jadi simbol gaya?

 

Kenapa Ugly Shoes Bisa Populer?

Sumber: https://assets.vogue.com/


1. Kenyamanan Jadi Prioritas

Generasi sekarang ini memilipi pandangan yang lebih realistis. Dengan pola hidup yang sarat akan mobilitas tinggi, kerja hybrid, dan gaya hidup aktif bikin kenyamanan menjadi nomor satu. Sepatu dengan sol tebal dan cushioning empuk terasa lebih masuk akal dibanding heels tipis yang menyiksa. Di era di mana fashion makin inklusif dan praktis, estetika tidak lagi mengalahkan fungsi.

Konsep ini pertama kali “diledakkan” ke level luxury oleh Balenciaga lewat sneaker Triple S. Banyak yang menyebutnya jelek. Tapi justru di situlah kekuatannya.

2. Anti-Mainstream adalah Statement

Fashion di jaman sekarang bukan lagi soal terlihat “rapi”, tapi soal identitas. Memakai sepatu bulky memberi kesan berani dan tidak mengikuti standar lama. Ugly shoes menjadi simbol perlawanan terhadap definisi kecantikan klasik. Semakin kontras dengan outfit, semakin menarik.

3. Ironi & Humor dalam Fashion

Generasi digital masa kini banyak yang menyukai ironi. Mereka akan secara sadar sadar menilai sesuatu itu “jelek”, tapi justru memakainya karena playful dan berbeda. Contoh paling ekstrem yaitu Crocs. Dulu brand ini identik dengan sepatu kebun atau alas tenaga medis. Sekarang, telah berhasil menggaet berbagai kolaborasi fashion dan sold out di mana-mana. Yang tadinya ugly jadi cool.

4. Dominasi Streetwear

Sepatu bulky sangat cocok dengan siluet , seperti: celana wide leg, cargo, oversized blazer. Brand seperti Nike dan Adidas membuat sneaker tebal terlihat stylish sekaligus wearable untuk penggunaan sehari-hari. Yang menjadikan estetika sporty akhirnya mengalahkan formalwear yang kaku.

 

Brand yang Paling Kuat Mengusung Ugly Shoes

Sumber: https://www.instyle.com/


Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Ada brand-brand yang konsisten menyajikan tren ini, baik di level luxury maupun mass market.

Luxury & High Fashion

·     Balenciaga: Pionir ugly sneaker modern. Siluet ekstrem dan eksperimental.

·     Maison Margiela: Tabi shoes dengan split-toe yang kontroversial tapi ikonik.

·     Rick Owens: Platform tinggi, vibe dark futuristik, sangat avant-garde.

·     Bottega Veneta: Versi “clean ugly” dengan chunky boots dan sandal tebal.

Sportswear & Mainstream (Paling Populer Secara Global)

·     Nike: Sneaker culture kuat dan mudah dipakai sehari-hari.

·     Adidas: Banyak model chunky yang viral di era dad sneakers.

·     New Balance: Dari sepatu “bapak-bapak” jadi simbol normcore cool.

·     Crocs: Transformasi paling dramatis dalam sejarah ugly footwear.

Siapa yang Paling Berpengaruh?

Kalau bicara soal dampak tren dan pembentuk estetika, Balenciaga adalah yang sangat dominan. Mereka mengubah persepsi publik tentang apa itu sepatu mewah. Tapi kalau bicara popularitas massal dan penjualan global, Crocs, Nike, dan New Balance jauh lebih luas jangkauannya. Dari sini bisa dilihat bahwa luxury brand sebagai yang menciptakan arah, sedangkan brand mass market yang menyebarkan tren.

 

Apakah Ugly Shoes Akan Bertahan?

Sumber: https://www.nicekicks.com/


Bila dilihat dari pola trend belakangan ini, kemungkinan besar, iya. Walau mungkin bentuknya akan berevolusi—lebih refined, lebih clean—tapi filosofi dasarnya tetap sama, yaitu nyaman, berani, dan punya karakter.

Hal ini karena fashion hari ini tidak lagi tentang “cantik menurut standar lama”, tapi tentang relevansi dan identitas. Dan selama orang masih mengutamakan kenyamanan sekaligus ingin tampil beda, ugly shoes akan selalu punya tempat.


Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait