BahanKain.id
BahanKain.id

Jangan Asal Murah! Ini 7 Pakaian Sebaiknya Tidak Dibeli Bekas

BahanKain
Jangan Asal Murah! Ini 7 Pakaian Sebaiknya Tidak Dibeli Bekas

Modern ini, budaya thrifting bukan lagi sekadar tren, melainkan gaya belanja yang telah melekat di jiwa banyak orang. Harga lebih ramah, pilihan unik, dan nuansa berburu “harta karun,” membuat aktivitas ini terasa menyenangkan. Namun, karena statusnya adalah ‘bekas’, kamu harus mempertimbangkan banyak hal, terutama faktor higienitas.

Tidak semua jenis pakaian juga aman dan layak dibeli dalam kondisi bispak alias habis pakai. Bahkan beberapa kategori berisiko menyimpan bakteri, jamur, serta kehilangan fungsi utamanya.

Lantas, apa saja pakaian yang sebaiknya tidak dibeli bekas? Dan apa alasannya? Simak ulasan berikut ini,yuk!

Mengapa Tidak Semua Pakaian Aman Dibeli Bekas?

Pakaian adalah benda yang bersentuhan langsung dengan kulit. Keringat, sel kulit mati, minyak tubuh, bahkan mikroorganisme dapat tertinggal di serat kain. Makin tinggi intensitasnya, makin besar juga risikonya. Itulah kenapa pakaian yang bersentuhan langsung dengan kulit pada area lembab (ketiak, punggung, dan area intim), memiliki risiko transfer mikrobiota yang jauh lebih tinggi.

Bakteri seperti Staphylococcus aureus atau jamur kulit dapat bertahan di serat kain dalam waktu yang lama. Walaupun dicuci, tidak semua bahan dan konstruksi pakaian bisa kembali higienis. Bakteri dan spora jamur mungkin bisa hilang saat kering, namun akan muncul kembali begitu kain tersebut terkena panas tubuh atau keringat. Risiko iritasi kulit, alergi, hingga infeksi jamur pun bisa meningkat jika kamu kurang selektif.

7 Item yang Sebaiknya Tidak Dibeli Secara Bekas

Jual beli pakaian bekas sering kali dianggap hanya masalah "cuci lalu bersih." Padahal ahli kesehatan kulit (dermatologi) dan pakar tekstil menekankan bahwa keamanan pakaian preloved maupun thrifting tidak bisa disamaratakan. Bahkan beberapa dari mereka dianggap ‘berbahaya’ dan tidak disarankan untuk dibeli secara bekas.


Berikut 8 barang yang pantang kamu beli dalam kondisi bekas (preloved atau thrifting):

1.       Pakaian Dalam

Ini adalah "pantangan" pertama, karena pakaian dalam bersentuhan langsung dengan area paling lembab dan sensitif di tubuh. Meski terlihat bersih, mikroorganisme bisa tetap bertahan di serat kain. Selain itu, elastisitas pakaian dalam bekas biasanya sudah menurun, membuatnya kurang nyaman dan tidak lagi menopang dengan baik.

Jadi, jangan pernah membeli celana dalam, bra, korset, atau shapewear dari koleksi baju bekas, ya.

2.       Baju renang

Sama halnya dengan pakaian dalam, baju renang memiliki tingkat kontak yang sangat intim dengan tubuh.

Bahan elastane atau spandek pada baju renang sangat rentan rusak akibat paparan kaporit dan sinar matahari. Membeli baju renang bekas sering kali berakhir mengecewakan karena elastisitasnya yang sudah "mati" atau kendur.

3.       Baju orahraga ketat (activewear)

Pakaian olahraga dirancang khusus dengan teknologi moisture-wicking untuk menyerap keringat dalam jumlah besar. Bahan tersebut juga cenderung memerangkap bakteri penyebab bau badan yang bersifat reaktif saat kain tersebut terpapar panas tubuh dan keringat.

Tanpa pencucian higienis, baju olahraga bisa menyimpan residu deterjen atau keringat.

4.       Baju dan perlengkapan bayi

Kulit bayi jauh lebih tipis dan sensitif dibandingkan orang dewasa, sehingga sangat rentan terhadap sisa jamur atau residu detergen keras dari pemilik sebelumnya. Selain itu, banyak baju tidur anak yang memiliki lapisan pelindung tahan api (flame retardant).

Lapisan tersebut bisa luntur seiring frekuensi pencucian, sehingga standar keamanan pada baju bekas tersebut kemungkinan besar sudah hilang.

5.       Kaos kaki dan stocking

Selain ketiak, punggung dan area intim, telapak kaki juga termasuk salah satu tempat favorit jamur kulit (tinea pedis atau kutu air). Dan kaos kaki adalah sarang bagi spora jamur yang sangat tangguh dan sulit mati hanya dengan pencucian biasa, seperti tinea pedis (kutu air). 

Mengingat harga barunya yang terjangkau, risiko infeksi kulit yang ditimbulkan tidak sebanding dengan penghematan yang kamu dapatkan dari membeli stocking atau kaos kaki bekas.

6.       Sepatu lari dan alas kaki performa

Banyak orang tergiur dengan sepatu branded bekas. Tapi tak seperti sneakers kasual, sepatu lari memiliki struktur internal yang didesain untuk meredam benturan. Dan insole sepatu lari bekas seringkali "tercetak" mengikuti anatomi kaki pemilik sebelumnya.

Bantalan (cushioning) pada sepatu olahraga juga punya batas masa pakai. Memakai sepatu yang sudah aus dapat mengubah postur tubuh, memicu nyeri sendi, hingga cedera serius.

7.       Pakaian yang sulit dicuci

Material mewah seperti kulit, sutra, dan kain halus lainnya sangat sulit dibersihkan secara menyeluruh tanpa merusak seratnya.

Penelitian menunjukkan beberapa pakaian bekas bisa membawa tungau kudis (scabies) atau parasit yang hanya mati dengan pencucian suhu tinggi. Karena bahan sensitif ini akan hancur jika "direbus" atau dicuci ekstrem, risiko kuman yang tertinggal menjadi sangat tinggi.

Itu dia 7 item fashion yang sebaiknya tidak kamu beli dari pasar barang bekas alias thrifting. Intinya, makin dekat pakaian tersebut dengan kulit dan fungsi keselamatan, makin ga baik juga kalau kamu membelinya dalam kondisi second.

Be smart, be healthy. Tetap selektif dan jadilah pembeli cerdas saat berburu harta karun fashion ini, ya.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait