BahanKain.id
BahanKain.id

Prediksi Tren Menswear 2026, Dari Poetcore hingga Rugged Luxury

BahanKain
Prediksi Tren Menswear 2026, Dari Poetcore hingga Rugged Luxury

Tren menswear global diperkirakan akan mengalami pergeseran signifikan di musim gugur/dingin 2026. Dunia mode pria tak lagi hanya berbicara soal fungsi dan kerapian, tetapi juga ekspresi personal, detail artistik, serta pendekatan berpakaian yang lebih reflektif. Sejumlah rumah mode internasional mulai memberi sinyal kuat akan perubahan ini melalui koleksi terbaru mereka, sebagaimana dirangkum dalam prediksi tren Fall/Winter 2026.

Hal tersebut dimuat dalam Redaksi Vogue edisi Januari 2026. 

Prediksi Tren Menswear 2026

Lima arah utama menswear 2026 menunjukkan bagaimana fashion pria bergerak ke ranah yang lebih emosional, berkarakter, dan kontekstual. Sebuah perkembangan yang turut memengaruhi pilihan material, konstruksi busana, hingga gaya berpakaian sehari-hari.

Berikut prediksi tren menswear Fall/Winter 2026 versi majalah Vogue:

1.       Poetcore, mode yang lebih reflektif

Salah satu tren yang mencuri perhatian adalah poetcore. Estetika ini menghadirkan gaya berpakaian yang terinspirasi dari dunia sastra, intelektual, dan seni. Siluet longgar, kemeja berkerah lembut, celana korduroi, hingga tas selempang klasik menjadi elemen utama.


Tren ini menandai pergeseran cara pandang pria terhadap fashion. Dari sekadar tampil maskulin menuju ekspresi diri yang lebih personal dan kontemplatif. Bagi industri tekstil, poetcore membuka peluang penggunaan bahan bertekstur lembut dengan warna-warna earthy dan natural.

2.       Aksesori Brooch dan Tie Pin

Detail kecil kembali mendapat sorotan. Aksesori seperti brooch dan tie pin diprediksi akan kembali populer sebagai bagian penting dari gaya formal pria. Kehadirannya bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi pernyataan gaya yang memperkaya tampilan setelan klasik.

Kembalinya aksesori ini juga menandakan meningkatnya minat terhadap busana pria yang lebih detail-oriented, di mana kualitas material dan finishing menjadi faktor penentu.

3.       Siluet Ramping gantikan Oversized

Setelah beberapa musim didominasi potongan oversized, tren menswear 2026 menunjukkan kembalinya siluet ramping dan terstruktur. Jas, mantel, hingga atasan akan tampil lebih fit tanpa mengorbankan kenyamanan.

Perubahan ini menjadi sinyal bahwa konsumen mulai mencari keseimbangan antara estetika modern dan potongan klasik yang lebih presisi. Produsen pun dituntut untuk kembali menghadirkan material yang mendukung konstruksi rapi dan jatuh sempurna.

4.       Rugged Luxury

Konsep rugged luxury semakin menguat di 2026. Gaya ini memadukan elemen utilitarian seperti jaket kerja, busana outdoor, dan potongan fungsional dengan sentuhan mewah dari segi bahan dan detail.

Palet warna netral seperti khaki, cokelat, abu-abu diprediksi tetap akan mendominasi. Sejalan dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap durabilitas pakaian dan fungsi jangka panjang, bukan sekadar tren musiman.

5.       Warna Retro

Warna-warna bernuansa retro seperti blood orange, biru pucat, hingga sentuhan pink lembut akan mewarnai koleksi menswear 2026. Nuansa ini memberi kesan hangat dan optimistis di tengah dominasi warna gelap khas musim dingin.

Bagi dunia tekstil dan konveksi, tren warna ini membuka ruang eksplorasi baru dalam pemilihan kain, pewarnaan, dan kombinasi material yang lebih berani namun tetap wearable.

Secara keseluruhan, tren menswear 2026 mencerminkan perubahan gaya hidup pria modern yang lebih sadar akan identitas, kenyamanan, dan nilai estetika. Mode pria tidak lagi sekadar mengikuti aturan baku, melainkan menjadi medium untuk menyampaikan karakter dan cara pandang.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait