BahanKain.id
BahanKain.id

Sejarah Dowa Bag, Tas Rajut Handmade Yogyakarta yang Tembus Pasar Global

BahanKain
Sejarah Dowa Bag, Tas Rajut Handmade Yogyakarta yang Tembus Pasar Global

Dowa bag bukan lagi nama baru di industri fashion lokal. Di tengah dominasi tas kulit mewah, Dowa Bag berhasil mempertahankan identitasnya sebagai brand tas rajut handmade berkualitas tinggi yang sudah go internasional. Jalinan benang yang membentuk setiap produk Dowa menjadikannya lebih dari sekedar aksesoris fungsional dan pelengkap gaya berbusana, melainkan sebuah karya seni.

Seperti apa perjalanan brand tas rajut asal Yogyakarta ini hingga menembus pasar internasional? Simak ulasan berikut ini, yuk!

Sejarah Singkat Merek Dowa

Dowa Bag dikenal sebagai merek tas rajut atau crochet handmade khas Yogyakarta yang produknya sudah dikenal luas di pasar luar negeri. Ia mempunyai tempat spesial di dunia fashion karena karakternya yang kuat. Memadukan antara nilai estetika dan fungsi, serta detail pengerjaan yang mencerminkan craftsmanship Indonesia.

Perjalanan sejarah Dowa Bag dimulai dari tangan Delia Murwihartini di Yogyakarta, yang mengawali usaha rumahan rajutan tangan pada tahun 1989. Basic-nya sederhana, ia memilih seni rajut karena bisa dikerjakan tanpa mesin, hanya jarum, benang. Tapi disitulah kekuatan utamanya. Setiap tas dibuat dengan waktu, ketelitian, dan sentuhan personal.


Sumber: https://www.lazada.co.id/

Memanfaatkan keahlian lokal wanita Jawa dan pengalaman memproduksi kriya rajut untuk merek Eropa dan Amerika, brand Dowa berhasil menciptakan produk tas premium yang menggabungkan kerajinan tangan dengan mode dunia.

Meski tidak secara eksplisit memasarkan mereknya di luar negeri, produk Dowa berhasil menembus pasar global di bawah brand “The Sak” asal amerika dan “The Read’s” di Eropa. Sedangkan tas dengan merek dagang “Dowa” lebih dikenal di pasar lokal.

Perjalanan Produk Dowa Bag dari Pasar Lokal ke Global

Menariknya, perjalanan Dowa Bag Yogyakarta ke luar negeri justru terjadi lebih awal daripada penguatan brand di dalam negeri. Pada tahun 1990, hanya sekitar setahun sejak produksi dimulai, tas rajut buatan Dowa sudah menembus pasar ekspor, termasuk ke Eropa seperti Swedia.

Baca Juga:
Black Friday di Dunia Fashion Lokal: Panduan Belanja Cerdas Biar Gaya Tetap Maksimal!

Delia Murwihartini aktif mengikuti berbagai pameran dan memperkenalkan produknya secara langsung kepada buyer luar negeri. Ia benar-benar “menjemput bola”, membangun relasi satu per satu dengan pendekatan personal. Tanpa gegap gempita, tanpa kampanye besar, hanya lewat konsistensi kualitas dan keberanian untuk mencoba.

Perlahan, tas rajut handmade asal Jogja ini mulai dikenal dan disukai oleh konsumen luar negeri. Semua dilakukan tanpa gegap gempita, hanya konsistensi dan keberaniannya untuk mencoba.

Arti Nama Dowa dan Nilai di Baliknya

Meski proses produksi sudah berjalan lama, nama Dowa baru resmi digunakan sebagai merek pada tahun 2008. Nama ini berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “doa”.


Sumber: https://shopee.co.id/

Maknanya sederhana namun dalam. Ia menjadi pengingat bahwa setiap proses, dari merajut, menjahit, hingga menjual, selalu disertai niat dan harapan baik. Sejalan dengan proses rajut itu sendiri yang tenang, tidak tergesa-gesa, dan penuh kesabaran demi menghasilkan produk berkualitas tinggi.

Disinilah arti kata ‘Dowa’ lebih dari sekedar identitas brand, tapi juga menyiratkan doa bagi para pengrajin, pemakai tasnya, serta keberlanjutan usaha itu sendiri.

Satu hal yang membuat brand Dowa begitu kuat hingga hari ini adalah komitmennya terhadap pemberdayaan pengrajin lokal. Dimana sebagian besar pekerjanya adalah perempuan yang bekerja dari rumah di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Model kerja ini memberi ruang bagi banyak ibu untuk tetap produktif tanpa meninggalkan peran di rumah. Setiap tas bukan hanya hasil desain, tapi juga cerminan kehidupan para pembuatnya. Di sinilah Dowa bukan hanya brand fashion, tapi juga ekosistem kecil yang saling menguatkan.

Perkembangan Dowa Bag Saat Ini

Seiring waktu, Dowa berkembang mengikuti kebutuhan pasar. Model tas semakin beragam, desain lebih modern, namun teknik rajut dan nilai handmade tetap dipertahankan.

Kini, Saat ini, Dowa memproduksi berbagai produk fesyen handmade berkualitas premium. Selain tas rajut sebagai produk unggulan, Dowa juga menghadirkan tas berbahan kulit, kanvas, dan rotan, termasuk seri-seri modern seperti Vega Leather.

Ragam produknya mencakup shoulder bag, sling bag, clutch, dompet, pouch, hingga aksesori seperti gantungan kunci dan tempat koin. Bahkan, Dowa juga merambah home collection seperti tempat tisu dan tatakan gelas.

Kategori Produk Utama:

·         Tas Rajut & Crochet: Ini adalah produk unggulan Dowa, dengan berbagai model tas tangan, selempang, hingga ransel.

·         Tas Bahan Lain: Ada juga tas berbahan kulit, kanvas, dan rotan dengan desain modern, seperti seri VEGA LEATHER.

·         Aksesori: Produk pelengkap seperti dompet, clutch, pouch, tempat koin, tempat gadget, AirPods case, hingga gantungan kunci.

·         Home Collection: Produk untuk rumah tangga, seperti tempat tisu, tatakan gelas (coaster), sarung bantal (cushion cover), dan placemat.

Di balik setiap rajutan, ada waktu, ada tangan-tangan terampil, dan ada nilai yang tidak bisa digantikan oleh mesin. Dowa membuktikan bahwa produk berbasis kerajinan bisa tetap relevan di tengah arus fashion cepat.  Asalkan kualitas bahan, ketelitian proses, dan kejujuran desain tetap dijaga. 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait