BahanKain.id
BahanKain.id

Teknik Sunprint (Cyanotype), Cara Mencetak Motif Daun di Kain dengan Sinar Matahari

BahanKain
Teknik Sunprint (Cyanotype), Cara Mencetak Motif Daun di Kain dengan Sinar Matahari

Pernahkah kamu membayangkan bagaimana "mencetak" siluet daun atau bunga langsung di atas kain tanpa mesin dan cetakan digital? Itulah pesona teknik sunprint alias cyanotype yang digunakan orang-orang jaman dulu untuk mencetak pola-pola unik bagian tumbuhan pada kain atau kertas.

Tak butuh peralatan canggih atau proses rumit. Hanya dengan sinar ultraviolet (UV) dari matahari, siluet dedaunan dan bunga-bunga yang indah bisa tercetak langsung di atas kain, kertas, hingga produk dekorasi rumah. Seperti apa mekanismenya? Simak ulasan berikut ini, yuk!

Apa Itu Teknik Sunprint?

Sun print adalah teknik mencetak motif pada permukaan kain atau kertas dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai media pengembang warna. Teknik ini menawarkan proses pencetakan motif yang lebih ramah lingkungan.


Sumber: https://lyndaheines.com/

Tidak perlu tinta plastik, mesin canggih, atau listrik bertegangan tinggi. Cukup dengan sinar ultraviolet (UV) dari matahari, kamu bisa mengubah kaos polos, tote bag katun, atau kain linen tua jadi item fashion yang punya cerita unik.

Prosesnya diawali dengan melapisi permukaan kain menggunakan bahan peka cahaya. Lalu, objek seperti daun, bunga, atau bagian tumbuhan lain di tempelkan sedemikian rupa di atasnya. Setelah itu, barulah keduanya dijemur di bawah matahari.

Area yang terkena cahaya akan bereaksi dan berubah warna, sedangkan bagian yang tertutup membentuk siluet alami atau bayangan objek tersebut.

Sekilas Tentang Sejarah Teknik Sunprint

Metode sun print berkaitan erat dengan teknik Cyanotyoe yang ditemukan pada abad ke-19 oleh ilmuwan Inggris, Sir John Herschel. Awalnya digunakan untuk keperluan dokumentasi ilmiah, cyanotype kemudian berkembang menjadi teknik seni dan diaplikasikan ke berbagai media, termasuk tekstil.

Lebih dari sekadar kerajinan tangan, ia merupakan perpaduan antara sains kimia dan estetika alam karya seni berwarna biru prussian.

Seiring perkembangannya, sun print tidak lagi terbatas pada warna biru khas cyanotype. Banyak perajin dan pelaku tekstil kini mengombinasikannya dengan pewarna alami. Sehingga menghasilkan palet warna yang lebih beragam dan selaras dengan konsep ramah lingkungan

Cara Membuat Sun Print

Proses sun print sebenarnya tidak rumit, tapi membutuhkan sedolot ketelatenan dan kepekaan terhadap kondisi sekitar. Meski begitu, sinar matahari hanya berfungsi sebagai pemicu reaksi, bukan sebagai pewarna utama. Artinya, sunprint tidak bisa dilakukan tanpa bahan khusus atau zat fotosintesis. 


Sumber: https://shop.getty.edu/

Setidaknya ada tiga bahan yang perlu kamu persiapkan untuk hasil karya sun print yang istimewa,:

·         Kain Alami,

Kunci utama keberhasilan adalah tekstil serat alami, seperti katun, linen, atau sutra. Karena daya serap serat sintetis seperti poliester tidak akan sebaik kain-kain ini.

·         Zat fotosintesis,

Cairan Cyanotype (The Magic Mix) juga menjadi campuran antara Ferric Ammonium Citrate dan Potassium Ferricyanide. Kini, kamu bisa menemukan "Cyanotype Kit" siap pakai di berbagai marketplace.

·         Objek Desain,

Disinilah kreativitasmu diuji. Carilah objek-objek yang menurutmu indah dan menarik. Kamu bisa menggunakan tanaman, renda tua, hingga klise foto transparan.

·         Kaca Bening

Disinilah kreativitasmu diuji. Kamu bisa menggunakan tanaman, renda tua, hingga klise foto transparan.

Sunprint bukan sekadar menjemur kain di bawah matahari. Ada tahapan persiapan, aplikasi bahan, hingga fiksasi warna yang perlu diperhatikan agar motif tercetak jelas dan tahan lama.

Berikut langkah demi langkahnya:

1.       Persiapan bahan

Cuci kain terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa zat kimia pabrik. Setelah itu, keringkan dan bentangkan di permukaan datar.

2.       Meracik "Ramuan" Peka Cahaya

Proses dimulai di dalam ruangan yang redup. Campurkan larutan A dan B dengan perbandingan 1:1. Notes: hasil camputan tersebut berupa zat fotosinteis yang sangat sensitif terhadap cahaya.

Dalam praktik sunprint berbasis alam, zat fotosensitif bisa dibuat dari kombinasi pewarna alami, seperti:

•     Daun indigo

•     Secang

•     Jati

•     Ketapang

•     Kunyit

Dan zat pengikat warna (Mordant):

•     Tawas (aluminium sulfat)

•     Tunjung (ferrous sulfate)

•     Kapur

Oleskan larutan ke kain menggunakan kuas atau spons secara merata. Lalu biarkan kering di tempat yang benar-benar gelap (di dalam lemari atau kotak kardus).

3.       Susun Objek di Atas Kanvas

Setelah kering, letakkan daun, bunga atau objek pilihanmu di atasnya. Tindih dengan lembaran kaca bening agar objek menempel sempurna pada kain. Langkah ini penting untuk menghasilkan tepi motif yang tajam (crisp). Jika objek tidak menempel rapat, hasilnya akan terlihat blur atau berbayang.

4.       Eksposur Sinar Matahari

Selanjutnya, jemur kain di bawah terik matahari langsung. Pilih waktu dimana indeks UV sedang tinggi dan mencapai puncaknya yaitu antara pukul 10.00 hingga 14.00.

Biarkan selama 10-20 menit dan lihat perubahan warnanya. Biasanya kain akan berubah dari kuning kehijauan menjadi biru tua keabu-abuan. Inilah tanda bahwa reaksi kimia sedang berlangsung.

5.       Pembilasan (The Reveal)

Terakhir, cuci dan bilas kain menggunakan air mengalir untuk melunturkan sisa bahan kimia yang tidak terkena matahari. Proses ini akan meninggalkan pola putih bersih di tengah latar belakang biru yang mulai pekat.

Untuk mendapatkan warna biru yang lebih dalam, tambahkan beberapa tetes Hidrogen Peroksida (3%) ke dalam air bilasan. Warnanya akan langsung berubah menjadi biru gelap yang dramatis.

Sebagai karya seni organic, kain sunprint membutuhkan perawatan khusus agar warnanya tidak pudar. Cucilah secara manual dengan sabun atau deterjen ber-pH Netral. Sebisa mungkin, hindari deterjen yang mengandung fosfat atau pemutih karena dapat mengubah warna biru menjadi kuning. Keringkan di tempat yang teduh.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait