6 Tren Fashion Paling Aneh dalam Sejarah: Dari Macaroni sampai Lover’s Eye

Fashion selalu berubah, dan dalam perjalanannya, manusia pernah mencoba berbagai tren yang—kalau dilihat sekarang—terkesan aneh, eksentrik, atau bahkan berbahaya. Meski begitu, tren-tren ini pernah menjadi simbol status, kecantikan, dan identitas sosial di zamannya.
Berikut enam tren paling unik dari sejarah yang pernah membuat orang “going wild”.
1. Macaroni: Ketika Pria Memakai Wig Raksasa nan Drama
Pada pertengahan abad ke-18, Inggris sempat kedatangan tren yang disebut Macaroni. Ini bukan makanan, tapi gaya berbusana pria yang ekstrem:
· Wig super besar dan tinggi
· Topi kecil lucu yang diletakkan di puncaknya
· Warna pakaian mencolok
· Siluet tubuh ramping dengan detail berlebihan
Macaroni muncul sebagai gaya anak muda aristokrat yang ingin menonjolkan status, kekayaan, dan “taste” internasional. Semakin besar, semakin heboh, semakin dianggap fashionable.
Sekarang? Mungkin lebih mirip campuran antara haute couture dan cosplay.
2. Powdered Wigs: Simbol Status & Kemewahan yang Beratnya Nyata
Jika bicara tentang fashion Eropa abad ke-17 dan 18, wig putih adalah ikon yang tak terpisahkan. Powdered wigs dikenakan oleh bangsawan, pejabat, bahkan raja.
Kenapa wig-nya putih?
Karena dibedaki dengan campuran tepung dan kadang parfum. Semakin lebar dan semakin tinggi bentuknya, semakin menunjukkan status sosial.
Tapi ada sisi gelapnya:
· Wig berat dan panas
· Harus dirawat khusus
· Bedaknya berisiko memicu alergi dan penyakit kulit
Meski begitu, wig ini tetap menjadi simbol kekuasaan hingga hari ini—bahkan masih dipakai di beberapa pengadilan tradisi Inggris.
3. Face Enameling: Kulit Porselen Berlapis Racun
Di akhir era Victoria, muncul tren kecantikan ekstrem bernama face enameling.
Tujuannya sederhana: membuat kulit terlihat seputih porselen, sehalus kaca, dan tanpa pori.
Caranya?
Dengan melapisi wajah menggunakan enamel, bahan yang biasa dipakai untuk porselen—kadang mengandung arsenik atau timah.
Hasilnya memang flawless. Tapi efek sampingnya:
· Kulit melepuh
· Iritasi parah
· Keracunan bahan kimia
Tren ini akhirnya pudar seiring kesadaran akan bahayanya. Tapi ia tetap jadi salah satu beauty trend paling ekstrem di sejarah.
4. Black Teeth: Ketika Gigi Hitam Justru Dianggap Elegan
Di Jepang (disebut ohaguro), Vietnam, dan sebagian Asia lain, ada tradisi mengecat gigi menjadi hitam mengilap.
Alasannya?
· Simbol kematangan
· Status sosial
· Kecantikan
Perlindungan gigi dari kerusakan (iya, surprisingly efektif)
Pada masa itu, gigi putih dianggap “mentah” atau “anak-anak,” sedangkan gigi hitam menandakan kedewasaan dan kesopanan.
Buat kita sekarang tampak aneh, tapi bagi mereka, black teeth adalah puncak elegance.
5. Hairwork: Perhiasan Cantik dari Rambut Manusia
Rambut bukan hanya untuk dipakai di kepala—di abad ke-18 dan 19, rambut menjadi bahan untuk membuat bros, liontin, gelang, cincin, sampai lukisan kecil.
Hairwork biasanya dibuat:
· Dari rambut pasangan
· Dari rambut keluarga
· Dari rambut orang yang sudah meninggal (mourning jewelry)
Ini adalah bentuk cinta, memori, dan rasa duka yang dibuat cantik dan simbolis.
Sekarang mungkin terasa spooky, tapi pada zamannya, hairwork dianggap sangat sentimental dan berharga.
6. Lover’s Eye: Seni Mata Miniatur untuk Cinta Rahasia
Tren romantis ini muncul di akhir abad ke-18. Seseorang memberikan perhiasan yang menampilkan lukisan mini seukuran kuku—tapi hanya satu mata dari orang yang dicintai.
Kenapa satu mata saja? Agar identitasnya tidak ketahuan.
Cocok untuk cinta diam-diam, hubungan terlarang, atau romansa yang harus disembunyikan dari keluarga dan masyarakat.
Lover’s eye tidak hanya cantik, tapi juga misterius dan sangat intim.
Kesimpulan
Setiap tren fashion lahir dari konteks sosial, budaya, dan estetika pada masanya.
Mulai dari wig raksasa, gigi hitam, perhiasan rambut, hingga mata miniatur, semua punya cerita unik yang memperlihatkan betapa kreatif—dan kadang ekstrem—manusia dalam menjalani fashion.
Fashion selalu berubah. Yang dulu dianggap normal, kini bisa terlihat aneh. Dan siapa tahu, beberapa tren masa kini akan dianggap “gila” oleh generasi mendatang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



