Mengenal Drawn Thread Embroidery dan Cara Membuatnya

Diantara berbagai jenis sulaman yang rumit, penuh warna, atau kaya detail, ada satu teknik yang memikat karena kesederhanaannya drawn thread embroidery. Sebuah metode hias kain yang menghasilkan detail rapi dan cantik. Seperti renda, namun lebih elegan dan natural.
Semua keindahan dibuat hanya dengan menarik sebagian benang dari kain, lalu kembali menghiasnya menggunakan teknik khusus. Hasilnya begitu lembut, bersih, dan menciptakan karakter yang tidak dimiliki teknik lain. Yuk, cari tahu lebih banyak tentang teknik sulam tarik benang ini!
Sekilas Tentang Drawn Thread Embroidery
Drawn thread embroidery termasuk jenis openwork embroidery yang tradisionalnya dibuat menggunakan benang putih pada kain putih. Ia merupakan generasi sulaman paling awal dan dianggap sebagai cikal bakal teknik renda tangan.
Secara harfiah, drawn thread embroidery adalah teknik sulaman dekoratif dimana benang lusi (warp) atau pakan (weft) sengaja dihilangkan untuk menciptakan celah pada kain. Sisa benang yang tertinggal kemudian dijahit kembali menggunakan tusuk-tusuk dekoratif guna membentuk pola atau motif.

Hasilnya sangat rapi dan terstruktur karena tiap pola dibenruk berdasarkan hitungan benang kain (counted-thread). Lubang atau celah yang terbentuk berperan layaknya sebuah kanvas, tempat dimana pola-pola indah diciptakan,
Awalnya, sulaman ini hanya digunakan pada linen rumah tangga serta kain-kain religius bangsawan Eropa, seperti taplak meja, linen altar, sapu tangan, dan pakaian istimewa. Namun ia terus berkembang, dari hemstitch sederhana menjadi variasi lengkap yang menggabungkan tusuk renda dan sulaman datar.
Bentuk modernnya bisa dilihat pada Hardanger Embroidery yang memadukan drawn thread work dengan cutting dan filling lebih artistic.
Kain Terbaik Untuk Sulaman Tarik Benang
Idealnya teknik ini dilakukan pada kain linen yang kuat dan mudah dilepaskan tanpa merusak kain. Meski demikian, beberapa kain katun atau kain tenun lain dengan struktur benang yang jelas tetap bisa digunakan asal tenunannya cukup rapat.
Kriteria kain yang ideal untuk proyek sulaman drawn thread:
· Even-weave/even-count
Sulaman tarik benang paling cocok diaplikasikan pada kain dengan tenunan polos atau plain weave. Jumlah benang lungsin dan pakan yang seimbang akan memudahkan hitungan dalam pembuatan pola simetris
· Kepadatan sedang-tinggi
Benang harus cukup rapat agar area yang ditarik tersisa cukup benang untuk dijahit ulang.Spesifiknya kain tersebut harus memiliki permukaan yang rata, halus dan ditenun dengan kerapatan sedang hingga tinggi.
· Serat kuat
Karakter benang kain juga harus kuat dan tidak mudah pecah agar tidak rusak atau putus saat ditarik.
Sedangkan pilihan benang sulam meliputi:
· Benang isian: sedikit lebih tebal dari benang kain memberi hasil anyaman yang jelas (contoh: perle cotton / stranded cotton dengan 1–3 strand tergantung ketebalan).
· Benang penguat tepi: jenis satu atau dua ply yang kuat tergantung mata-jarum dan teknik menjahit.
Baca Juga: |
Cara Membuat Drawn Tread Embroidery
Tidak seperti sulaman lain yang menambahkan elemen baru di atas permukaan kain, drawan thread embroidery justru mengolah tubuh kain itu sendiri sebagai dekorasi. Pembuatan motifnya memanfaatkan struktur anyaman kain (warp × weft).

Praktiknya memang gampang-gampang susah. Dibilang gampang tapi agak rumit, mau dikatakan susah juga sebenarnya tidak karena langkahnya cukup sistematis. Kamu hanya perlu ketelitian, kain yang tepat, dan sedikit kesabaran.
1. Persiapkan alat dan bahan
Langkah pertama selalu dimulai dari bahan yang pas. Untuk teknik ini, pilih kain yang anyamannya rata dan teratur seperti linen atau katun even-weave. Siapkan juga:
· jarum sulam,
· benang sulam,
· gunting kecil yang tajam,
· dan pinset kain.
Alatnya sederhana, tapi kombinasi kain + benang yang tepat akan sangat mempengaruhi hasil akhir.
2. Tentukan area desain
Step berikutnya adalah menentukan area mana yang akan diberi detail sulaman drawn thread. Bentuknya bisa berupa garis horizontal, vertikal, panel dekoratif, atau bagian ornamen tepi.
Caranya:
· Ukur dan tandai area desain,
· Tentukan jumlah helai benang yang akan ditarik,
· Pastikan garisnya lurus
Ini memberikan batasan agar hasil penarikan benang tetap simetris dan memudahkan proses selanjutnya.
3. Kunci Tepian
Sebelum melepaskan benang dari kain, buatlah batasan di seluruh tepi area desain. Caranya, buat jahitan kecil (biasanya hemstitch) di sepanjang garis yang sudah ditandai. Ibarat pagar kecil, jahitan ini mencegah kain agar tidak mengendur atau terurai saat ditarik.
4. Tarik benang
Tepi sudah aman, kini saatnya membuka area kerja. Gunting salah satu ujung benang kain, tarik perlahan menggunakan pinset sampai batas yang kamu inginkan.
Bagian ini butuh kesabaran, tetapi memuaskan karena perlahan kain akan terlihat garis lubang yang rapi dan bersih.
5. Susun benang sisa
Setelah beberapa helai benang hilang, kamu akan melihat benang lain yang tetap berada di tempatnya. Nah, benang-benang inilah yang nanti menjadi struktur pola. Kamu bisa:
· mengumpulkannya jadi kelompok kecil,
· membungkusnya dengan benang sulam,
· atau mulai menganyamnya jadi bar kecil.
Inilah tahap yang membuat drawn thread embroidery tampak seperti renda, padahal dasar kainnya masih tetap utuh.
6. Bentuk polanya
Sekarang masuk ke bagian yang paling kreatif. Di sinilah nilai seni dari teknik drawn thread mulai terasa: ada kontrol ritmis antara jarum, benang, dan permukaan kain. Mulailah menjahit untuk membangun pola openwork.
Berikut beberapa pola yang bisa kamu coba:
· Ladder stitch yang terlihat seperti tangga,
· Woven bar yang tampak seperti anyaman kecil,
· Twisted bar untuk efek lilit elegan,
· atau simpul-simpul kecil sebagai pemanis.
Kamu bisa membuat jahitan mengalir dengan mengambil dua atau tiga helai benang pada kain, lalu jahit ikatannya jadi satu. Jangan lupa, atur jarak dan tekanan jahitan agar polanya konsisten.
Kamu tinggal mengulang ritme jahitan yang sama dari ujung ke ujung sampai pola terbentuk penuh. Semakin konsisten tekanan jarum dan jarak benang, semakin rapi hasilnya.
7. Finishing
Selesai dengan jahitan ikat, potonglah benang-benang sisa, rapikan dan setrika dari sisi belakang kain supaya permukaannya rata.
Mekanisme finishing sulaman drawn threat tergantung produknya. Namun, kamu perlu memastikan:
· Tepi luar kain dijahit rapih,
· Area openwork tidak tertekan berlebihan,
· Kain tidak dilipat di area yang bersulam lubang.
Itu dia pengertian dan langkah
demi langkah untuk membuat kreasi drawn
thread embroidery. Dimulai dari memilih kain, menarik benang, mengamankan
tepi, lalu menambahkan elemen dekoratif. Sudah siap mencobanya?
Nah, kamu bisa memulainya dengan koleksi kain blacu cotton dari etalase BahanKain.id.
Mau develop kain pun bisa untuk
partai besar. Atau sudah expert dan pengen langsung praktik di kain linen asli?
Disini juga ada lho.
Temukan berbagai pilihan kain Etalase Produk kami,
Atau konsultasikan langsung kebutuhan kain Anda dengan menghubungi customer service kami dan dapatkan rekomendasi serta penawaran terbaiknya.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



