BahanKain.id
BahanKain.id

Jangan Asal! Ini Cara Merawat Kain Songket agar Tidak Cepat Rusak

BahanKain
Jangan Asal! Ini Cara Merawat Kain Songket agar Tidak Cepat Rusak

"Gimana sih cara merawat kain songket supaya warnanya tetap berkilau dan nggak cepat rusak?" Satu pertanyaan umum yang membayangi para pemilik kain songket. Bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga mengingat harga kain songket yang  tidak murah dan punya nilai sentimental tinggi. 

Biar nggak bingung, simak ulasan berikut ini, yuk!

Cara Merawat Kain Songket

Songket merupakan salah satu wastra kebanggan Indonesia. Kain terkenal akan keindahan serta kerumitan motifnya ini dibuat dengan kombinasi benang emas, perak, atau sutra di antara tenunan dasar kain. Butuh ketelitian tinggi dan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan lamanya karena prosesnya masih dilakukan secara manual oleh para pengrajin.

Hasilnya, berupa kain dengan motif timbul berkilau yang menampilkan keindahan luar biasa. Tiap corak menyiratkan simbol kemakmuran, kebijaksanaan, hingga harapan untuk kehidupan yang harmonis.


Sumber: https://westsumatra360.com/

Dibalik keindahan dan keistimewaan yang dimilikinya, songket membutuhkan perhatian khusus. Karena terbuat dari benang halus dan berkilauan, cara merawat yang salah bisa berakibat fatal. Entah struktur tenunan yang rusak atau warna benang yang pudar dan menjadi kusam.

Nah, kalau kamu punya kain songket dari warisan keluarga, bahan fashion, atau dekorasi rumah — penting banget tahu cara merawatnya dengan benar.

1.       Cuci dengan tangan

Kain songket sangat sensitif, terutama karena penggunaan benang logam yang akan rusak jika diputar cepat di mesin cuci. Maka dari itu, cara terbaik untuk mencuci songket adalah secara manual menggunakan tangan. Cukup rendam kain dalam air dingin atau hangat kuku selama beberapa menit, lalu gunakan sabun lembut atau shampoo bayi.

Jika ada bagian yang kotor, bersihkan perlahan tanpa menggosok keras. Setelah selesai, bilas dengan air bersih dan angin-anginkan di tempat teduh. Dengan cara ini, motif dan kilau benang emas atau perak di kain songket akan tetap terjaga.

2.       Hindari sinar matahari langsung

Sinar matahari yang terlalu terik bisa menyebabkan warna songket memudar dan serat kainnya rapuh. Oleh karena itu, hindari menjemur songket langsung di bawah matahari. Sebaiknya, jemur di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik. Letakkan kain di atas alas kain lembut, dan posisikan bagian dalam kain menghadap keluar agar benang logam tidak terkena sinar secara langsung.

Hindari juga penggunaan mesin pengering, karena suhu panas yang tinggi dapat merusak struktur tenun dan mengubah bentuk kain.

3.       Setrika di Suhu Rendah

Kain songket sebenarnya jarang membutuhkan setrika, karena panas dapat memengaruhi tekstur dan kilau benangnya. Namun, jika kamu merasa perlu menyetrikanya, pastikan menggunakan suhu rendah. Balik kain terlebih dahulu agar bagian luar tidak langsung terkena panas, lalu lapisi dengan kain tipis seperti katun sebelum disetrika.

Baca Juga:
Mengenal Songket Pandai Sikek, Kain Tenun Bersulam Emas Khas Sumatera Barat

Hindari penggunaan setrika uap atau menekan kain terlalu keras. Teknik ini menjaga motif songket tetap timbul dan mengilap, tanpa membuat benangnya meleleh atau kusam.

4.       Simpan dan Cara Digulung

Banyak orang tidak menyadari bahwa cara menyimpan kain juga memengaruhi keawetannya. Kain songket tidak boleh dilipat, karena lipatan bisa meninggalkan bekas permanen pada benang logamnya. Sebagai gantinya, gulung kain dengan rapi menggunakan tisu bebas asam atau kain lembut untuk melindungi permukaannya.

Setelah itu, simpan di tempat yang kering, sejuk, dan bebas lembap. Tambahkan silika gel untuk mencegah jamur, dan hindari menyimpannya dalam plastik tertutup rapat karena bisa menahan uap air. Dengan cara ini, songket akan tetap rapi dan tidak mudah rusak meski disimpan dalam waktu lama.

5.       Bersihkan noda dengan hati-hati

Kalau kain songket terkena noda, jangan panik dan jangan langsung digosok keras. Cukup ambil kain lembut, basahi sedikit dengan air hangat yang dicampur sabun bayi, lalu tepuk-tepuk perlahan bagian yang terkena noda.

Setelah itu, keringkan dengan menekan lembut menggunakan kain kering dan bersih. Hindari pemakaian pemutih, detergen kuat, atau cairan pelarut karena bisa merusak warna dan benang logam. Intinya, perlakukan songket seperti kain sutra: dengan lembut dan penuh kehati-hatian.

6.       Hindari semprot parfum langsung ke kain

Banyak orang suka menyemprotkan parfum langsung ke kain agar wangi, padahal hal ini bisa merusak kualitas songket. Kandungan alkohol pada parfum dapat menyebabkan noda dan membuat benang logam tampak kusam.

Jadi, sebaiknya semprot parfum ke tubuh atau pakaian dalam terlebih dahulu, baru kenakan kain songketnya. Cara sederhana ini bisa menjaga kain tetap harum tanpa merusak kilau alaminya.

7.       Pakai jasa dry clean professional

Khusus untuk kain songket yang berbahan dasar sutra atau bernilai tinggi, dry cleaning profesional adalah pilihan paling aman. Laundry biasa seringkali tidak memahami karakter kain songket, sehingga berisiko merusak teksturnya.

Sementara itu, dry clean menggunakan bahan pembersih khusus yang lebih lembut, menjaga warna, kilau, dan struktur tenun agar tetap sempurna. Pilih jasa laundry yang sudah berpengalaman menangani kain tradisional agar hasilnya maksimal. 

Itu dia beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam merawat kain songket. Selain menjaga keindahan serta motifnya, teknik perawatan yang tepat akan membuat kain songket tetap awet meski digunakan hingga bertahun-tahun lamanya. Semoga pengetahuan ini bermanfaat, ya! 

Ingin menenun keindahan seperti kain songket klasik yang berkilau sempurna? Gunakan bahan terbaiknya hanya dari bahankain.id.
Kami menyediakan berbagai pilihan benang sutra, cotton, dan benang metalik yang cocok untuk pembuatan kain songket berkualitas tinggi.


Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait