BahanKain.id
BahanKain.id

Mengenal Sejarah dan Gaya Ikonik Sweatshirt. Lebih dari Sekadar Pakaian Hangat

BahanKain
Mengenal Sejarah dan Gaya Ikonik Sweatshirt. Lebih dari Sekadar Pakaian Hangat

Kamu pasti punya setidaknya satu pakaian tebal, nyaman, dan seringkali jadi andalan saat cuaca dingin atau sekadar malas berdandan, bukan? Yap, kita sedang bicara tentang sweatshirt. Pakaian ini mungkin terlihat sederhana, tapi di baliknya tersimpan sejarah menarik yang mengubahnya dari seragam atlet menjadi salah satu ikon fashion paling universal.

 

Bukan Sekadar “Baju Keringat” Biasa

Nama “sweatshirt” sebenarnya punya makna harafiah: “baju keringat”. Asal muasalnya bisa ditarik kembali ke tahun 1920-an. Saat itu, pemain sepak bola Amerika sering memakai sweater rajutan yang gatal dan tidak nyaman saat latihan. Benjamin Russell Jr., seorang pemain sepak bola, mengeluhkan hal ini pada ayahnya, Benjamin Russell Sr.,yang merupakan pemilik pabrik pakaian.

Russell Sr. kemudian menemukan solusi revolusioner: membuat pakaian dari bahan katun yang lembut dan dapat menyerap keringat. Pakaian ini tidak hanya lebih nyaman, tetapi juga memungkinkan keringat menguap sehingga tubuh tetap hangat. Sejak saat itu, sweatshirt buatan Russell Athletic menjadi populer di kalangan atlet dan tim olahraga, mengakhiri era sweater rajut yang tidak praktis.

 

Ciri-ciri Khas Sweatshirt

Sweatshirt adalah jenis pullover, yang berarti tidak memiliki resleting atau kancing di bagian depan, serta tidak memiliki tudung kepala. Baju ini juga didesain mirip seperti kaus berlengan panjang, tetapi lebih tebal dan biasanya memiliki leher bundar (crew neck). Umumnya terbuat dari bahan katun tebal atau campuran katun, seringkali dengan bagian dalam yang berbulu lembut atau fleece untuk memberikan kehangatan dan kenyamanan. Baju ini dikenal karena sifatnya yang santai, tebal, dan nyaman, menjadikannya pilihan populer untuk pakaian kasual sehari-hari atau saat bersantai.

 

Dari Lapangan Olahraga ke Jalanan Kota

Popularitas sweatshirt tidak hanya berhenti di lapangan olahraga. Pada tahun 1960-an, banyak universitas mulai menggunakan sweatshirt sebagai media promosi. Mereka mencetak logo atau nama universitas di bagian depan, menciptakan identitas baru yang disebut collegiate style. Sejak saat itu, sweatshirt menjadi simbol gaya hidup mahasiswa yang santai, cerdas, dan penuh semangat.

Gaya ini kemudian diadopsi oleh budaya streetwear pada tahun 1980-an dan 1990-an. Para skateboarder, penari, dan seniman grafiti menganggap sweatshirt sebagai kanvas kosong yang sempurna untuk mengekspresikan diri. Kepraktisan, kenyamanan, dan tampilan yang effortlessly cool menjadikannya pilihan utama bagi mereka yang ingin tampil beda namun tetap otentik.

 

Perbedaan Sweatshirt dengan Pakaian Serupa Lainnya

Seringkali, orang salah membedakan antara sweatshirt, hoodie, dan sweater. Berikut adalah perbedaannya agar kamu tidak lagi bingung:

·     Sweatshirt: Pakaian tebal dari bahan katun/fleece, berpotongan longgar, dengan leher bulat (crewneck) dan tanpa tudung. Inilah ciri khas utamanya. Sering juga disebut pullover.

·     Hoodie: Pada dasarnya adalah sweatshirt yang ditambah tudung kepala di bagian belakang.

·     Sweater: Pakaian hangat yang dibuat dengan cara dirajut (dari wol, kasmir, atau akrilik). Tekstur rajutannya adalah pembeda utama.

 

Tips Gaya Santai dengan Sweatshirt

Keunggulan sweatshirt adalah kemampuannya beradaptasi dengan berbagai gaya. Berikut beberapa ide padu padan yang bisa kamu coba:

·     Gaya Kasual-Elegan: Padukan sweatshirt polos berwarna netral dengan celana kain (seperti chino) dan sepatu sneakers putih. Tambahkan jam tangan minimalis untuk kesan rapi.

·     Gaya Streetwear: Kenakan sweatshirt berukuran besar (oversized) dengan celana jogger atau celana kargo. Pilih sepatu chunky sneakers dan topi beanie untuk tampilan yang trendi.

·     Gaya Maskulin: Pasangkan sweatshirt abu-abu atau hitam dengan celana denim gelap dan jaket kulit. Tampilan ini cocok dipakai untuk acara santai atau outings di malam hari.

·     Gaya Santai di Rumah: Tentu saja, tidak ada yang mengalahkan kenyamanan sweatshirt yang dipadukan dengan celana training saat bersantai.

 

Dari seragam olagraga yang fungsional hingga kanvas fashion yang ekspresif, sweatshirt telah membuktikan dirinya sebagai pakaian klasik yang tak lekang oleh waktu. Ia tidak hanya menawarkan kehangatan dan kenyamanan, tetapi juga menjadi medium untuk menampilkan identitas diri. Jadi, lain kali kamu mamakai sweatshirt andalan kamu, ingatlah bahwa kamu sedang memakai sepotong sejarah yang keren.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait