BahanKain.id
BahanKain.id

Indonesia Resmi Tandatangani Perjanjian Dagang IP-CEPA, Apa Dampaknya?

BahanKain
Indonesia Resmi Tandatangani Perjanjian Dagang IP-CEPA, Apa Dampaknya?

Indonesia resmi menyelesaikan dan menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Peru (IP-CEPA) pada Senin, 11 Agustus 2025. Perjanjian ini akan memfasilitasi akses pasar bagi produk Indonesia ke Peru, termasuk kendaraan bermotor, alas kaki, tekstil dan kelapa sawit, serta membuka peluang ekspor senilai hingga USD 5 miliar dan memperluas jangkauan ekonomi Indonesia di Amerika Latin. 

Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun segera memulai proses pengesahan atau ratifikasi terhadap perjanjian ini. Karena perjanjian IP-CEPA menjadi referensi penting bagi Indonesia dalam proses aksesi ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djamitko Bris Witjaksono, menjelaskan bahwa proses ratifikasi nantinya akan berlangsung sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Sehingga mengesahkan perjanjian perdagangan jadi bentuk undang-undang maupun peraturan presiden.


Manfaat Perjanjian IP-CEPA untuk Indonesia


Perjanjian ini membuka pintu bagi berbagai peluang ekonomi, khususnya bagi Indonesia. Beberapa poin penting dari IP-CEPA antara lain:

  • Akses Pasar yang Lebih Luas: Lebih dari 90% produk Indonesia akan mendapatkan akses bebas bea masuk ke pasar Peru. Ini membuka peluang besar bagi produk-produk unggulan Indonesia untuk bersaing lebih baik.
  • Peningkatan Volume Perdagangan: Pemerintah menargetkan nilai perdagangan bilateral bisa meningkat secara signifikan, bahkan berpotensi mencapai $5 miliar dalam beberapa tahun ke depan. Pada tahun 2024, total perdagangan kedua negara mencapai $479 juta, dengan surplus di pihak Indonesia.
  • Diversifikasi Produk Ekspor: IP-CEPA diharapkan bisa mendiversifikasi ekspor Indonesia ke Peru, tidak hanya terbatas pada produk-produk yang sudah ada seperti kendaraan bermotor dan alas kaki, tetapi juga mencakup sektor-sektor lain seperti tekstil, biodiesel, produk perikanan, dan karet.


Dampak Positif untuk Industri Tekstil Indonesia

Bagi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia, IP-CEPA membawa harapan baru di tengah tantangan global dan domestik. Beberapa dampak positif tersebut, diantaranya yaitu:

·         Peluang Ekspor Baru: Dengan tarif nol persen untuk produk tekstil dan alas kaki, pengusaha Indonesia akan memiliki peluang besar untuk menembus pasar Peru yang sebelumnya memiliki hambatan tarif. Ini bisa menjadi pasar alternatif di luar pasar tradisional seperti Amerika Serikat dan Eropa.

·         Meningkatkan Daya Saing: Kemudahan akses ini akan membuat produk TPT Indonesia menjadi lebih kompetitif dari segi harga di pasar Peru. Ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekspor dan menciptakan lapangan kerja.

·         Mendorong Inovasi: Untuk memanfaatkan peluang ini secara maksimal, industri TPT Indonesia perlu terus berinovasi, baik dalam hal desain, kualitas, maupun efisiensi produksi.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait