BahanKain.id
BahanKain.id

8 Kriteria Kemasan Fashion Yang Ramah Lingkungan

BahanKain
8 Kriteria Kemasan Fashion Yang Ramah Lingkungan

Sebagai penumbang tertinggi angka polusi lingkungan, sudah saatnya industri manufaktur tekstil lebih sadar akan keberlanjutan. Segala aspeknya harus dipertimbangkan, termasuk hal paling sepele yaitu packaging alias kemasan. Tentang bagaimana menciptakan sebuah wadah yang bisa meminimalkan dampak buruk dari proses pembuatan hingga penggunaannya.  

Tujuan utamanya tentu untuk mengurangi polusi dan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kemasan konvensional, terutama  dari plastik sekali pakai.

Sebuah kemasan bisa dikatakan ramah lingkungan jika memenuhi 8 kriteria khusus, diantaranya yaitu:


1.       Berbahan daur ulang

Packaging berbahan dasar material daur ulang seperti halnya kertas karton. Kertas ini merupakan contoh umum kemasan ramah lingkungan yang digunakan dalam industri fashion. 

Selain terbuat dari olahan limbah kertas, kertas karton juga bisa  didaur ulang setelah digunakan. Ini akan mampu mengurangi jumlah limbah yang berakhir di tempat pembuangan sampah, dan memperpanjang siklus hidup produk.

2.       Bersifat biodegradable

Kemasan yang dibuat menggunakan bahan-bahan alami dan cepat terurai. Kertas berlapis, plastik biodegradable, pati atau lilin alami adalah alternatif lain yang bisa digunakan sebagai packaging produk fashion.

Sifat biodegradable merujuk pada kemudahan sebuah produk  untuk dapat dipecah oleh mikroorganisme di dalam air atau proses kompos. Ini akan mengurangi dampak negatif serta jejak limbah plastik tanpa meninggalkan residu yang berbahaya.

3.       Desain inovatif dan minimalis

Beberapa merek fashion juga terus menciptakan kemasan ramah lingkungan yang berdesain inovatif. Sehingga, memungkinkan penggunaan bahan yang lebih sedikit dan memberikan pengalaman yang unik kepada konsumen.

Selain berdesain inovatif, beberapa merek fashion juga menciptakan kemasan ramah lingkungan yang berdesain minimalis. Kemasan berdesain minimalis dan sederhana juga menggunakan lebih sedikit bahan maupun energi, serta menghasilkan lebih sedikit limbah saat dibuang ketika selesai penggunaan.

4.       Minim polutan

Untuk membantu mengurangi konsumsi plastik dan polusi lingkungan yang dihasilkan plastik, karena mengandung bahan berbahaya bagi lingkungan atau manusia seperti BPA (Bisphenol A) dan PVC (Polyvinyl Chloride).

Maka penggunaan kemasan tanpa plastik mulai dikembangkan dengan menggunakan bahan-bahan alternatif seperti kertas, kain, atau serat alami lainnya yang lebih ramah terhadap lingkungan. 

5.       Bahan baku berkelanjutan

Kemasan ramah lingkungan dalam industri fashion, sebaiknya dibuat dari bahan-bahan berkelanjutan yang diperoleh secara bertanggung jawab. 

Misalnya kertas daur ulang, serat tanaman seperti bambu atau kapas organik, limbah tekstil daur ulang dan bahan alami lainnya yang memiliki dampak lingkungan lebih rendah.

6.       Dapat dikompresi atau dipadatkan

Kemasan yang dirancang agar dapat dikompresi atau dipadatkan kembali setelah digunakan, akan membuat volume berkurang. 

Selain itu, proses kompresi juga dapat meminimalkan ruang yang dibutuhkan dalam pengiriman kembali atau penyimpanan, dan mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari transportasi.

7.       Mendukung penggunaan ulang

Sebaiknya kemasan yang digunakan dalam industri fashion juga dirancang agar mendukung penggunaan ulang, dan mengurangi kemasan sekali pakai. 

Seperti tas belanja atau bungkus kain yang bisa dimanfaatkan kembali oleh konsumen, untuk berbagai keperluan atau memiliki fungsi yang berkelanjutan setelah digunakan untuk tujuan aslinya.

Itulah 8 kriteria kriteria kemasan ramah lingkungan yang digunakan industri fashion. Sekarang ini kemasan ramah lingkungan semakin penting, karena meningkatnya kesadaran akan isu-isu lingkungan, dan kebutuhan untuk mengurangi jejak karbon maupun limbah.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait