BahanKain.id
BahanKain.id

Jangan Lakukan! 9 Kesalahan yang Bikin Kamu Kena Denda Saat Menginap di Hotel

BahanKain
Jangan Lakukan! 9 Kesalahan yang Bikin Kamu Kena Denda Saat Menginap di Hotel

Pernahkah kamu mendapati tagihan biaya hotel membengkak, padahal tidak memesan apapun? Coba cek bill nya, mungkin saja kamu dikenai denda karena melakukan kesalahan? Yups, meski segala sesuatunya tampak begitu santai dan nyaman, bukan berarti kita bisa bertindak sesuka hati.

Sebagai tamu, kita harus mengerti batasan bahwa yang kita bayar hanyalah jasa dan biaya sewa tempat menginap. Setiap hotel juga memiliki aturan khusus untuk memastikan fasilitas yang mereka sediakan dipakai secara semestinya.

9 Kesalahan Yang Bikin Kena Denda Saat Menginap di Hotel

Menginap di hotel seharusnya menjadi bagian menyenangkan dari momen liburan atau perjalanan bisnis. Relaksasi, kenyamanan, dan pelayanan prima adalah ekspektasi utama bagi mereka yang ingin menggunakan jasa perhotelan.

Sekalinya melanggar, mungkin bukan hanya teguran, tapi kamu bisa saja dikenai sanksi berupa denda bahkan dilaporkan ke pihak berwajib. Penyebab utamanya juga kadang berasal dari tindakan-tindakan sepele, loh.

Nah, berikut beberapa “dosa” yang wajib dihindari agar sesi liburanmu tidak berujung boncos.  

1.       Noda Membandel


Salah satu “case” sederhana yang menyebabkan kamu terkenda denda cukup besar dari pihak hotel adalah noda membandel. Bayangkan saja, seberapa jelasnya noda dari setetes kopi atau anggur merah tumpah di sprei putih, atau noda makeup tanpa sengaja mengotori handuk hotel yang putih bersih. Terlihat sepele, jika dibiarkan mengering begitu saja akan menjadi sangat sulit dihilangkan.

Jika pembersihan standar tidak mampu mengatasi, pihak hotel terpaksa melakukan pencucian khusus bahkan penggantian, dan biayanya tentu saja akan dibebankan padamu. Tentu nilainya bisa cukup tinggi.

2.       Kerusakan properti

Selain noda, kerusakan property hotel juga jadi momok yang membuat tagihanmu membengkak. Walaupun atas dasar ketidaksengajaan, tapi kejadian seperti memecahkan gelas, merusak remote TV, merobek tirai atau mematahkan kaki kursi bisa memaksamu mengeluarkan budget extra. Jadi, tanamkan pada dirimu bahwa setiap item di kamar adalah aset hotel yang memiliki nilai dan harus dijaga.

Jadi, bersikaplah hati-hati dan perlakukan setiap barang di kamar layaknya milikmu sendiri yang sangat berharga. Jangan biarkan noda meresap atau menempel terlalu lama. Kalau menyadari ada sesuatu yang tumpah, segera bersihkan dengan lap bersih dan sedikit air. Kecuali barang-barang yang sensitif air seperti kulit atau beludru.

Satu hal krusial yang sering terlupakan yaitu mengecek kondisi setiap fasilitas yang ada di kamar hotel. Kalau ternyata kamu menemukan kerusakan saat baru masuk kamar, segera laporkan ke front desk agar tidak disalahkan. Dan jika terjadi kerusakan tidak sengaja selama menginap, informasikan kepada pihak hotel sebelum check-out.

3.       "Oleh-Oleh" Tak Terduga dari Kamar

Siapa sih yang tak tergoda dengan hairdrayer, handuk atau jubah mandi putih nan bersih di kamar hotel? Tapi, faktanya membawa pulang barang-barang ini adalah satu kesalahan besar. Segala peralatan elektronik, hiasan, maupun perlengkapan mandai seperti handuk, jubah mandi (bathrobe), bantal, hingga hanger adalah kepemilikan alias inventaris hotel.

Yang disediakan untuk dibawa pulang hanya barang-barang amenities sekali pakai seperti sabun, sampo, sikat gigi, shower cap, dan sandal hotel. Selain itu, teh, kopi, tisu toilet, dan notebook hotel umumnya boleh dibawa pulang oleh tamu setelah menginap karena dianggap sebagai barang sekali pakai atau suvenir promosi dari hotel. 

Walaupun kebanyakan hotel memperbolehkan tamunya mengangkut barang-barang tersebut. Ada baiknya untuk menanyakan kepada pihak hotel guna memastikan apakah ada kebijakan khusus terkait barang bawaan.

4.        Asap Rokok di Kamar “No Smoking

Keinginan seorang perokok untuk menikmati sebatang rokok di dalam kamar hotel seringkali tak tertahankan. Namun, hampir semua hotel modern, kini menerapkan kebijakan bebas asap rokok aliasn “no smoking” di dalam kamar. Melanggar aturan ini adalah tiket langsung menuju denda besar.

Hal itu karena aroma rokok bisa mengendap dan sulit dihilangkan, ketika sudah menempel di kain, karpet serta linen hotel lainnya. Pihak hotel pun perlu melakukan pembersihan mendalam yang memakan waktu dan biaya, bahkan tak jarang mereka harus “mengistirahatkan” kamar selama satu hari penuh.

Jadi, jangan kaget kalau nominal denda pelanggarannya mencapai ratusan ribuh hingga jutaan rupiah. Setara dengan biaya menginap semalam atau bahkan lebih.

Guna merealisasikan aturan ini, pihak hotel menyediakan ruang terbuka bagi tamu yang ingin bersantai sambil menikmati suasana hotel. Area tersebut biasanya berada di luar gedung hoteng seperti depan loby, rooftop atau wilayah lain.

5.       Pesta Berlebihan dan Keributan

Pahami bahwa hotel adalah tempat umum, dimana banyak beristirahat dan mencari ketenangan. Pesta yang terlalu berisik, musik kencang, atau keributan hingga larut malam dapat mengganggu tamu lain.

Meski jarang langsung didenda, hotel berhak mencantumkan biaya keamanan tambahan jika harus berulang kali menegur, atau memintamu check-out lebih awal tanpa pengembalian dana. Lebih buruk lagi, jika keributan itu menyebabkan kerusakan, bersiaplah untuk denda kerusakan properti.

6.       Membawa makanan berbau menyengat

Membawa masuk makanan berbau menyengat ke dapam kamar dan membiarkannya dalam waktu lama bisa membuat aromanya tertahan dan tidak hilang sampai dua hingga tiga hari ke depan. Kamar seperti ini tentu tidak dapat digunakan untuk tamu selanjutnya, sehingga merugikan pihak hotel.

Sekali ketahuan, nominal dendanya bisa berkali-kali lipat dari biaya menginap. Maka dari itu, jangan coba-coba memakan buah atau makanan berbau menyengat seperti durian dan manga kuweni.

7.       Bed down

Bed down atau menurunkan kasur ke lantai demi menambah tempat tidur sering dilakukan oleh tamu yang datang beramai-ramai. Tapi hati-hati, hotel bisa menganggap ini sebagai pelanggaran. Selain merusak estetika dan kenyamanan kamar, tindakan ini bisa berujung pada denda karena dianggap mengganggu kebijakan kapasitas maksimal penghuni kamar.

8.       Membawa hewan peliharaan

Membawa hewan peliharaan ke dalam kamar Menurut Supina, sejauh ini belum ada hotel di Indonesia yang mengizinkan tamunya membawa binatang peliharaan ke dalam kamar.

Alasannya adalah untuk menghindari bulu-bulu hewan yang bisa menyebabkan alergi pada tamu tertentu. Bulu hewan ini juga biasanya sulit dibersihkan. Jika memang memiliki hewan peliharaan, lebih baik tamu menginformasikannya kepada pihak hotel.

9. Lewat Batas Check-out Tanpa Pemberitahuan       Check-out

Setiap hotel menerapkan aturan batas waktu check-out yang ketat, umumnya pukul 12.00 siang. Mereka menetapkan jadwal ketat untuk melakukan pembersihan serta persiapan kamar bagi pengunjung berikutnya. Dan keterlambatanmu bisa merusak seluruh jadwal tersebut.

Kamu juga akan dikenakan biaya tambahan per jam atau setara tagihan menginap semalam penuh jika terlambat check out tanpa pemberitahuan dan persetujuan dari pihak hotel.

Jadilah tamu yang baik dan selalu memperhatikan waktu check out. Sebaiknya, hubungi front desk jauh-jauh hari dan tanyakan apakah late check-out tersedia dan berapa biayanya kalau memang butuh waktu lebih. Pihak hotel biasanya fleksibel jika semua dikomunikasikan dengan baik.

Kuncinya di Komunikasi dan Keterbukaan. Untuk menghindari denda tak terduga ini, jalinlah komunikasi yang baik dengan pihak hotel. Segera informasikan jika ada kerusakan yang tidak disengaja. Bicarakan juga saat booking atau jauh-jauh hari kalau butuh late check-out.

Memahami kebijakan hotel sejak awal dan menjaga properti layaknya milik sendiri adalah cara terbaik untuk memastikan pengalaman menginap berjalan mulus dan bebas biaya tak terduga. Liburanmu pun benar-benar happy ending, tanpa ada "kejutan" di lembar tagihan!

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait