BahanKain.id
BahanKain.id

Sporty and Chic! Transformasi Rok Tenis Dari Lapangan Ke Runway Fashion

BahanKain
Sporty and Chic! Transformasi Rok Tenis Dari Lapangan Ke Runway Fashion

Pengen tampil sporty and chic dengan rok? Tennis skirt alias rok tenis adalah rekomendasi paling atas buat kamu. Yups, rok pendek berpotongan flare yang jadi andalan para pemain dan pecinta olahraga tenis atau padel ini memang punya desain yang menawan.

Awalnya rok tenis memang didesain untuk mendukung performa para olahragawan. Tapi karena tampilannya yang chic, ia pun bertransformasi menjadi item mode kasual bahkan menguasai runway fashion global. Selebritas, terutama idol Korea seringkali terlihat me

Ada banyak cerita dan kontroversi mengiringi perjalanan rok tennis dari outfit lapangan hingga menapaki runway mode. Seperti apa kisahnya? Simak ulasan berikut ini, yuk!


Sekilas Tentang Rok tennis

Sejarah rok tenis bermula pada tahun 1884, tepatnya pada penyelenggaraan perdana Kejuaraan Wimbledon. Dimana para pemain perempuan, mengenakan pakaian yang mencerminkan mode zaman itu yaitu rok panjang dengan hiasan beberapa lapis pakaian dalam dan bustles. Tapi pakaian ini jauh dari kata praktis dan sangat membatasi gerakan di lapangan.

Fashion rok tenis panjang bertahan cukup lama hingga Lottie Dodd, salah satu pemain tenis yang terkenal pada zaman itu menyuarakan keluhan dan ketidaknyamanannya. Namun, respon yang ia dapatkan sangat lambat karena banyak orang masih terpaku pada standar mode konservatif.

Perubahan besar baru terlihat pada tahun 1905, ketika May Sutton, pemain tenis Amerika, mengejutkan publik Wimbledon dengan memakai rok yang sedikit lebih pendek. Walaupun, pada akhirnya hal tersebut menuai pro dan konra dari berbagai pihak.

Revolusi Mode di Dunia Tenis

Memasuki tahun 1910-an, perubahan mode di lapangan tenis jadi lebih signifikan. Pemain perempuan mulai mengenakan rok yang sedikit lebih pendek dan blus longgar. Puncaknya ketika Suzanne Lenglen, seorang pemain tenis asal Prancis, mengenakan rok sebatas pertengahan betis saat berlaga di Wimbledon tahun 1919. Sebuah keputusan berani yang membuatnya menjadi ikon mode olahraga pada masa itu.

Baca Juga:

Y2K Is Back! 11 Item Fashion Yang Kembali Trendy

Perubahan kembali terjadi pada tahun 1920-an dan 1930-an, dimana rok tenis mulai lebih praktis dan nyaman bagi para pemain. Bahkan dalam buku ‘Tennis’ karya pemain tenis asal Amerika, Helen Wills menyebut bahwa rok lipit pendek adalah pilihan terbaik untuk bermain tenis. Selain nyaman, rok ini juga menciptakan gerakan yang indah ketika sedang beraksi di lapangan.

Namun, Helen Jacobs menyanggah pernyataan tersebut dan lebih memilih celana pendek saat bermain tenis. Menurutnya, celana memberikan keuntungan besar dalam hal mobilitas serta kenyamanan, terutama saat cuaca panas. Di sisi lain, desainer yang juga mantan pemain tenis, Ted Tinling mengkritik tren "manly look" yang mulai populer pada akhir 1930-an. Ia menilai bahwa pakaian pemain tenis perempuan saat bermain di lapangan tetap harus menonjolkan sisi feminin.

 

Tren Rok Tenis Modern


Lanjut ke pertengahan abad ke-20, dimana potongan rok tenis semakin pendek. Hingga muncul sebuah kontroversi besar di tahun 1949 ketika Gussie Moran berlaga di Wimbledon mengenakan rok sangat pendek yang memperlihatkan celana dalam renda. Namun, kejadian menghebohkan ini justru menjadi titik balik mode tenis modern yang lebih berani dan sensual.

Rok tenis dengan panjang di atas lutut pun menjadi standar lapangan tenis sepanjang tahun 1950-an. Althea Gibson, pemain tenis Afrika-Amerika pertama sekaligus pemenang Wimbledon tahun 1957, berkontribusi dalam memperkenalkan tren rok pendek di lapangan tenis. Sejak saat itulah, rok pendek menjadi bagian integral dari mode olahraga di kalangan petenis wanita.

Baca Juga: 

Fashionable Dengan Batik, Dari Gaya Kasual, Formal, Hingga Glamour

Rok Tenis Di Panggung Runway

Kini, rok tenis telah melampaui batas lapangan dan merambah ke dunia mode arus utama. Desainnya yang sporty, chic, dan nyaman menjadikannya sebagai item populer di kalangan selebriti dan fashionista saat tenis, padel, gaya kasual, maupun streetwear. Pernyataan beberapa atlet, seperti Serena Williams, bahwa pakaian tenis nyaman dikenakan dimana saja, makin menguatkan validasi rok ini dalam dunia fashion.

Para desainer terkemuka pun tak ketinggalan. Di berbagai ajang mode internasional, elemen rok tenis sering terlihat dipadukan dengan beragam gaya, dari kasual hingga formal. Ini menunjukkan bagaimana rok tenis telah berevolusi menjadi simbol gaya hidup yang dinamis, aktif, dan tetap feminin. Ia bukan sekadar outfit olahraga, melainkan pernyataan fashion seseorang.

Meskipun popularitasnya meroket, rok tenis tak luput dari kontroversi. Beberapa pihak mengkritik bahwa desainnya yang pendek kadang dinilai mempromosikan pandangan seksis, seperti yang sempat mencuat pada insiden di Australian Open 2015.

Terlepas dari pro dan kontra rok tenis dalam konteks olahraga, ia tetaplah simbol fashion yang kuat. Panjang hemline yang semula dirancang untuk kebebasan bergerak, kini juga melambangkan kepercayaan diri, keberanian, dan kemajuan perempuan, baik di arena kompetisi maupun di tengah panggung kehidupan modern. Rok tenis adalah bukti bahwa fashion tak hanya tentang estetika, tetapi juga tentang evolusi identitas dan kebebasan berekspresi.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait