Jangan Salah Outfit! Ini 6 Pakaian Yang Sebaiknya Dihindari Saat Mendaki Gunung

Salah kostum saat datang ke acara mungkin cuma sedikit malu. Tapi kalau kamu salah memilih pakaian saat mendaki gunung maka nyawa bisa menjadi taruhannya. Selain kondisi alam yang masih liar, cuaca dan tekanan udara gunung juga bisa berubah sewaktu-waktu.
Penurunan suhu tubuh alias hipotermia pun menjadi salah satu risiko paling umum yang mengintai para pendaki. Dan mayoritas kasus hipotermia disebabkan oleh pakaian yang kurang mendukung.
Hipotermia terjadi ketika tubuh kehilangan panas terlalu cepat, terutama saat kondisi basah, berangin, atau suhu rendah. Persiapan fisik memang penting, tapi perlengkapan jauh lebih penting.
Agar terhindar dari serangan ‘hipo’, sangat dianjurkan untuk menerapkan sistem three layers alias tiga lapis pakaian, yaitu:
· Base Layer (Lapisan Dasar)
Pada lapisan pertama (base layer) pilih bahan pakaian yang menyerap keringat dan mampu menjaga kulit tetap kering. Alih-alih kaos katun, pilihlah kaos dry-fit lengan panjang atau kaos berbahan wool jika cuaca sangat dingin.
· Middle Layer (Lapisan Tengah)
Untuk lapisan tengah (middle layer), kamu bisa mengenakan jaket fleece, sweater polyester atau hoodie wol sintetis sebagai enahan panas tubuh. Sesuaikan jumlah dengan kondisi gunung yang hendak didaki. Makin dingin, maka pakailah lebih banyak lapisan namun tetap ringan.
· Outer Layer (Lapisan Luar)
Di lapisan paling luar pilihlah pakaian yang mampu melindungi tubuh dari angin dan hujan (windproof & waterproof). Jaket gunung windbreaker, raincoat, ponco plastik (cadangan). Pertimbangkan juga celana gunung berbahan nylon atau polyester yang lentur dan cepat kering. Sempurnakan perlindungan tubuhmu dengan sepatu hiking yang dilengkapi sol anti-slip dan bahan tahan air.
Baca Juga: |
6 Outfit Yang Sebaiknya Tidak Dipakai Saat Mendaki
Selain perubahan cuaca dan
tekanan udara, kondisi jalur pendakian di gunung atau pegunungan juga beragam.
Ada yang terjal, ada pula jalur yang licin akibat kelembaban berlebih dan lebatnya
vegetasi. Memilih outfit mendaki bukan sekedar gaya atau kenyamanan, melainkan
keamanan serta kesesuaiannya.
Nah, berikut ini beberapa jenis outfit yang
sebaiknya nggak kamu pakai saat akan mendaki gunung:
1. Celana Jeans
Jeans memang keren buat nongkrong atau city tour. Tapi saat mendaki, celana jeans adalah musuh utama kenyamanan. Bahan denim sangat buruk dalam menyerap dan mengeluarkan kelembapan. Saat terkena hujan atau keringat, jeans akan menyerap air dan menjadi sangat berat. Bahkan dalam suhu rendah, jeans basah bisa mempercepat risiko hipotermia.
Sebaliknya, pilih celana berbahan quick-dry yang ringan dan lentur seperti polyester ripstop atau parasut.
2. Kaos Katun
Katun memang nyaman untuk sehari-hari, tapi tidak untuk mendaki. Bahan ini menyerap keringat namun tidak cepat kering. Dalam pendakian, keringat yang menumpuk di baju bisa membuat tubuh terasa lembap dan dingin saat angin menerpa atau suhu turun drastis.
Solusi cerdas, gunakan base layer dari bahan dry-fit, polyester, atau wol sintetis yang bisa mengatur suhu tubuh dan cepat kering.
3. Sandal Jepit atau Flat Shoes
Medan gunung tidak bersahabat untuk alas kaki seadanya. Sandal jepit, flat shoes, atau sneakers biasa tidak memiliki grip yang baik dan tidak melindungi mata kaki dari risiko keseleo atau tergelincir. Ini berisiko tinggi dan akibatnya sangat fatal terutama saat melewati jalur yang curam.
Baca Juga: |
Pilihlah sepatu hiking dengan sol bergerigi dan ankle support untuk memberikan stabilitas maksimal.
4. Outfit Super Ketat
Pakaian ketat boleh jadi tampak stylish, tapi bukan pilihan bijak untuk pendakian. Gerakanmu akan terbatas, terutama saat harus melangkah tinggi, meniti akar, atau melintasi jalur sempit. Selain itu, pakaian terlalu ketat bisa menyebabkan iritasi atau luka karena gesekan terus-menerus.
Sebagai alternatif pakailah outfit yang pas badan namun tetap fleksibel dan breathable.
5. Jaket Tebal Bulu atau Wol
Banyak pendaki pemula memilih jaket berbahan bulu atau wool tebal karena dianggap lebih hangat. Padahal, saat terkena hujan atau keringat, bahan ini akan menyerap air dan menjadi berat serta sulit dikeringkan. Selain itu, jaket seperti ini sulit dikompres ke dalam tas.
Lebih praktis pilih jaket berbahan fleece, windbreaker, atau jaket waterproof yang ringan, hangat, dan tahan cuaca.
6. Tas Fashion dan Aksesori Berlebihan
Saat naik gunung, jangan bawa tote bag, sling bag mungil, atau tas fashion yang tidak ergonomis. Selain tidak mampu memuat logistik penting, tas-tas ini bisa menyebabkan bahu pegal karena beban tidak seimbang. Aksesori seperti kalung besar, cincin, atau anting juga rentan tersangkut dan hilang.
Sebaiknya bawa carrier atau daypack dengan strap dada dan pinggang. Simpan aksesori dan bawa yang fungsional saja seperti jam tangan outdoor dan headlamp.
Tampil modis saat mendaki itu sah-sah saja, tapi jangan sampai mengorbankan fungsi dan keselamatan. Medan gunung menuntut kita berpakaian secara strategis, kokoh namun tetap ringan, hangat, cepat kering, dan fleksibel. Sebelum naik gunung, coba cek outfimu, apakah sudah safety?
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



