BahanKain.id
BahanKain.id

Docmart 101: Kisah di Balik Sepatu Pemberontak yang Jadi Ikon Fashion Global

BahanKain
Docmart 101: Kisah di Balik Sepatu Pemberontak yang Jadi Ikon Fashion Global

Kembalinya mode vintage menempatkan sepatu docmart di tangga popularitas fashion klasik ala gaya punk. Sepatu Dr. Martens, seringkali disingkat “Docs”, “DMs”, atau “Docmart”, adalah merek alas kaki dan boot asal Inggris yang dikenal memiliki struktur kokoh. Desain yang solid dan khas membuatnya begitu ikonis dan punya identitas yang kuat dalam budaya pop

Sepatu docmart merupakan simbol budaya, identitas, dan pernyataan gaya yang kuat. Dari jalanan London hingga runway fashion dunia. Ia telah berevolusi dari sepatu kerja menjadi ikon gaya mode yang disukai oleh lintar generasi dan subkultur.

Yuk, mengenal lebih dekat tentang sepatu ini!

Asal Usul Sepatu Docmart

Sepatu Dr. Martens, atau yang akrab disebut Docmart, memiliki latar belakang sejarah yang unik. Ia tidak langsung lahir ke dunia fashion, melainkan dari kebutuhan medis dan eksperimen pribadi seorang dokter Jerman bernama Klaus Maertens pada masa pasca-Perang Dunia II.

1.       Berawal dari Cedera Seorang Dokter

Pada tahun 1945, seorang dokter tentara Jerman bernama Dr. Klaus Märtens mengalami cedera pergelangan kaki saat bermain ski di Pegunungan Alpen. Sepatu militer yang digunakan saat itu terlalu kaku dan tidak nyaman untuk dipakai selama masa pemulihan. Dari pengalaman inilah, Dr. Märtens mulai merancang sol sepatu yang lebih empuk dan fleksibel agar proses penyembuhan kakinya lebih nyaman.

Ia kemudian mengembangkan sol inovatif berbahan karet lunak dan mengisi ruang dalam sol tersebut dengan udara, menciptakan sistem bantalan yang tidak dimiliki sepatu konvensional saat itu. Sol ini dianggap revolusioner karena lebih lentur, menyerap benturan, dan sangat nyaman saat berjalan.

2.       Produksi Awal dan Kemitraan


Setelah menciptakan prototipe sepatu tersebut, Dr. Märtens menyadari potensi komersial dari desainnya. Ia menghubungi seorang teman lama, Herbert Funck, yang memiliki latar belakang teknik dan pemasaran. Pada tahun 1947, mereka bersama-sama membuka usaha kecil untuk memproduksi sepatu berbantalan udara tersebut.

Baca Juga: 

Tips Memilih Ukuran Sepatu Yang Pas

Menariknya, pada masa itu, bahan baku masih langka akibat perang. Untuk menyiasatinya, mereka menggunakan sisa-sisa bahan perang, termasuk ban pesawat bekas sebagai sol sepatu dan kulit sisa dari industri militer. Mereka memulai usaha di Munich, Jerman, dan berhasil menjual ribuan pasang sepatu hanya dalam beberapa tahun. Produk ini sangat populer di kalangan lansia, karena kenyamanannya yang tidak ditawarkan sepatu biasa.

3.       Awal Lahirnya "Dr. Martens"


Pada akhir 1950-an, kesuksesan sepatu ciptaan Dr. Märtens dan Funck menarik perhatian perusahaan sepatu asal Inggris, R. Griggs Group Ltd. Perusahaan ini melihat potensi besar sepatu tersebut untuk dipasarkan di Inggris. Mereka membeli hak produksi dan distribusi sepatu tersebut pada tahun 1959.

Namun, sebelum diluncurkan secara resmi, Griggs melakukan sejumlah modifikasi agar sepatu ini sesuai dengan selera pasar Inggris. Modifikasi itu meliputi:

·         Penyesuaian bentuk dan potongan agar lebih pas dengan kaki orang Inggris.

·         Pengenalan sol “AirWair”, nama merek dagang untuk sol udara mereka.

·         Penambahan jahitan benang kuning, yang kelak menjadi ciri visual ikonik.

·         Desain label tumit (pull tab) bertuliskan “With Bouncing Soles” atau “AirWair”.

·         Penggunaan ukuran dalam sistem Inggris.

Baca Juga: 

Y2K Is Back! 11 Item Fashion Yang Kembali Trendy

Produk pertama mereka resmi dirilis pada 1 April 1960, dan dinamai Dr. Martens 1460—mengacu pada tanggal peluncurannya (14/60: 1 April 1960). Model ini berupa boot 8-eyelet (lubang tali) berwarna hitam yang pada awalnya ditujukan untuk para pekerja industri, tukang pos, dan polisi di Inggris.

4.       Dari Sepatu Kerja Jadi Identitas Budaya Pop


Sepanjang dekade 1960-an hingga 1980-an, sepatu Dr. Martens digunakan luas oleh pekerja Inggris karena daya tahan dan kenyamanannya yang luar biasa. Namun seiring waktu, sepatu ini mengalami pergeseran makna di masyarakat. Ia tak lagi sekadar sepatu kerja, tetapi menjadi bagian dari gerakan sosial dan subkultur.

·         Akhir 1960-an – 1970-an

Diadopsi oleh kelompok skinhead, yang saat itu masih berfokus pada identitas kelas pekerja dan budaya musik reggae.

·         Sepanjang tahun 1980-an

Dipopulerkan oleh kalangan punk, goth, dan musisi underground seperti The Clash dan Sex Pistols. Docmart menjadi simbol pemberontakan dan penolakan terhadap norma sosial.

·         1990-an – 2000-an

Merambah ke gaya grunge dan alternative rock. Di era ini, Docmart mulai dikenakan oleh remaja dan pelajar sebagai bentuk ekspresi diri.

·         2000-an hingga kini

Dr. Martens bertransformasi menjadi item fashion global, sering tampil di panggung mode, runway, hingga editorial majalah fashion ternama.

Itu dia sejarah singkat sepatu docmart yang digandrungi banyak orang. Docmart tidak tercipta karena tren, melainkan lahir dari kebutuhan, inovasi, dan evolusi budaya. Sepatu ini tidak hanya menyatukan kenyamanan dan kekuatan, tapi juga ikon fashion yang tak tergantikan.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait