BahanKain.id
BahanKain.id

Bolehkan Memakai Kain Kafan Selain Warna Putih? Simak Panduannya!

BahanKain
Bolehkan Memakai Kain Kafan Selain Warna Putih? Simak Panduannya!

Momen berduka memang jadi waktu yang berat bagi keluarga yang ditinggalkan. Selain prosesi pemakaman yang menuntut kesiapan mental, ada banyak hal lain yang perlu dipersiapkan. Salah satunya adalah menyiapkan kain kafan untuk jenazah.

Meski terkesan sederhana, memilih kain kafan ternyata punya aturan tersendiri, lho. Apalagi  agama Islam mengatur penggunaan kain kafan sebagai bentuk penghargaan, menjaga kesucian serta kehormatan jenazah. Itulah mengapa kain kafan idealnya berwarna putih bersih yang melambangkan kesucian dan sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW. 

Tapi, bagaimana jika dalam kondisi darurat, tidak ada kain kafan berwarna putih? Bolehkah menggunakan warna selain itu? Nah, kali ini kita akan mengupas tuntas panduan memilih kain kafan, termasuk dalam hal pemilihan warna.

Panduan Memilih Kain Kafan

Kain kafan adalah bagian penting dari pemakaman seseorang yang meninggal dalam agama Islam. Penggunaan kafan sebagai pembungkus jenazah bertujuan untuk menjaga kesucian serta kehormatan seseorang yang sudah meninggal. Selain bersih dan kualitas,  kain kafan juga harus dipilih berdasarkan tuntunan agama Islam.


Kain ini harus memenuhi syarat-syarat tertentu agar sesuai dengan tuntunan syariat dan juga layak secara etika. Nah, berikut beberapa panduan memilih kain kafan yang perlu Anda ketahui:

1.       Jenis kain

·         Kain katun

Katun merupakan jenis kain yang paling umum digunakan sebagai kafan atau pembungkus jenazah. Selain berkarakter lembut dan breathable, kain putih yang dikenal dengan sebutan mori ini juga banyak tersedia di pasaran. Harganya pun relative terangkau.

Katun termasuk kategori serat alam, sehingga mudah menyerap cairan dan cepat diuraikan oleh tanah. Mayoritas orang Indonesia menggunakan kafan jenis ini.

·         Kain linen

Linen adalah tekstil alami tertua yang terkenal karena kekuatan serta daya tahannya. Meski jarang digunakan, kain ini bisa menjadi alternatif untuk pembungkus orang yang sudah meninggal. Linen juga termasuk pilihan yang dianjurkan sebagai simbol penghormatan terakhir karena berkualitas baik serta tahan terhadap udara lembab.

Walaupun pada kenyataannya, alasan utama yang membuat linen jarang digunakan sebagai kafan adalah kerana harganya yang jauh lebih mahal dibandingkan mori katun.

2.       Warna

Kain kafan idealnya berwarna putih bersih, tanpa motif, gambar, ataupun detail bordir. Warna putih bukan hanya simbol kesucian, tetapi juga merupakan sunnah yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Dimana dalam sebuah hadist, Rasulullah bersabda:

"Gunakanlah kain putih untuk kafan kalian, karena kain putih itu lebih suci dan lebih baik." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Hal tersebut berlaku kecuali dalam keadaan darurat, boleh menggunakan kain kafan selain warna putih. Yang terpenting adalah kain kafan harus suci dari najis dan memenuhi syarat-syarat kain kafan lain.

3.       Ukuran

Kain kafan kafan harus cukup panjang dan membungkus jenazah secara keseluruhan, tapi tidak boleh berlebihan. Untuk memastikan kebutuhan kafan, kamu bisa mengukurnya dengan cara-cara berikut:

·         Ukuran panjang kain kafan harus melebihi tinggi jenazah (tinggi badan + 50 cm). Tujuannya agar kain bisa diikat pada bagian ujung kepala dan kaki.

·         Sedangkan lebar kain juga harus cukup untuk membungkus seluruh tubuh jenazah (biasanya sekitar 1–1,2 meter).

Baca Juga:
Tata Cara Mengkafani Jenazah Laki-laki dan Perempuan

Sedangkan, jumlah dan ukuran kain kafan disesuaikan dengan jenis kelamin dan tinggi badan jenazah. Berikut penjelasannya:

·         Untuk jenazah laki-laki dewasa, digunakan tiga lembar kain yang cukup menutupi seluruh tubuh.

·         Untuk jenazah perempuan dewasa, biasanya terdiri dari lima lapis kain, termasuk tambahan seperti kerudung, baju longgar, dan pembalut.

·         Sementara untuk anak-anak atau bayi, ukuran kain disesuaikan dengan proporsi tubuh, namun tetap mengedepankan prinsip menutup seluruh tubuh dengan layak.

4.       Berkualitas

Poin penting lainnya adalah kualitas bahan. Kain kafan sebaiknya cukup tebal agar tidak menerawang, namun juga tidak terlalu berat atau kaku. Kain tipis yang mudah sobek sebaiknya dihindari, karena dapat menyulitkan proses pengkafanan dan dianggap kurang menghormati jenazah.

5.       Bersih

Sebelum digunakan, kain kafan harus dalam keadaan bersih dan belum pernah dipakai. Hindari kain yang terkena noda, bau apek, atau disimpan di tempat lembap. Di banyak tempat, pengurus jenazah menyarankan menyimpan kain kafan di ruang yang kering dan steril, jauh dari paparan sinar matahari langsung atau kontaminasi bahan kimia.

Itu dia beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih kain kafan untuk jenazah. Nah. Jika Sobat Bahankain ingin membeli kain mori untuk kafan, BahanKain.id bisa menjadi alternatif terbaik.

Kami menyediakan pilihan kain mori katun putih yang sesuai standar pemulasaraan jenazah dalam Islam. Produk kami dijamin bersih, berkualitas tinggi, dan tersedia dalam berbagai ukuran sesuai kebutuhan, baik untuk individu maupun pengurus jenazah profesional. 

Kain Mori Cap Lily


Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait