BahanKain.id
BahanKain.id

Checklist Pakaian Ihram Wanita: Bahan, Model, dan Syarat Lengkap

BahanKain
Checklist Pakaian Ihram Wanita: Bahan, Model, dan Syarat Lengkap

Baju ihram adalah busana wajib bagi setiap umat muslim yang hendak melaksanakan ibadah haji atau umrah. Namun, busana ihram untuk laki-laki berbeda dengan perempuan. Baik dalam hal model maupun ketentuan pemakaiannya.

Ihram untuk pria hanya terdiri dari dua lembar kain longgar berwarna putih sebagai simbol kesederhanaan serta persatuan antar umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah di Tanah Suci Mekah. Sedangkan baju ihram wanita berupa abaya atau gamis yang longgar, menutupi seluruh tubuh dan tidak menonjolkan lekuk badan.

Selain itu, berikut beberapa syarat dan aturan baru mengenai cara berpakaian wanita selama melaksanakan ibadah haji.

Syarat Dan Aturan Baju Ihram Wanita Selama Pelaksanaan Ibadah Haji Atau Umrah

Ibadah haji merupakan ibadah yang sakral dalam kehidupan seorang muslim. Sebagai wujud penyempurnaan ibadah, pelaksanaan rukun Islam yang ke-5 ini hendaknya sesuai dengan sunah. Selain finansial yang “mampu”, setiap jamaah juga harus bersiap secara lahir maupun batik. Salah satu hal yang perlu dipersiapkan secara matang adalah perlengkapan haji, termasuk memilih baju ihram yang sesuai ketentuan syariat dan peraturan otoritas setempat.

Tak seperti baju ihram laki-laki, pakaian ihram wanita boleh bahkan diharuskan berjahit. Akan tetapi desain dan potongannya harus sesuai ketentuan syariat islam, yaitu longgar dan menyamarkan bentuk tubuh. Mereka juga dilarang memakai penutup wajah (niqab atau burka) dan sarung tangan.

Bahkan pemerintah Arab Saudi telah menetapkan aturan khusus terkait penggunaan baju ihram untuk jamaah perempuan. Berikut 4 poin penting mengenai busana haji dan umrah bagi wanita berdasarkan peraturan Kerajaan Saudi Arabia (KSA).

1.       Menutupi aurat secara sempurna

Syarat utama pakaian ihram wanita adalah menutup seluruh aurat, yaitu seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Desainnya harus longgar dan tidak memperlihatkan lekuk tubuh, serta dibuat dari bahan yang tebal, tidak tipis ataupun menerawang.

Yang terpenting adalah pakaian tersebut tidak menarik perhatian atau menimbulkan syahwat. Sebab tujuan dari baju ihram adalah memperlihatkan kesederhanaan dan ketundukan pada Allah SWT.

2.       Tidak berlebihan atau mencolok

Pakaian ihram wanita hendaknya sederhana dan tidak berlebihan. Tidak disarankan memakai pakaian dengan warna yang mencolok, motif berlebihan, atau perhiasan yang menimbulkan perhatian. Desain baju ihram perempuan juga tidak boleh menyerupai pakaian laki-laki serta tidak menimbulkan kesan berhias atau pamer.

Meski tidak wajib, tapi baju ihram warna putih seringkali lebih dianjurkan karena melambangkan kesederhanaan dan kesucian.

Baca Juga:
Ketentuan Dan Cara Memakai Pakaian Ihram Untuk Lelaki Maupun Perempuan

3.       Longgar dan tidak membentuk lekuk tubuh

Jemaah haji wanita harus memakai pakaian yang lebar, longgar serta tidak mengekspose siluet (bentuk) tubuh. Ini sesuai dengan prinsip busana Islam syar’i yang menitikberatkan pada fondasi untuk menjaga kehormatan wanita muslimah dengan tidak memperlihatkan lekuk tubuh secara jelas.

4.       Sederhana

Dalam aturan terbaru ibadah haji yang dirilis tahun 2023, pemerintah Arab Saudi secara tegas melarang penggunaaan akeseoris apapun pada pakaian ihram. Ini mencakup detail payet, manik-manik, bordir warna-warni, serta detail lain yang berpotensi merusak kekhusyukan ibadah haji. Langkah tersebut bertujuan untuk menjaga fokus jamaah serta mencegah distraksi fokus selama pelaksanaan ibadah.

Penggunaaan Baju Ihram Wanita

Pada prinsipnya, ketentuan penggunaan baju ihram wanita hampir sama seperti memakai busana syar’I atau kebiasaasn orang Indonesia yang mengenakan mukena saat shalat. Dalam hal ini, mengenakan satu set gamis dan kerudung serta kaos kaki saja sudah cukup dan pasti diizinkan.

Namum, ada beberapa pedoman berpakaian yang perlu diperhatikan perempuan muslim selama pelaksanaan ibadah haji maupun umrah:

1.       Umumnya panjang bagian bawah harus menutupi hingga batas tumit lalu memakai kaos kaki. Sedangkan, panjang lengan pada pakaian atau gamis wanita harus mencapai pergelangan tangan.

2.       Pakaian harus memenuhi syariat islam: menutup aurat, tidak ketat, tidak transparan. Penutup kepala atau kerudung yang dipakai pun harus menjuntai hingga bagian dada.

3.       Boleh menggunakan celana, asalkan dari bahan yang tebal, desainnya longgar dan tidak menyerupai celana laki-laki seerta tidak membentuk lekuk tubuh.

4.       Pakailah kaos kaki panjang dan ketat agar bisa menutupi kaki secara sempurna.

5.    Tidak boleh berhias atau memakai wewangian


Itu dia beberapa ketentuan serta pedoman berbusana bagi wanita muslim saat melaksanakan ibadah haji maupun umroh. Semoga pengetahuan ini bermanfaaat dan bisa menjadi referensi buat kamu, ya!

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait