BahanKain.id
BahanKain.id

Mengenal Jenis-jenis Benang Hias (Novelty Yarn) dan Karakteristiknya

BahanKain
Mengenal Jenis-jenis Benang Hias (Novelty Yarn) dan Karakteristiknya

Keindahan produk tekstil tak selalu berasal dari desain atau motif kain, kadang untaian benang saja bisa menjadi aspek yang sangat menarik. Yups, benang hias alias novelty yarn merupakan salah satu elemen kreatif yang memainkan peran penting dalam menciptakan efek visual dan tekstur yang unik. Bukan sekedar pelengkap, melainkan komponen desain yang mampu mengubah kesan dan karakter sebuah produk tekstil.

Yuk, mengenal lebih dekat tentang benang novelty serta jenis-jenisnya!

Sekilas Tentang Benang Hias (Novelty Yarn)

Novelty yarn dikenal sebagai benang fancy adalah jenis benang yang dibuat dengan teknik khusus untuk menghasilkan benang bertekstur unik. Berbagai aspek pada banang ini tidak beraturan, baik dari segi ukuran, twist, maupun bentuknya. Ketidakstabilan struktur dan kualitas tersebut membuat benang ini jarang digunakan dalam pembuatan kain.


Sumber: warpedfibers.com

Benang hias ini biasanya dibuat dengan menggabungkan dua atau lebih helai benang. Dimana satu helai benang berperan sebagai dasar (core ply) dan helai lain untuk menciptakan efek (effect ply) berupa loop, knot, atau tekstur lain. 

Berbeda dengan benang konvensional, ketebalan novelty yarn biasanya tidak rata, kadang juga memiliki efek berbulu, loop (lingkaran kecil), serta kilau logam. Umumnya dibuat dari dua atau lebih serat berbeda, termasuk serat wol, katun, akrilik, dan polieste. Pengolahan benang novelty yang berbeda menciptakan berbagai tampilan, mulai dari tekstur yang halus hingga desain yang berani dan menarik perhatian.

Novelty yarn sendiri kerap digunakan dalam industri fashion, aksesoris, kerajinan tangan, hingga produk-produk keperluan rumah tangga seperti gorden, permadani, dan tassel atau hiasan rumbai.

Jenis Novelty Yarn dan Karakteristiknya

Benang novelty terbagi menjadi beberapa jenis yang masing-masing punya sifat serta karakteristik berbeda. Akan sulit menjelaskan semua karena ada banyak sekali variasi benang hias. Namun jika dilihat dari sudut pandang produksi, benang ini terbagi dalam dua kategori yaitu efek serat dan efek benang.


Sumber: www.youtube.com

Dalam hal ini, efek serat bisa diaplikasikan selama proses pemintalan atau sebelum pembentukan benang. Sedangkan efek benang dibuat dengan menggabungkan dua atau lebih benang dengan karakteristik berbeda. Lebih jelasnya, silahkan cek ulasan berikut ini:

1.       Efek Serat

Benang hias dengan efek serat dibuat selama proses pemintalan sebelum pembentukan benang akhir. Ciri khasnya berupa gumpalan serat dengan ukuran berbeda yang tersebar di sepanjang helai benang. Bergantung pada ukuran gumpalan serat, efek ini terbagi menjadi tiga subkategori:

·         Benang Nepp:

Benang Nepp atau benang nupp, memiliki struktur padat dengan bintik serat yang tersebar di sepanjang struktur benang dasar. Efek dekoratifnya terlihat jelas ketika warna nepp-nya kontras dengan serat benang dasar. Sedangkan penggunaan serat berwarna serupa akan menghasilkan efek yang lebih halus.

·         Benang slub

Efek serat pada benang slub jauh lebih menonjol dibandingkan benang nepp. Pembuatan efek tersebut biasanya dilakukan setelah carding tetapi sebelum peminatalan benang akhir. Serat ditambahkan ke dalam alur secara terkendali atau memasukkan ketidakrataan ke dalam aliran serat.

·         Flake Yarn

Disebut juga benang flame, benang ini mengandung gugusan serat yang lebih besar dengan struktur longgar dari benang slub. Efek serat pada benang fleke hanya dapat diciptakan melalui penyuntikan serat tambahan yang terkontrol ke dalam alur serat sebelum dipintal.

2.       Efek benang

Dikenal sebagai efek ply karen dibuat dengan cara menyambung dua atau lebih benang secara bersamaan setelah produksi benang tunggal. Dibuat menggunakan kombinasi sistem ring spinning tradisional, perangkat penggumpanan serta kontrol tambahan.

·         Benang marl

Benang marl mempunyai struktur paling sederhana, dibuat dari dua helai benang atau lebih yang dipilin lurus. Masing-masing benang harus mempunyai kerapatan linier dan lilitan yang sama persis, hanya berbeda warna atau tekstur atau keduanya.

Kombinasi tersebut menghasilkan seutas benang dengan variasi warna atau tekstur yang halus. Benang marl kerap diaplikasikan pada kain jas pria untuk menciptakan efek garis.  

·         Benang spiral

Struktur spiral dasar dibuat dengan cara menjalin dua benang bersama-sama hingga satu benang melingkari benang lain. Disebut juga benang pembuka botol karena bentuknya mirip geratan para mulut dan tutup botol.

Meski sama-sama dibuat dari dua helai benang yang berbeda warna, tapi salah satu komponen benang penyusun spiral yarn memiliki ukuran yang lebih panjang dan meliuk-liuk. Sedangkan benang lainnya lebih pendek dan lurus.

·         Benang Gimp

Benang gimp terdiri dari sedikitnya tiga komponen yaitu inti, efek, dan pengikat, yang diproduksi dalam dua tahap. Pertama-tama, inti dan efek diberi pakan lalu dipilin bersama menghasilkan benang antara (mirip spiral). Setelah itu, benang antara dan benang pengikat dipilin menggunakan twist yang berlawanan arah dari pelintiran pertama.

Sebagian besar pelintiran pertama pun akan hilang dan menciptakan efek tonjolan bergelombang di permukaan benang lalu diamankan ke benang inti oleh benang pengikat.

·         Benang boucle

Konstruksi benang bouclé sangat mirip dengan benang gimp. Tersusun dari benang inti, benang efek, dan benang pengikat dan diproduksi dalam dua tahap. Hanya saja, tonjolan bergelombang pada boucle jauh lebih besar dengan efek berputar yang sangat longgar di sekitar inti.

Aksen menonjol tersebut lebih mudah terdistorsi selama tahap pelintiran kedua, menghasilkan tampilan yang bervariasi.

·         Benang loop

Ciri khas benang loop terletak pada tonjolan melingkar yang dibentuk oleh benang efek. Biasanya dibentuk oleh empat komponen yaitu dua benang inti, efek, dan pengikat. Dua inti tersebut membentuk ruang segitiga yang stabil dimana benang efek diberi pakan berlebih dapat terkumpul untuk menghasilkan loop di pelintiran pertama.

·         Benang knop

Sepanjang untaian benang knop terdapat beberapa bagian dengan efek serat yang menggumpal jelas. Bagian-bagian tersebut dibentuk saat benang inti dihentikan selama pengumpanan benang efek berlangsung. Akibatnya, benang efek yang berlebih melilit benang inti di satu tempat membentuk knop. Sedangkan sisa untaiannya dipilin secara normal.

·         Diamond Yarn

Benang ini dibuat dengan melilitkan benang halus atau filamen berwarna kontras menggunakan twist S pada benang tunggal yang tebal (roving) lalu mengikatnya menggunakan benang halus serupa menggunakan twist Z. Sehingga terciptalah efek kompresi yang membentuk pola mirip Kristal (diamond).

Itu dia beberapa jenis benang hias yang bisa dipilih untuk menciptakan detail unik di sebuah karya tekstil. Novelty yarn membuktikan bahwa kreativitas dalam dunia tekstil bisa dimulai dari hal paling mendasar, yakni benang itu sendiri. Dengan bentuk, warna, dan tekstur yang unik, benang hias ini bisa mengubah produk biasa menjadi karya yang penuh gaya dan karakter.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait