BahanKain.id
BahanKain.id

Mengenal 10 Istilah Fashion Klasik yang Perlu Kamu Tahu!

BahanKain
Mengenal 10 Istilah Fashion Klasik yang Perlu Kamu Tahu!

Fashion bukan hanya soal tren dan pakaian semata, tetapi juga merupakan dunia dengan istilah-istilah khas yang memiliki sejarah dan makna tersendiri. Bagi siapa pun yang tertarik dengan dunia mode—baik sebagai penikmat, pebisnis, maupun kreator—memahami istilah-istilah ini bisa membuka wawasan dan membantu menavigasi gaya dengan lebih percaya diri.

Dalam artikel ini, kita akan membahas 10 istilah fashion klasik yang sering muncul dalam percakapan dan media fashion, serta makna di baliknya.

 

1. Haute Couture

Berakar dari bahasa Prancis, "haute couture" berarti "jahitan tinggi" atau "high sewing". Istilah ini merujuk pada pakaian yang dibuat secara eksklusif, biasanya dijahit dengan tangan, dan dengan keterampilan tingkat tinggi. Setiap potongannya dirancang khusus untuk satu individu—biasanya klien kelas atas atau selebritas—dan dibuat oleh rumah mode resmi yang telah diakui oleh Chambre Syndicale de la Haute Couture di Paris.

Pakaian haute couture memerlukan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk diselesaikan. Ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga warisan seni dan teknik tinggi dalam dunia busana. Tidak semua rumah mode bisa menyandang label ini—ada standar ketat yang harus dipenuhi.

 

2. Prêt-à-Porter

Istilah ini berasal dari bahasa Prancis yang berarti “siap pakai” (ready-to-wear). Berbeda dengan haute couture yang sangat eksklusif dan dibuat berdasarkan pesanan, prêt-à-porter adalah koleksi pakaian yang dirancang oleh desainer, tetapi diproduksi dalam skala lebih besar dan tersedia dalam ukuran standar.

Koleksi ini biasanya diperkenalkan dalam pekan mode dan ditujukan untuk pasar yang lebih luas. Meski dibuat massal, kualitas bahan dan desain tetap dijaga sehingga tetap memiliki sentuhan khas rumah mode pembuatnya. Prêt-à-porter menjadi jembatan antara dunia fashion kelas atas dan konsumen umum.

 

3. Siluet (Silhouette)

Siluet dalam dunia fashion mengacu pada bentuk atau garis besar pakaian saat dikenakan oleh tubuh. Siluet memengaruhi bagaimana pakaian terlihat secara keseluruhan dan bagaimana ia membingkai bentuk tubuh si pemakai. Beberapa siluet klasik yang sering muncul di runway dan butik antara lain A-line (membentuk huruf A), sheath (ramping lurus), mermaid (ketat di atas, melebar di bawah), dan ball gown (rok besar bervolume).

Memahami siluet dapat membantu seseorang dalam merancang, maupun memilih pakaian yang paling sesuai dengan bentuk tubuh dan kepribadian mereka.

 

4. Wardrobe Kapsul (Capsule Wardrobe)

Konsep wardrobe kapsul semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan yang mengusung gaya hidup minimalis. Ide utamanya adalah memiliki koleksi pakaian terbatas—biasanya sekitar 30 hingga 40 item—yang semuanya bisa dipadupadankan satu sama lain.

Fokusnya bukan pada kuantitas, tapi kualitas dan fleksibilitas. Beberapa item penting dalam wardrobe kapsul termasuk blazer netral, celana hitam yang pas, atasan putih klasik, dan sepatu yang nyaman tapi stylish. Wardrobe kapsul membantu meminimalisasi kebingungan memilih pakaian dan mendukung gaya hidup berkelanjutan.

 

5. Bespoke

Istilah ini sering digunakan dalam dunia tailoring, khususnya pakaian pria. "Bespoke" merujuk pada pakaian yang dibuat berdasarkan pesanan khusus klien, dengan penyesuaian total mulai dari potongan, bahan, hingga detail desain.

Berbeda dengan "made to measure" yang biasanya menyesuaikan dari pola dasar yang ada, bespoke berarti benar-benar dibuat dari awal. Prosesnya memerlukan interaksi intens antara penjahit dan pelanggan, dan hasil akhirnya adalah pakaian unik yang sangat pas di tubuh pemesan.

 

6. Ensemble

Dalam dunia fashion, "ensemble" mengacu pada satu set pakaian yang lengkap dan saling melengkapi, biasanya terdiri dari atasan, bawahan, dan aksesori. Fokusnya ada pada keseluruhan tampilan, bukan hanya potongan tunggal.

Contohnya bisa berupa gaun musim panas yang dipadukan dengan syal ringan dan sepatu espadrilles, atau setelan jas dengan dasi dan sepatu kulit senada. Memikirkan outfit sebagai satu ensemble membantu menciptakan penampilan yang utuh dan harmonis.

 

7. Androgini

Fashion androgini adalah gaya berpakaian yang menggabungkan elemen maskulin dan feminin, atau bahkan mengaburkan batasan antara keduanya. Ini bisa dilihat dari wanita mengenakan setelan jas bergaya pria, atau pria memakai blus berpotongan longgar dan motif lembut.

Gaya ini tidak hanya menunjukkan pilihan estetik, tapi juga merupakan ekspresi identitas dan kebebasan berekspresi. Androgini telah menjadi bagian penting dalam diskusi mode yang inklusif dan non-biner.

 

8. Couture

Sama seperti haute couture, istilah “couture” berarti jahitan dalam bahasa Prancis. Namun secara umum, couture tidak selalu seketat haute couture. Banyak rumah mode menggunakan kata ini untuk menggambarkan koleksi pakaian mewah mereka yang dibuat dengan keterampilan tinggi dan perhatian pada detail.

Meski tidak semuanya memenuhi standar haute couture resmi, karya couture tetap menonjolkan craftsmanship yang luar biasa.

 

9. Minimalisme (Minimalism)

Gaya minimalis menekankan kesederhanaan dan fungsionalitas. Dalam fashion, ini diterjemahkan sebagai pakaian dengan desain bersih, warna netral, tanpa banyak ornamen atau motif mencolok.

Tokoh-tokoh seperti Jil Sander atau Phoebe Philo dikenal sebagai pelopor gaya ini. Gaya minimalisme cocok bagi mereka yang menghargai kenyamanan, efisiensi, dan estetika yang tidak ribet.

 

10. Bohemian (Boho)

Gaya boho terinspirasi dari kehidupan bebas seniman dan pengembara di abad ke-19. Ciri khas gaya ini termasuk pakaian longgar, lapisan yang tidak simetris, warna-warna hangat, serta motif etnik atau floral. Aksesori seperti kalung besar, topi lebar, dan tas bertali panjang sering menemani gaya ini.

Boho bukan hanya soal penampilan, tapi juga mencerminkan semangat kebebasan, keberanian, dan ekspresi diri.

 

Dengan mengenal istilah-istilah klasik dalam fashion ini, sahabat bahankain bisa lebih memahami konteks saat membaca majalah mode, menonton fashion show, atau bahkan saat menyusun gaya pribadi. Fashion bukan hanya soal penampilan luar, tapi juga bentuk komunikasi dan seni. Jadikan pengetahuan ini sebagai bagian dari eksplorasi gaya yang lebih dalam dan bermakna.

 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait