BahanKain.id
BahanKain.id

Kain Tenun VS Kain Rajut, Apa Sih Bedanya?

BahanKain
Kain Tenun VS Kain Rajut, Apa Sih Bedanya?

Terlepas dari jenis serat penyusunyya, kain dapat dibedakan menjadi dua kategori berdasarkan proses pengolanannya yaitu tenun (woven) dan rajut (knitted). Meski sama-sama dibuat dari gulungan benang, tapi struktur kain, karakteristik, kenyamanan dan penggunaannya sangat berbeda.

Lantas, apa sajakah perbedaan antara kain tenun dan kain rajut? Simak ulasan berikut ini, yuk!

Perbedaan Kain Tenun Dan Kain Rajut

Pada dasarnya, tenun dan rajut sama-sama merujuk pada metode pengolahan benang menjadi lembaran kain yang selanjutnya bisa digunakan sebagai bahan pakaian, penutup furniture serta keperluan lain. Sejarah menunjukkan bahwa seni menenun sudah ada sejak era Paleolitikum, jauh lebih tua dibandingkan seni rajut.

Proses merajut secara tradisional melibatkan penggunaan jarum untuk membuat simpul penghubung antara untaian benang yang berkesinambungan. Sedangkan mekanisme tenun membutuhkan seperangkat alat tenun serta penahan benang lungsin di bawah tegangan ketika benang pakan dijalin membentuk sudut 900 hingga membentuk kain.

Lebih jelasnya, berikut beberapa hal yang membedakan antara kain tenun dan kain rajut

1.       Kain Tenun

Kain tenun adalah tekstil yang diperoleh dari hasil penyilangan dua set benang (lusi dan pakan) secara bersamaan. Benang lungsin bergerak secara vertikal membentuk panjang kain, sedangkan benang pakan bergerak ke arah horizontal menentukan lebar kain.


Jika diamati lebih dekat, pola anyaman kain tenun menyerupai papan catur yang terdiri dari benang-benang lurus yang saling bertautan di atas dan dibawah membentuk sudut siku-siku. Kain tenun kerap diaplikasikan pada barang-barang berstruktur seperti kemeja, blazer, coat serta produk furniture.

Karakteristik, kelebihan dan kekurangan kain tenun

·         Sangat terstruktur,

Anyaman pada kain tenun sangat terstruktur, sehingga ia mampu mempertahankan bentuknya. Konstruksinya padat, tidak terlalu elastis dan akan tetap kaku meski mengalami tarikan.

·         Rentan terhadap kerutan dan lipatan

Struktur yang kokoh juga membuat kain ini lebih mudah kusut dan berkerut. perlu sering disetrika agar terlihat halus dan bersih.

·         Sering kali kasar

Benang untuk tenun seringkali tidak selembut benang rajutan, handfeel kain tenun pun cenderung kasar saat disentuh.

·         Tahan lama

Kain tenun sangat tahan lama, bentuknya tetap bagus tidak mudah berbulu meski sudah dicuci berkali-kali. Ia juga tidak memerlukan banyak perawatan khusus karena bisa dicuci manual (menggunakan tangan) atau dengan bantuan mesin.

·         Mudah dijahit

Struktur yang solid membuat kain tenun lebih mudah dijahit, tidak akan menggulung atau berkerut seperti kain rajut.

·         Mahal

Proses menenun kain memakan waktu lebih lama daripada merajut. Itulah kenapa harga kain tenun cenderung lebih mahal, baik dalam bentuk bahan atau yang sudah dibuat menjadi  pakaian.

2.       Kain rajut

Kain rajut adalah tekstil yang dihasilkan dari benang yang saling bertautan dengan jarum panjang. Kain rajut terbagi menjadi dua kategori: rajutan pakan dan rajutan lungsin. Rajutan pakan adalah kain rajut yang simpulnya saling maju mundur, sedangkan rajutan lungsin adalah kain rajut yang simpulnya saling naik turun.


Produsen menggunakan kain rajut untuk membuat barang-barang seperti kaus dan kemeja lainnya, pakaian olahraga, pakaian renang, legging, kaus kaki, sweter, kaus, dan kardigan. Mesin rajut adalah produsen utama kain rajut modern, tetapi juga dapat merajut bahan tersebut dengan tangan menggunakan jarum rajut

Karakteristik, kelebihan dan kekurangan kain rajut

·         Elastis dan fleksibel

Karena terbentuk dari rangkaian simpul yang saling terhubung, kain rajut sangat elastis dan bisa meregang ke arah lebar maupun panjang. Cocok untuk bahan pakaian yang pas di badan (fit body) dan menutup atau meregang di atasnya

Tekstur bahan rajut juga fleksibel dan mampu menyesuaikan dengan bentuk tubuh apapun.

·         Anti-kusut

Elastisitas bahan rajutan memberikan sifat anti-kusut yang memungkinkan kain ini kembali ke bentuk semula setelah diremas lalu dilepaskan.

·         Lembut

Produk rajutan selalu punya handfeel yang halus dan terasa lembut saat bersentuhan dengan kulit. Rajutan rapat menghasilkan tekstur yang halus sedangkan rajutan longgar akan membuat kain terasa bergelombang atau bergerigi karena detail rib.

·         Mudah rusak

Strukrut kain rajutan tidak sekuat kain tenun dan lama-kelamaan akan mulai melar atau berbulu. Sehingga produk rajutan membutuhkan perlakuan khusus seperti tidak dicuci menggunakan mesin, tidak digosok atau diremas terlalu keras, dijemur secara mendatar, tidak digantung terlalu lama, dan tidak disetrika.

·         Sulit Dijahit

Dibalik kenyamanan yang ditawarkannya, butuh usaha lebih untuk menciptakan busana dari kain rajut. Sifat elastis bahan rajutan membuatnya sulit dijahit, baik menggunakan mesin ataupun jahit tangan karena tidak mudah untuk menjahit garis lurus tanpa kerutan dan lekukan.

Itu dia beberapa aspek yang membedakan antara kain tenun (woven) dan kain rajut (knitting). Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Jangan lupa, percayakan kebutuhan kain dan tekstil Anda pada BahanKain.id. Kami menyediakan berbagai pilihan kain yang bisa digunakan untuk beragam keperluan. Mulai dari bahan pakaian, kerajinan tangan, pelapis furnitur serta keperluan lain.

Sobat Bahankain lagi butuh kain apa? Kain tenun (woven) atau kain rajut (knitting)? Bahan katun, rayon, sutra, polyester atau material lain. Langsung saja cek di Kategori Produk ya.

Hubungi Customer Service BahanKain.id untuk detail produk, pemesanan serta informasi lain dan dapatkan penawaran terbaik dari kami.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait