BahanKain.id
BahanKain.id

Tips Menjahit Bahan Rajutan (Knit)

BahanKain
Tips Menjahit Bahan Rajutan (Knit)

Sebagian penjahit beranggapan bahwa lebih sulit menjahit atau membuat pakaian dari kain rajut (knit) ketimbang kain biasa. Sebenarnya bukan susah, tapi cara menangani bahan rajutan (knit) memang berbeda dengan kain tenun. Kamu juga harus berhati-hati karena struktur kain ini rentan menjadi longgar serta karakter seratnya mudah terurai.

Diperlukan beberapa langkah pendahuluan serta serta peralatan seperti jarum bolpoin atau jarum elastis saat mengerjakan proyek dari kain rajut. Lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini, yuk!

Sekilas Tentang Kain Rajut

Kain rajut adalah bahan tekstil yang dibuat dengan cara menyilangkan benang hingga membentuk simpul agar saling terhubung. Tak seperti kain tenun yang terbentuk dari silangan dua set benang (lusi dan pakan). Kain knitting alias rajut hanya membutuhkan satu set benang dan semuanya dirajut ke satu arah. Diantara produk rajutan yaitu kain jala, jersey, rajut interlock, dan kain rib.

Ada rajutan dengan simpul benang yang membentang ke arah panjang kain. Ada pula jenis bahan rajut yang benangnya membentang sepanjang lebar kain. Cara melilitkan benang di sekeliling satu sama lain. Hal itulah yang memungkinkan kain ini mulur meski tidak dibuat menggunakan jenis benang elastis.

Bahan rajut bisa melar ke arah panjang maupun lebar. Beda dari kain tenun yang sangat kompleks dan sangat kecil kemungkinannya untuk melar, kecuali ia dibuat menggunakan kombinasi elastane (spandek atau lycra). Oleh sebab itu, menjahit kain rajut butuh lebih banyak kejelian serta pemahaman terkait sifat dasarnya.

Cara Menjahit Kain Rajut

Meski berisiko melar dan tepiannya sering menggulung, kain rajut tetap menjadi primadona bagi para penjahit karena toleran terhadap kesalahan-kesalahan kecil. Kain ini juga lebih fleksibel dan bisa dikreasikan menjadi beragam variasi produk.


Berbeda dengan kain tenun, kamu perlu memperhatikan banyak hal saat mengerjakan proyek kain rajut. Beberapa diantaranya, yaitu:

1.       Persiapan sebelum menjahit kain rajut

Mengingat karakter kainnya yang tergolong elastis dan mudah melar, kain rajut membutuhkan beberapa penanganan khusus sebelum proses jahit.

·         Diamkan selama beberapa saat

Di pasaran, kain rajut biasanya dipajang dalam bentuk gulungan atau lipatan tabung kardus. Hal itu bisa mengubah bentuk alami kain akibat gaya tarik selama proses melipat ataupun menggulung.

Penting untuk membuka lipatan sesuai jumlah kain yang akan digunakan dan membiarkannya selama kurang lebih 24 jam sebelum dipotong. Tujuannya tak lain agar pakaian tidak berubah ukuran, menggulung atau kembali ke bentuk asli setelah dijahit.

·         Susutkan kain

Seperti halnya kain alami, bahan rajutan bisa saja menyusut setelah pencucian. Oleh sebab itu, pemotongan bahan knit harus diberi tambahan 1-2 cm dari pola untuk menoleransi penyusutan.  

Seringkali sulit untuk mendeteksi susut atau tidaknya sebuah kain. Jadi, lebih baik menyusutkan atau mencuci kain terlebih dahulu sebelum memulai proyek jahit.

·         Tandai potongan

Selain penyusutan, bahan knit juga mudah melar jika terkena sedikit tarikan. Seperti kain elastis lain, tepian bahan rajut bisa saja tertarik dan mengganggu keakuratan dimensi.

Maka dari itu, proses desain (gambar) dan pemotongan pola harus dilakukan permukaan datar, tanpa ada bagian yang jatuh di setiap sisinya. Ingatlah untuk menyisakan kelonggaran jahitan di semua sisinya.

2.       Peralatan yang perlu disiapkan

Pada dasarnya, perlengkapan untuk menjahit kain rajut sama seperti proyek menjahit lainnya. Hanya saja spesifikasi peralatannya sedikit berbeda:

·         Jarum

Saat menjahit kain rajut, kamu harus menyiapkan jarum yang lebih lembut seperti jarum bolpoin atau jarum elastis. Ujung jarum bolpoin berbentuk bular dan tidak terlalu runcing, sehingga bisa menembus serat.  Sedangkan jarum elastis sangat tajam dan dirancang untuk menghindari jahitan yang terlewat. Ada pula jenis jarum kembar yang menghasilkan jahitan elastis dan lurus.

·         Mesin jahit

Meskipun bisa menggunakan mesin jahit biasa, tapi mesin obras atau mesin serger membantu menyelesaikan rajutan elastis guna meminimalisir kerutan.

·         Perlengkapan menjahit

Alih-alih mesin potong putar (rotary cutter), lebih baik potong kain rajutmu menggunakan gunting khusus kain. Tapi pastikan kedua mata pisau pada gunting tersebut benar-benar bersih dan tajam. Persiapkan juga peniti, kapur jahit, dan setrika.

·         Benang elastis

Gunakan benang elastis (terbuat dari kain seperti nilon) dengan sedikit kelenturan akan mencegah kerutan yang tidak sedap dipandang.

·         Sepatu berjalan

Gunakan sepatu jahit berjalan dilengkapi pengumpan tambahan yang menahan lapisan atas dan bawah kain. Jenis sepatu ini dapat mencegah tekstil meregang dan terpisah selama proses menjahit.

3.       Cara menjahit kain rajut

Aplikasikan jahitan yang tahan terhadap peregangan guna mengatasi sifat melar kain rajut. Pilihlah jahitan zig-zag, bukan jahitan lurus. Karena jahitan lurus biasa sangat rentan putus dan benangnya mudah lepas.

Untuk hasil terbaik, gunakan mesin obras atau serger yang membentuk jahitan overlock. Lingkaran benang akan menciptakan jahitan sangat awet dan tahan terhadap regangan. Walaupun ada bagian paling tidak menyenangkan sebab jahitan ini lebih sulit dilepaskan jika terjadi kesalahan.

Guna memperkuat jahitannya, kain rajut membutuhkan finishing khusus, yaitu binding (ikat) dan kelim:

·         Binding (ikatan)

Binding kerap dipilih sebagai finishing jahitan kain rajut pada bukaan leher atau lubang lengan. Teknik ini tidak hanya terlihat bagus, tetapi juga membantu menyatukan dan menahan kain di bagian yang mengalami banyak peregangan.

·         Kelim

Keliman bahan rajut biasanya dibuat pada mesin jahit penutup. Ini termasuk pilihan paling umum dalam prose jahitan di industri karena membuat dua jahitan lurus di sisi kanan kain dan satu set simpul di sisi yang salah.

Itu dia beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mengerjakan proyek kain rajut. Semoga bermanfaat, ya!

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait