BahanKain.id
BahanKain.id

7 Alasan Baju Renang Memiliki Desain Ketat

BahanKain
7 Alasan Baju Renang Memiliki Desain Ketat

Memakai baju khusus renang kini sudah menjadi standar berenang di kolam umum ataupun perairan terbuka. Tapi, penasaran nggak sih, kenapa  baju renang hampir selalu didesain ketat? Ternyata, alasannya bukan cuma soal tampilan, melainkan juga menyangkut kenyamanan, keselamatan, serta performa berenang, loh. 

Lantas, kenapa harus menggunakan baju renang? Simak ulasan berikut ini, yuk!

Alasan Penting Memakai Baju Renang Yang Ketat

Swimsuit alias baju renang adalah pakaian yang dirancang khusus untuk melakukan olahraga atau aktivitas berbasis air seperti berenang, menyelam, dan selancar. Desainnya memang sengaja dibuat pas, bahkan cenderung ‘ketat’ agar mampu memberikan perlindungan maksimal pada tubuh selama berada di dalam air.

Selain itu, berikut beberapa alasan kenapa baju renang memiliki desain minimalis dan ketat:

1.       Mengurangi Hambatan di Air

Salah satu tujuan desain baju renang yang ketat adalah untuk mengurangi hambatan saar berada di dalam air. Pakaian longgar bisa menciptakan "drag" atau tahanan, sehingga memperlambat gerakan tubuh di air. Jadi, diantara alasan utama baju renang dibuat ketat yaitu untuk mengurangi hambatan air.


Sumber: https://bobo.grid.id/

Desain baju renang yang elastis dan fit body dapat meminimalisir gesekan dan mengurangi 10-15% hambatan air. Cobalah berenang memakai baju longgar lalu ganti dengan baju khusus renang dan rasakan bahwa tubuhmu seolah terlepas dari beban yang begitu berat.

Kaus atau celana berpotongan terlalu longgar memperbesar nilai hambatan, memperlambat gerakan dan membuat tubuh terasa lebih berat. Beda dari baju renang ketat yang akan menciptakan sensasi tubuh seolah menjadi lebih ringan dan bebas bergerak.

2.       Memberi dukungan dan kompresi otot

Selain mengurangi hambatan air, baju renang ketat juga berfungsi memberikan dukungan dan kompresi pada otot. Material elastis yang digunakan dalam pembuatan baju renang dapat membantu "menahan" otot-otot tubuh dan mengontrol getaran otot selama bergerak.


Sumber: https://www.liputan6.com/

Efek kompresi baju renang yang ketat memberikan beberapa manfaat, seperti:

·         Mengurangi kelelahan otot,

·         Mempercepat sirkulasi darah,

·         Mempertahankan bentuk tubuh ideal di dalam air.

Otot dan aliran darah yang stabil memungkinkan perenang untuk mempertahankan tenaga dan daya tahan selama latihan ataupun pertandingaan.

3.       Menjaga kesehatan kulit

Baju renang anti UV dan tahan terhadap zat kimia klorin digunakan untuk menjaga kesehatan kulit. Biasanya, terbuat dari kombinasi material sintetis dan bahan spandek atau lycra. Bahan tersebut dipilih karena fleksibilitas, ketahanan serta kemampuan baiknya dalam menolak air.

Elastomer seperti spandek dan lycra tidak hanya membuat pakaian renang menempel sempurna di badan, tetapi juga melindungi kulit dari efek buruk zat kimia klorin yang kerap digunakan sebagai penjernih air kolam renang. 

Begitu pula saat berenang di laut atau lingkungan air lain yang mengandung garam berkonsentrasi tinggi dan mungkin tercemar oleh bakteri, kuman, parasit, serta mikroorganisme lain. Desain ketat dapat meminimalisir kemungkinan kulit menjadi kering dan sensitive akibat berenang dalam waktu lama.

4.       Meningkatkan Hidrodinamika

Pernah merasa pakaianmu berat setelah berenang? Itu karena bahan baju biasa bisa menyerap air terlalu banyak lalu menjadi berat, dan kurang fleksibel.

Sementara baju khusus untuk renang umumnya dibuat dari bahan yang elastis, menolak air, dan cepat kering, sehingga memungkinkan pemakainya bergerak bebas tanpa beban. Baju renang ketat akan  membantu tubuh tetap aerodinamis dan membuat aktivitas dalam air tetap safety.

5.       Menjamin keamanan selama aktivitas air

Diantara alasan kenapa baju renang tidak boleh longgar adalah karena faktor keamanan. Pakaian longgar berisiko terlepas atau tersangkut di karang, tali, serta objek lain di dalam air yang bisa membahayakan keselamatan perenang.

Dengan baju renang ketat, risiko tersebut bisa dikurangi bahkan hampir tidak ada, karena tidak ada bagian kain yang menggantung. Aktivitas berenang pun menjadi lebih safety, sehingga mereka bisa fokus pada tiap gerakan.

6.       Melindungi Kulit

Paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama berisiko menyebabkan sensasi kulit terbakar. Baju renang, khususnya lengan panjang dapat melindungi kulit dari efek buruk sinar ultraviolet (UV). Fungsi tersebut sangat berguna ketika saat berenang di kolam terbuka atau lingkungan air di luar ruangan seperti laut dan sungai.

Saat ini, banyak baju renang dibuat dari bahan khusus dan dilengkapi fitur anti-UV sehingga dapat membantu meminimalisir risiko kerusakan kulit karena paparan sinar ultra violet.

7.       Efek psikologi baju renang

Tak hanya soal fisik, memakai baju renang ketat saat berenang juga berdampak pada aspek psikologi seorang atlet. Baju renang fit body akan membentuk siluet tubuh menjadi lebih ramping dan atletis. Ini mencerminkan sebuah penerimaan tubuh serta rasa percaya diri yang kuat.

Secara psikologis, desain pakaian renang yang pas di badan akan memberi dukungan “khusus” bagi seorang perenang. Ukuran fit juga memunculkan perasaan lebih efisien dan 'siap bertindak'. Estetika penampilan juga menjadi poin plus ketika terlibat dalam dunia kompetisi atau pertunjukan olahraga.

Itu dia 7 alasan dibalik desain baju renang yang selalu dibuat ketat. Bukan sekedar peratutan akan keselamatan atau estetika, tetapi juga menimbulkan efek psikologis yang positif. Semoga bermanfaat, ya!

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait