BahanKain.id
BahanKain.id

6 Cara Membedakan Benang Wol dan Akrilik

BahanKain
6 Cara Membedakan Benang Wol dan Akrilik

Wol dan akrilik merupakan dua jenis benang yang sekilas terlihat mirip. Hal itu karena benang akrilik memang dibuat untuk menggantikan benang wool alami. Bisa dibilang, akrilik adalah tiruan wool alias wol sintetis.

Biasanya, permukaan wol lebih lembut dari benang akrilik. Tapi seiring perkembangannya, kini tak sedikit benang akrilik yang sama lembutnya dengan wol. Artinya, handfeel tak bisa menjamin keaslian benang wol. Untungnya ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menguji dan membedakan wol ataukah akrilik.

Simak ulasan berikut ini, yuk!

1.       Baca label


Cara paling simpel untuk mengetahui jenis benang adalah melihat labelnya. Tiap gulungan benang umumnya memiliki label yang berisi informasi detai tentang material dasar benang (wol, katun atau akrilik). Label juga mencantumkan berat dan panjang benang dalam satu gulungan, serta ukuran jarum untuk benang tersebut.

2.       Cek handfeel benang


Sentuh benang dan rasakan seberapa lembut atau kasarnya. Benang wol cenderung jauh lebih lembut daripada benang akrilik. Benang akrilik cenderung terasa sedikit kasar. Ini lebih mudah jika memiliki benang lain yang  tahu terbuat dari wol atau akrilik untuk digunakan sebagai pembanding.

Uji sentuhan tidak terlalu dapat dilkan. Banyak benang akrilik yang terasa lembut dan halus. Tekstur yang lembut dan halus juga dapat menunjukkan sutra atau rayon, bukan wol.

3.       Permukaan berbulu


Benang akrilik mungkin terasa kasar, tapi permukaannya cenderung rata dan tidak terlihat berbulu. Lain halnya dengan benang wool yang punya lebih panjang yang mencuat keluar. Perlu diingat bahwa campuran akrilik-wol mungkin juga memiliki beberapa serat berbulu. Benang yang terbuat dari serat alami lainnya mungkin juga memiliki tampilan berbulu.

4.       Uji Felting


Membedakan antara benang wol dan akrilik juga bisa menggunakan uji felting. Benang wol akan mudah menyatu, sedangkan akrilik agak sulit menyatu.

Caranya yaitu:

·         Potong dua helai benang dari gulungan yang sama lalu dipintal.

·         Uraikan salah satu ujung dari setiap helai benang dan pisahkan menjadi dua kelompok yang sama. Pilinlah potongan benang yang lebih tipis menjadi satu, lalu gulir benang dengan lembut ke depan dan belakang di antara jari-jari sampai seratnya terlepas. Kemudian pisahkan menjadi dua kelompok yang sama. Lakukan ini pada kedua helai benang.

·         Perpendek satu set benang pada setiap helai benang. Setiap helai benang akan memiliki satu set benang panjang, dan satu set benang pendek.  Pilin benang yang lebih panjang untuk menyatukan benang.

·         Tumpuk sisi benang panjang hingga sisi benang pendek saling bersentuhan. Letakkan di atas meja agar ujung jumbainya saling berhadapan.

·         Basahi benang uraian yang panjang dengan mencelupkan ke dalam air atau menyemprotkannya.

·         Gulung benang panjang yang saling tumpang tindih di antara jari-jari hingga benang mengering. Benang tersebut mungkin akan menyatu atau tidak menyatu sama sekali.

5.       Uji bakar

Uji bakar juga bisa menjadi alternatif paling simpel untuk membedakan mana benang wol dan mana yang akrilik. Benang wol akan yang dibakar akan mengeluarkan aroma seperti rambut yang terbakar. Sementara, benang akrilik cenderung berbau bahan kimia dan bergumpal (seperti) plastik terbakar.

6.       Uji pemutih

Selain uji bakar, kamu juga bisa menguji keaslian wol menggunakan pemutih pakaian. Pemutih akan melarutkan pewarna pada wol asli, tapi tidak akan memberi reaksi apapun pada akrilik.

Caranya yaitu:

·         Potong benang sepanjang 2 inci (5,08cm) lalu masukkan ke dalam toples kaca kecil.

·         Tuangkan 30 ml pemutih (1 sendok makan) atau tambahkan sampai benang terendam secara menyeluruh.

·         Tutup rapat toples dan diamkan selama beberapa jam atau semalaman. Normalnya, setelah beberapa menit akan muncul bunyi sedikit mendesis. Ini merupakan indikator bahwa benang terbuat dari wol atau serat alami lain.

·         Terakhir, cek hasilnya. Jika benang terlarut atau hilang, berarti itu wol murni. Benang dengan 100% akrilik tidak akan berubah atau mungkin sedikit memudar. Namun jika benang tersebut terlihat agak rusak, bisa jadi ia terbuat dari campuran akrilik dan wol. Ia mungkin memudar, compang-camping, atau menipis.

Itu dia beberapa cara yang bisa kamu praktekkan untuk membedakan antara benang wool asli dan akriklik. Jangan sampai salah beli, ya. Semoga bermanfaat!

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait