BahanKain.id
BahanKain.id

6 Cara Memilih Benang Rajut Untuk Pemula

BahanKain
6 Cara Memilih Benang Rajut Untuk Pemula

Inti dari merajut adalah membuat kain atau tekstil dengan cara membuat jalinan antar benang menggunakan jarum khusus. Benang termasuk bahan utama dalam merajut, selain jarum. Tanpa benang, tidak mungkin kamu bisa membuat sebuah karya rajutan.

Oleh sebab itu, penting untuk memilih jenis benang yang tepat sebelum memulai proyek rajutan. 

6 Cara Memilih Benang Rajut Untuk Pemula

Menentukan jenis benang yang hendak digunakan untuk merajut seringkali membingungkan. Apalagi kalau masih dalam tahap belajar. Meskipun, bisa memakai benang jenis apapun, tapi namanya ‘belajar’ pasti butuh pemahaman dari setiap bahan maupun tahapan merajut. Dan sebagai pemula, ada baiknya kamu memilih benang yang lebih mudah dirajut daripada yang lain.

Nah, berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan dalam memilih benang rajut:

1.       Pertimbangkan jenis serat

Hal pertama yang harus kamu pertimbangkan yaitu jenis serat. Setidaknya ada 3 pilihan benang yang paling umum bagi pemula yaitu wol, katun dan akrilik. Namun ketiganya memiliki karakteristik berbeda, berikut ulasannya:

·         Benang wol

Mempunyai serat yang kuat dan tidak mudah rusak. Benang ini juga mudah diurai dan digunakan kembali (disebut frogging). Meskipun beberapa orang mungkin alergi terhadap wol, tapi benang ini tetap pilihan terbaik untuk proyek rajutan.

·         Benang katun

Karakter seratnya kurang elastis sehingga lebih sulit dirajut daripada wol. Meski demikian, benang katun tetap patut menjadi alternatif bagi para pemula. Karena selain mudah ditemukan, harga benang berbahan dasar serat kapas ini juga jauh lebih terjangkau. Bobotnya pun lebih ringan, sehingga bisa menjadi pilihan tepat untuk berlatih merajut ketika musim panas tiba.

·         Benang akrilik

Diantara berbagai jenis benang rajut, akrilik termasuk jenis serat yang paling digemari oleh para perajut. Wol sintetis ini sangat mudah ditemukan, memiliki beragam variasi warna serta harga yang paling ekonomis. Namun, satu hal yang perlu dipertimbangkan dari benang akrilik adalah karakternya mudah terurai.

Baca Juga:

7 Jenis Benang Rajut dan Karakternya, Kamu Pilih Yang Mana?

·         Novelty yarn

Novelty yarn adalah jenis benang yang memiliki tekstur dan karakter khusus, seperti berbulu, berkilau, bercorak, atau bertekstur. Karakteristik tersebut memberikan tampilan unik pada hasil rajutan Anda. Meski begitu, benang novelty cukup menantang untuk digunakan oleh pemula karena teksturnya tidak rata sehingga pola rajutan sulit terlihat.

Untuk pemula, disarankan untuk menggunakan novelty yarn pada proyek sederhana seperti membuat syal. Hal ini bertujuan untuk membiasakan diri dengan karakteristik benang sebelum mencoba proyek yang lebih kompleks.

Pada akhirnya, benang katun dan wol tetap menjadi alternatif terbaik.

2.       Benang vs benang rajut

Benang-benang di atas mengacu pada material dasar dan jenis benang tenun (dari pilinan serat), bukan benang rajut (pilinan beberapa benang). Secara umum, benang cenderung tersedia dalam variasi serat katun atau akrilik. Artinya, karakteristik benang-benang di atas mencakup sifat dasarnya.

Kebanyakan orang merasa bahwa benang tenun yang lebih tebal lebih mudah digunakan daripada benang rajut. Namun, alangkah lebih baik jika belajar menggunakan benang rajut sejak awal latihan.

Gunakan benang rajut untuk membuat barang-barang yang ringan seperti tatakan gelas, hiasan kepala atau taplak meja bergaya vintage. Tapi, jika murni hanya untuk belajar membuat rajutan tanpa preferensi yang kuat, maka tak ada salahnya memulai dengan benang biasa, kemudian lanjutkan ke benang rajut.

3.       Ukuran dan berat Benang

Seperti yang disebutkan sebelumnya, benang lebih tebal daripada benang rajut, dan ada berbagai ketebalan benang. Ketebalan disebut berat. Berat benang umumnya tertulis di label berupa kode nomor 1-7. Mulai dari benang rajut paling tipis, sedang, hingga yang paling tebal.

Khusus untuk pemula, ada baiknya memulai proyek dengan benang worsted-weight berlabel #4 yang memiliki berat dan ketebalan sedang. Bisa juga menggunakan benang nomor “3” (berat DK), tapi mungkin terlalu tipis bagi beberapa pemula. Atau “5" (berat chunky) yang bisa berfungsi dengan baik, meski terkadang tak semudah worsted-weight yarn. Meski demikian, setiap orang bisa saja mempunyai preferensi tersendiri.

Jadi, tak ada salahnya untuk mencoba proyek rajutan dengan berbagai jenis benang sampai menemukan yang paling nyaman digunakan.

4.       Warna Benang

Benang rajut tersedia dalam beragam variasi warna. Ada yang per tiap untainya tersusun dari beberapa varian warna. Pilihlah sesuai kebutuhanmu, yakni:

·         Ombre. Warna benang yang beragam, mulai warna terang hingga gelap dengan nuansa rona tunggal.

·         Heathered, yaitu benang yang mempunyai bintik-bintik serat dengan warna berbeda.

·         Marled, helaian benang berbeda warna dan saling berhubungan.

·         Self-Striping, memiliki lebih dari satu warna dengan motif tertentu yang dirajut.

·         Multi-colour, benang yang punya dua warna atau lebih.

5.       Tekstur benang

Pilih benang yang halus daripada benang bertekstur. Untuk beberapa proyek pertama, hindari benang bulu mata dan benang bertekstur lain yang bisa membuat frustrasi saat mengerjakannya.

6.       Ketahanan warna

Tiap jenis serat membutuhkan seringkali mempunyai atutan pencucian yang berbeda. Khusus untuk merajut benda-benda pakai, pertimbangkan wol superwash yang aman dimasukkan ke mesin cuci dan pengering atau jenis wol yang harus dicuci manual dan dikeringkan secara mendatar. Pastikan label benang memuat informasi tersebut.

Itu dia beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam memilih benang rajut. Semoga tips-tips tersebut bisa membantumu ya! 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait