Mengenal Buckle dan Kegunaannya Pada Tas

Pernah mendengar tentang buckle? Meski keberadaannya seringkali terabaikan, buckle termasuk komponen penting yang menyimpan banyak fungsi dan manfaat. Terutama pada tas model ransel (backpack), tas dada (waist bag), serta barang-barang lain yang butuh penunjang kekencangan.
Yuk, cari tahu lebih banyak tentang buckle!
Apa Itu Buckle?
Buckle dikenal juga sebagai checklock merupakan salah satu aksesoris yang dipasang paten atau hanya dijahit pada webbing tas. Selain membuat tampilan jauh lebih keren, buckle juga berguna untuk mengunci, mengaitkan atau mengencangkan dua ujung bagian tas dan produk lain. Buckle pun menjadi komponen penting di antara sekian banyaknya aksesoris tas.
Buckle yang dipasangkan pada produk tas umumya terbuat dari material plastik atau plat besi yang berkualitas. Ada pula buckle yang terbuat dari bahan metal. Variasi modelnya pun cukup beragam.

Jenis plastik yang digunakan dalam pembuatan buckle terbagi menjadi dua, yaitu polypropylene dan plastik acetal.
· Buckle acetal
Banyak orang merekomendasikan buckle acetal karena dinilai memiliki kualitas yang paling bagus. Buckle jenis ini kerap diaplikasikan pada pada tas punggung atau backpack dengan kapasitas minimal 18L. Karakteristiknya kuat, terlihat mengkilap dan tidak gampang mengelupas. Massa bucket acetal juga lebih berat dan mampu menahan suhu yang cukup panas.
· Buckle polypropylene
Sementara buckle polypropylene (PP) adalah jenis ceklok yang terbuat dari monomer propilena. Ciri paling khas dari buckle PP yaitu warna cenderung doff, massanya lebih ringan sehingga kekuatannya tak sebaik acetal.
Manfaat dan Kegunaan Buckle
Meski kerap diidentikkan sebagai aksesoris tas, nyatanya buckle tidak hanya digunakan pada ransel, lho. Benda satu ini juga kerap dipasangkan pada waist bag, sling bag serta berbagai model tas lain. Selain aksen, buckle juga memberi keamanan serta kenyamanan bagi tas maupun si pengguna.
Tas ransel terutama carrier bag biasanya memiliki beberapa webbing. Seperti halnya tali webbing perut, tali dada, tali samping, penutup tas atau kantung depan. Ukuran buckle yang dipasangkan pun sesuai dengan webbing tas agar tetap seimbang.
1. Tali Perut
Webbing di bagian perut berfungsi menahan punggung dan membantu menyokong beban dari tas ransel agar terasa lebih ringan. Buckle yang dipasangkan pada tali ini akan memudahkan saat memasang dan mengencangkannya. Ia juga dapat memberi rasa nyaman sehingga ukuran yang dipasangkan biasanya cukup besar.
2. Tali Dada
Seperti halnya buckle tali perut, buckle yang terpasang di tali dada juga berguna membantu serta meringankan beban saat menggendong tas. Hanya saja, ukuran tali buckle pada bagian ini biasanya lebih kecil ketimbang tali yang ada di dada.
3. Tali Samping
Tali yang terletak di sisi kanan dan kiri bisa dimanfaatkan untuk mengatur dimensi atau tebal-tipisnya volume tas. Ukuran buckle dan tali dapat disesuaikan dengan kebutuhan tas.
4. Penutup kompartmen
Berikutnya, buckle biasa diletakkan di bagian utama dan terpenting tas yaitu penutup tas. Tugas buckle disini adalah mengamankan barang-barang yang ada di dalam tas. Umumnya, ukuran tali dan buckle penutup sama seperti tali samping.
5. Aksen
Selain fungsionalitas, tak sedikit produsen yang menambahkan buckle untuk tujuan estetika. Keberadaannya tidak memberikan nilai praktis apapun. Ia hanya menjadi pelengkap sekaligus aksen agar tampilan tas tidak terlalu monoton.
Jenis-jenis Buckle Tas
Buckle pada tas biasanya terdiri dari dua bagian yang dilengkapi mekanisme pengunci khusus agar lebih kencang dan bisa dilepas pasang dengan mudah. Bagian pertama berupa pengait atau pegangan yang melekat pada strap atau sabuk tas. Sementara, bagian lainnya adalah pengunci atau penjepit yang bisa dibuka tutup untuk mengikat atau memisahkan pengait.
Beberapa gesper dilengkapi fitur kunci pengaman untuk mencegah kemungkinan pencurian. Nah, berikut beberapa jenis gesper yang umum digunakan pada tas:
· Side Release Buckle (Gesper Sisi Lepas)
Terdiri dari dua bagian yang dapat dipasangkan dan dilepas dengan mudah. Biasanya digunakan pada tas punggung atau tas pinggang yang memiliki tali atau sabuk yang dapat diatur panjangnya.
· Twist Lock Buckle (Gesper Putar)
Twist Lock Buckle mempunyai sebuah mekanisme putar yang bisa mengunci serta membuka tas. Twist lock buckle umumnya digunakan pada tas selempang wanita atau tas kerja dengan fitur keamanan tambahan.
· Strap Buckle (Gesper Cincin Tali)
Jenis gesper ini terdiri dari cincin dan penjepit yang digunakan untuk mengikat tali atau sabuk. Gesper ini umumnya digunakan pada tas backpack atau tas hiking untuk mengatur panjang tali atau sabuk dengan mudah.
· Drawstring Buckle (Gesper Tali Tarik)
Gesper tali atau drawstring buckle adalah jenis buckle yang umum diaplikasikan pada tas serut. Biasanya terdiri dari dua bagian yang dapat dipasangkan untuk mengencangkan tali tas.
Itu dia beberapa hal yang perlu kamu tahu tentang buckle tas dan beragam jenisnya. Semoga bermanfaat, ya!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



