BahanKain.id
BahanKain.id

6 Prinsip Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pembuatan Desain Busana

BahanKain
6 Prinsip Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pembuatan Desain Busana

Menciptakan desain busana sekedar menuangkan ide tetapi juga harus memperhatikan estetika, unsur serta prinsip-prinsip dasarnya. Desain yang baik dan menarik dibuat dengan memperhatikan teknik atau cara mengaplikasikan tiap unsurnya.

Secara harfiah, prinsip adalah sebuah cara atau tuntunan dalam menyusun unsur-unsur sebuah gambar atau desain agar terlihat indah dan menarik. Dalam konteks fashion, prinsip desain meliputi harmoni/kesatuan, proporsi, keseimbangan, aksen/pusat perhatian dan irama. 

1.       Harmoni

Harmoni adalah prinsip desain yang menampilkan sebuah kesatuan melalui pemilihan objek, mempertimbangkan keselarasan serta kesesuaian antara satu dan lain bagian. Dalam sebuah bentuk, harmoni akan tercapai melalui penyesuaian tiap unsur pembentuknya.

2.       Kesatuan (unity)

Prinsip kesatuan (unity) dalam desain merujuk pada susunan unsur, aksen, keseimbangan, perbandingan dan irama sehingga mendiptakan sebuah desain yang baik. Perlu adanya keselarasan antar unsur desain seperti garis dan bentuk, tekstur dan warna agar menghasilkan sebuah desain yang harmonis.

Dengan kata lain, setiap bagian yang ada pada desain tersebut seolah saling terhubung dan melengkapi. Sehingga detailnya enak dipandang mata dan tidak terpisah-pisah.  

3.       Aksen (center of interest)

Aksen adalah sisi yang paling menarik yang menjadi pusat perhatian dan membawa tiap pasang mata untuk melihat sesuatu pada sebuah rancangan. Seperti halnya kontras, aksen memberikan perbedaan mencolok antar elemen desain untuk menarik perhatian serta meningkatkan keterbacaan.

Center of interest di sebuah desain busana bisa berupa lipit, kerutan, pita, renda, warna yang kontras, atau benda kain.

4.       Proporsi

Proporsi dalam sebuah desain busana merujuk pada cara penempatan unsur atau bagian busana yang berkaitan dengan jarak, ukuran, jumlah dan tingkatan atau bidang di sebuah model busana. Penerapannya pada sebuah desain akan memberi kesan lebi tinggi, pendek, besar atau kecil. Ini mencakup 4 aspek:

·         Proporsi di sebuah bagian,

·         Proporsi antar bagian

·         Proporsi dari keseluruhan desain

·         Dan proporsi pada sebuah gaya berbusana

5.       Irama

Irama (rhytm) pada suatu desain busana merupakan suatu pergerakan yang teratur dari suatu bagian ke bagian lainnya, yang dapat dirasakan dengan penglihatan. Bila pandangan mata pada suatu desain itu teratur, maka gerakan mata yang teratur itulah yang disebut berirama.

Irama terutama sangat diperlukan pada pembuatan desain yang butuh kreasi-kreasi artistik seperti gaun pesta, baju pengantin. Prinsip irama meliputi unsur:

·         Pengulangan (repetition) dalam suatu desain busana merujuk pada penggunaan satu unsur desain yang diterapkan dua kali atau lebih. Ini bisa meliputi garis, bentuk, tekstur, ruang, warna, corak.

·         Irama juga bisa diterapkan dengan penambahan unsur garus dan bentuk sejajar atau parallel.

·         Rangkaian garis renda, lipit atau bentuk geometris juga bisa menampilkan irama berbeda di sebauh desain.

·         Selang-seling atau kombinasi detail sederhana seperti renda, garniture, garis yang slung berlainan.  Meskipun terdapat garis berbeda dalam bentuk yang sama

·         Irama bisa terbentuk dari penggunaan warna-warna gradasi. Dimana proprosi dibuat menggunakan turunan warna dengan tampilan lebih gelap, lebih terang maupun percampuran

·         Radiasi yaitu aksen kerut yang membentuk desain garis seolah memancar dari pusat ke segala arah dan menghasilkan sebuah irama.

6.       Keseimbangan (balance)

Prinsip balance alias keseimbangan merujuk pada sebuah hubungan seimbang antar bagian dalam suatu desain. Sehingga menghasilkan sebuah pola atau susunan yang menarik. jenisnya dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

·         Keseimbangan simetris (formal), yaitu jesamaan antara bagian kiri dan kanan dimana masing-masing punya daya tarik yang sama. Ia memberi tasa tenang, rapi serta memberi kesan abadi (timeless).

·         Keseimbangan asimetris (informal), diciptakan dengan menyusun beberapa objek berbeda tapi tetap berpusat pada satu arus yang sama. Objek diletakkan pada jarak berbeda, menghasilkan keseimbangan yang lebih halus dan menghasilkan lebih banyak variasi dalam susunannya.

Penerapan unsur dan prinsip yang tepat akan menghasilkan sebuah rancangan yang nyaman dan terlihat. Semoga pengetahuan ini bermanfaat, ya! 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait