Mengenal Jaket Shearling dan 3 Bahan Terbaik Untuk Membuatnya

Shearling jacket alias jaket bulu domba merupakan bagian dari sejarah perkembangan fashion di dunia. Jauh sebelum peradaban teknologi, orang-orang memodifikasi bulu domba menjadi baju hangat saat musim dingin.
Namun, karena pengolahannya sangat rumit, harga jaket ini sangat mahal dan hanya mampu dibeli oleh orang kaya atau kaum bangsawan. Sejak saat itulah, pakaian dari bahan bulu domba dianggap sebagai simbol status sosial seseorang. Hingga akhirnya, model baju ini makin populer di panggung hiburan dan peragaan busana.
Disebut ‘shearling’ karena jaket ini terbuat dari kulit domba yang diberi perlakuan khusus Karakternya yang lembut dan menghangatkan memasukkannya ke dalam katalog busana musim dingin yang tidak hanya nyaman tetapi juga terkesan mewah. Seperti apa karakteristiknya? Simak ulasan berikut ini, yuk!
Apa Itu Jaket Shearling?
Istilah “shearling” merujuk pada kulit domba atau anak domba (umur 1-2 tahun) yang baru dicukur dan diolah dengan wol masih menempel. Shearling juga berasal dari domba berumur satu hingga dua tahun yang baru dicukur sekali. Bahan shearling bisa digunakan dalam industri pembuatan mantel, jaket, dan aksesori. Busana shearling memiliki permukaan suede di satu sisi dan permukaan berbulu yang dipotong di sisi lain.

Secara harfiah, shearling jacket adalah jenis jaket dengan ciri khas lapisan bulu di bagian dalam dan kerah. Lapisan bulu tebal ditambahakan pada bagian kerah sedangkan bagian dalam jaket dilapisi bulu yang lebih halus. Biasanya jaket ini terbuat dari kulit, polyester atau katun dan diberi tambahan bulu domba.
Seiring berjalannya waktu, bulu halus yang diaplikasikan pada jaket shearling tidak hanya terbatas pada bulu domba. Melainkan juga bulu-bulu industrial alias bulu sintetis. Shearling jacket dengan lapisan bulu asli umumnya lebih halus dan lembut ketimbang bulu buatan.
Detail kerah yang menghadap keluar dapat mencegah salju dan hujan agar tidak menumpuk di garis leher. Selain tujuan tersebut, jaket shearling mempunyai beberapa keunggulan seperti:
1. Nyaman digunakan
Kombinasi bulu-bulu halus di bagian dalam jaket shearling memberikan sensasi empuk yang nyaman saat dikenakan. Pelapis jaket dari bulu domba yang masih menempel di permukaan kulit menciptakan handfeel lembut dan kenyal.
2. Isolasi termal yang baik
Shearling jacket memberikan isolasi termal yang sangat baik. Tubuh pun akan tetap merasa hangat meski berada di tengah suhu dingin.
3. Cocok untuk musim dingin
Kemampuan baiknya menjaga suhu tubuh menjadikannya pilihan ideal untuk busana musim dingin. Kombinasi bulu dan bahan utama kain denim, kulit atau suede sangat efektif menghalau suhu udara yang rendah.
4. Desain fashionable
Di negara-negara 4 musim, jaket shearling termasuk dalam deretan busana berdesain klasik dan timeless. Detail kerah lebar memberi perlindungan sekaligus gaya klasik yang menonjol dengan look kasual dan trendy. Desain penutup dan panjangnya cukup bervariasi.
Jenis Bahan Jaket Shearling
Awalnya, kebanyakan jaket ini dibuat dari material kulit asli dengan tambahan bulu binatang yang sudah disamak di beberapa bagian. Terutama di bagian kerah dan sisi dalam jaket. Hingga muncul inovasi shearling jacket dari kulit sintetis serta bahan denim yang harganya lebih ramah di kantong.

Dimana masing-masing bahan tersebut menghasilkan karakteristik yang berbeda. Nah, berikut macam bahan jaket shearling serta karakternya:
1. Kulit asli
Shearling jacket berbahan dasar kulit asli terkenal akan kemampuan baiknya dalam melindungi tubuh dari terpaan hujan, angin serta cuaca ekstrim. Terlepas dari fungsi utamanya sebagai penghangat tubuh, tampilan jaket kulit asli juga lebih keren dan elegan.
Permukaan bahan kulit asli umumnya tidak rata, dengan pori-pori yang tidak beraturan dan tidak konsisten. Taksturnya pun sedikit kasar dan berpori di tempat tumbuh bulu. Karakteristik jaket kulit asli juga lebih kuat, sehingga lebih mampu bertahan lama asalkan perawatannya tepat.
Jaket shearling seringkali dibuat dari bahan kulit domba, kambing atau sapi. Karena harus melewati proses pengolahan yang cukup rumit, jaket ini dibanderol dengan harga tinggi. Tampilannya pun terkesan lebih eksklusif.
2. Kulit sintetis
Faux leather alias kulit sintetis adalah jenis kulit tiruan yang diperoleh dari rekayasa kimia. Proses pembuatannya melibatkan material lilin dan pewarna khusus untuk mendapatkan warna serta tekstur yang semirip mungkin dengan kulit asli.
Meskipun kualitasnya jauh berbeda, tapi kulit sintetis tetap perlu dipertimbangkan karena memiliki beberapa kelebihan. Berikut ulasannya:
· Pilihan warna yang lebih beragam
· Jaket kulit sintetis lebih mudah dibersihkan dibandingkan kulit asli
· Warnanya tidak mudah puar meski terkena sinar matahari langsung
· Harganya lebih terjangkau.
3. Kain denim
Bahan denim terkenal mempunyai karakteristik kokoh dan kuat. Kain ini dijumpai dalam beberapa jenis, seperti dry denim dan prewash denim.
· Dry denim belum diproses pencucian (post-treatment), sehingga teksturnya sedikit kasar, cenderung kaku dengan tone warna yang kuat.
· Beda dari prewash denim yang sudah melewati proses pencucian sebelum diwarna. Alhasil sifatnya lebih fleksibel daripada jenis dry denim.
Itulah berbagai karakteristik unggul serta berbagai jenis bahan yang kerap digunakan untuk membuat jaket shearling. Semoga ulasan ini bermanfaat ya!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



