BahanKain.id
BahanKain.id

9 Kesalahan Mencuci Sepatu, Jangan Lakukan Lagi!

BahanKain
9 Kesalahan Mencuci Sepatu, Jangan Lakukan Lagi!

Mencuci adalah salah satu langkah untuk menjaga sepatu agar tetap bersih dan awet. Namun tetap dengan catatan ‘caranya harus benar’. Karena faktanya banyak orang secara tidak sadar melakukan berbagai kesalahan saat mencuci sepatu yang justru membuatnya cepat rusak.

Sebagai pelindung kaki dan pelengkap fashion, kebersihan menjadi aspek penting yang tak boleh diabaikan. Sepatu yang bersih tidak hanya nyaman tetapi juga meningkatkan mood dan rasa percaya diri. Akan tetapi, rumus perawatan yang baik bukan sekedar menjaganya tetap bersih, lho. Melainkan bagaimana sepatu tersebut bisa dipakai dalam jangka waktu yang lebih lama.

Nah, kalau ingin sepatu kesayanganmu tetap awet dan keren, selalu perhatikan apakah teknis perawatannya sudah sesuai dengan care instruction serta karakteristik bahan sepatu itu sendiri. Hindari kesalahan umum yang kerap dilakukan saat melakukan perawatan sepatu, seperti beberapa hal berikut:

1.       Mencuci  sepatu kanvas dan suede dengan deterjen

Kesalahan pertama dan paling sering dilakukan saat mencuci sepatu kanvas dan suede adalah menggunakan deterjen. Meskipun dirancang untuk mengangkat noda dan kotoran, deterjen mengandung bahan kimia aktif yang bersifat keras dan panas.


Sumeber: https://lifestyle.kompas.com/

Efek buruknya memang tidak langsung terlihat. Tapi kalau terus menerus dilakukan maka bahan sepatu akan lebih cepat rusak. Sebaiknya pilih sabun cair yang berformula lembut untuk semua jenis sepatu.

2.       Merendam sepatu

Alih-alih merontokkan kotoran yang menempel, merendam sepatu di dalam air terlalu lama justru dapat merusak lem dan strukturnya. Dampaknya, sol sepatu bisa lebih rentan lepas, bahan kulit pun akan rusak dan mengelupas.

Langkah terbaik yaitu basahi sepatu dengan air mengalur atau celupkan ke dalam ember. Jika tidak terlalu kotor, cukup bersihkan sepatu menggunakan kain lembab atau spons.

3.       Menyikat dengan keras agar bersih

Siapa nih, yang suka menyikat sepatu sekuat tenaga dengan harapan agar cepat bersih? Asal kamu tahu, cara itu tidak dibenarkan dan berpotensi besar merusak bahan sepatu lho. Apalagi kalau dilakukan secara dua arah.

Lebih baik, sikat secara lembut dengan cara memutar layaknya menggosok gigi. Gunakan sikat gigi bekas untuk menjaga bahan sepatu agar tetap mulus.

4.       Menjemur di bawah sinar matahari langsung


Sumber: https://id.pngtree.com/

Panas matahari memang membuat sepatu basah jadi lebih cepat kering. Tapi, menjemurnya langsung di bawah terik matahari juga tidak benar karena akan merusak bahan sepatu.

Papar langsung sinar matahari akan menimbulkan reaksi oksidasi dan menimbulkan efek yellowing. Terutama pada sepatu putih dan warna-warna lain yang cepat memudar. Lebih baik, setelah dicuci cukup angin-anginkan saja di tempat tidak terlalu terpapar panas matahari.

5.       Membungkus sepatu dengan plastik

Meski fleksibel, tapi plastik bukan pembungkus yang baik jika kamu hendak menyimpan sepatu dalam waktu lama. Pasalnya, plastik bisa menghambat pergerakan dan membuat sirkulasi udara menjadi tidak lancar.

Udara yang terperangkan di dalam plastik juga berpotensi menimbulkan kelembaban serta munculnya bau tidak sedap. Boleh-boleh saja menyimpan sepatu di dalam plastik, tapi jangan terlalu lama.

6.       Jarang memakai sepatu

Sumber: https://lifestyle.kompas.com/

Siapa bilang sepatu bakal awet kalau nggak dipakai? Padahal memakainya sampai rusak justru lebih baik ketimbang membiarkannya tersimpan sampai rusak. Yaps, sepatu yang jarang dipakai atau bahkan tidak pernah digunakan sama sekali ternyata juga bisa rusak, lho.

Kenapa? Karena hal itu mengakibatkan lem pada sepatu kering dan membuat solnya merenggang. Faktanya, daya tahan lem khusus yang diaplikasikan untuk merekatkan outsole dan badan sepatu justru lebih baik jika sepatu dipakai sewajarnya.

7.       Terlalu sering atau jarang mencuci

Kurang, tidak baik. Lebih pun juga sama-sama tidak baik. Begitulah dalam mengatur frekuensi pencucian.

Jika terlalu sering dicuci lapisannya akan lebih cepat mengalami pengelupasan dan kerusakan. begitu juga kalau sepatu jarang dicuci. Sementara spatu yang jarang dibersihkan akan membuat kotoran menjadi plak dan akhirnya sulit dibersihkan.


Sumber: https://blog.sneakershoot.id/

Sebaiknya, cuci sepatu satu atau dua minggu sekali. Namun ketika kamu jarang mepakainya maka cukup gunakan tissue basah atau lap khusus sepatu untuk menjaganya tetap bersih dan awet.

8.       Tidak melepas tali dan sol sepatu

Tragedi kehilangan tali atau sol sepatu membuat sebagian orang enggan melepaskannya saat mencuci. Tapi, kebiasaan mencuci sepatu tanpa melepas tali dan insolenya juga tidak dibenarkan lho.

Kenapa? Karena insole dan tali sepatu seringkali menyimpan kotoran, debu dan kelembaban. Jika tidak dibersihkan maka akan muncul bau serta membuat tali menjadi rapuh dan rentan rusak. Proses pembersihannya pun jadi tidak menyeluruh karena kamu tidak bisa menjangkau noda yang mungkin menempel di bagian dalam dan lidah sepatu.

9.       Menggunakan mesin cuci


Sumber: https://aquaelektronik.com/

Kesalahan terakhir adalah mencuci menggunakan mesin cuci. Sebab, siklus pencuciannya bisa merusak struktur dan ketangguhan outsole yang dapat mengurangi konsistensi atau response bantalan. Terutama pada jenis sepatu running. Beberapa foam juga sensitif terhadap air dan suhu tinggi.

Outsole berbahan dasar EVA (karet elastis) yang empuk dan fleksibel harus dicuci secara manual karena air bisa merusak fungsi dari bantalannya. Foam jenis TPU umumnya lebih tahan lama dan tidak menyerap air. Walau begitu, pencucian manual tetaplah jalan terbaik.

Mencuci sepatu memang bukan tugas yang sulit, tetapi perlu sedikit kehati-hatian agar kualitasnya tetap terjaga dan tahan lama. Jangan lagi kamu ulangi kesalahan-kesalahan itu ya!

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait