BahanKain.id
BahanKain.id

Kain Batik Dalam Upacara Kematian

BahanKain
Kain Batik Dalam Upacara Kematian

Kain batik selalu ada dalam setiap daur hidup manusia, mulai dari mengandung, melahirkan hingga kematian. Wastra ini lekat dengan adat istiadat dan nilai-nilai tradisi masyarakat Indonesia dari berbagai daerah. Selain bahan pakaian atau bawahan, kain batik (jarik) juga digunakan sebagai penutup jenazah atau lurup.

Orang zaman dulu selalu menyelipkan pesan-pesan kehidupan di setiap kebiasaan dan apa yang mereka wariskan. Demikian pula tradisi menutup orang meninggal menggunakan kain batik yang erat kaitannya dengan kepercayaan serta tradisi tertentu. Seperti halnya motif dan ornamen hias pada kain tradisional dari masing-masing daerah yang seringkali dipengaruhi oleh sejarah dan kepercayaan masyarakat setempat.


Sumber: https://www.infobatik.com/

Alasan dibalik praktik tersebut cukup beragam, tergantung pada keyakinan. Tapi secara umum berikut beberapa menutup jenazah dengan kain batik atau kain lain:

1.       Penghormatan terhadap Tradisi Budaya

Batik merupakan seni tradisional yang kaya akan nilai budaya dan sejarah. Sehingga, menutup jenazah menggunakan kain batik bisa menjadi salah satu cara untuk melestarikan dan memperlihatkan kebanggaan tersendiri.

2.       Keberkahan atau Perlindungan

Dalam beberapa tradisi, menutup jenazah menggunakan kain betik bertujuan untuk memberkati atau melindungi rohnya selama proses pemakaman dan perjalanan ke kehidupan setelah kematian.

3.       Simbol Kehormatan dan Penghormatan

Menutup jenazah dengan kain batik juga dianggap sebagai lambang penghormatan terakhir bagi orang yang telah meninggal. Hal tersebut menunjukkan bahwa orang yang meninggal dihargai dan dihormati bahkan setelah meninggalkan dunia ini.

Motif Batik Yang Melambangkan Kematian

Kain batik kerap dilembarkan di atas jenazah saat disemayamkan atau dibentangkan untuk melindungi jenazah dan orang-orang yang membantu dalam prosesi memandikan jenazah dan penguburan. Batik menjadi media untuk menyampaikan pesan penghormatan dan penghargaan terhadap nilai-nilai yang diwariskan. Dimana tiap motifnya mewakili fase kehidupan serta makna yang berbeda.


Sumber: https://www.instagram.com/batiknitikwundri/

Pada dasarnya semua motif batik bisa digunakan sebagai penutup jenazah dan bisa dipilih sesuai kesukaan si almarhum. Namun beberapa jenis batik masih selalu diidentikkan dengan kematian. Nah, berikut beberapa motif batik yang punya hubungan dan makna mendalam dalam tradisi upacara kematian:

1.       Motif slobog

Batik slobog adalah batik yang identik dengan kematian karena memiliki makna mendalam dan sering digunakan saat berkabung atau takziah. Batik ini biasanya digunakan untuk menutupi jenazah atau menghadiri acara pemakaman.

Batik slobok mempunyai motif geometris, dengan pola kotak-kotak yang terpotong garis diagonal sehingga terlihat mirip segitiga. Kata “slobog” merupakan istilah dalam bahasa jawa yang berarti “longgar”. Batik ini merupakan simbol pengharapan agar orang yang meninggal diberi kemudahan serta kelancaran dalam perjalanan akhiratnya.

2.       Motif biren

Batik biren beras tompah adalah motif batik asal Madura yang sudah digunakan untuk menutup jenazah secara turun-temurun. Kain batik dengan motif daun biren yang dihiasi dengan ornamen isian beras yang terkesan tumpah.

3.       Motif samage selumbung

Berasal dari Sumatera Selatan, motif batik sabage selumbung secara khusus dipakai pada upacara kematian. Terutama untuk menutup atau menyelubungi tubuh jenazah saat disemayamkan di rumah duka.

4.       Motif sidoluhur

Morif batik sidaluhur biasa dipakai untuk menutupi orang yang sudah meninggal karena makna kata “luhur” yang berarti terhormat. Ini sebagai tanda penghormatan terakhir di kehidupan sebelumnya dan untuk mencapai derajat luhur di akhirat.

5.       Motif sidomukti

Memiliki elemen simbolis berupa burung merak, bunga atau pola candi. Batik sidomukti merefleksikan pengharapan bagi orang yang meninggal agar memperoleh kebahagiaan serta kedamaian di kehidupan berikutnya. Dan keluarga yang ditinggalkan selalu dihinggapi keberuntungan.

6.       Batik Truntum

Batik truntum pola bintang atau bunga kecil yang tersebar merata melambangkan cinta dan penghiburan. Sering digunakan oleh keluarga yang sedang berkabung sebagai ungkapan kasih dan dukungan kepada almarhum.

7.       Batik Kawung

Seseorang yang sudah meninggal juga bisa ditutup menggunakan batik kawung polos. Berarti kembali ke alam asal, melambangkan kemurnian hati dan doa untuk perjalanan jiwa yang tenang. Biasanya dikenakan dalam suasana duka sebagai bentuk penghormatan.

Warna dasar batik dalam suasana kedukaan cenderung gelap, seperti hitam, coklat, atau biru tua. Karena warna-warna tersebut menggambarkan keheningan dan penghormatan. Pemilihan kain batik untuk menutupi orang yang sudah meninggal juga tergantung adat istiadat dan tradisi masing-masing daerah. Semoga bermanfaat ya!

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait