BahanKain.id
BahanKain.id

Penyusutan Kain: Penyebab dan Cara Mencegahnya

BahanKain
Penyusutan Kain: Penyebab dan Cara Mencegahnya

Penyusutan adalah salah satu permasalahan yang kerap dihadapi oleh konsumen ataupun pemilik usaha manufaktur clothing dan pakaian jadi. Faktor ini tak hanya mempengaruhi konsistensi ukuran, kesesuaian dengan tubuh pemakai serta keindahannya. Mekanisme penyusutan kain bisa terjadi selama proses pembuatan, saat mencuci ataupun mengeringkan pakaian.

Tapi, tahukah kamu apa penyebab utamanya? Temukan jawabannya di ulasan berikut ini, yuk!

Faktor Yang Mempengaruhi Penyusutan

Secara harfiah, fabric shrinkage alias penyusutan kain menunjukkan tingkat perubahan panjang maupun lebar kain seperti memendek atau menyempit. Biasanya terjadi setelah pencucian, perendaman, maupun pengeringan. Penyusutan bisa dihitung dalam skala persentase berdasarkan ukuran kain sebelum direndam air dan setelah dikeringkan lagi. 

Sumber: https://paramatex.com/

Hampir semua pakaian akan mengalami penyusutan seiring berjalannya waktu. Jenis kain yang lebih mudah menyerap air cenderung memiliki angka penyusutan tinggi. Hal tersebut dikarenakan kemudahan seratnya mengembang dan benang menjadi tebal.

Tenunan kain yang longgar lebih meregang tapi juga menyusut lebih banyak ketika terkena air, panas, dan agitasi dibandingkan tenunan rapat yang kokoh. Mekanisme pewarnaan atau finishing juga mempengaruhi nilai penyusutan kain.

Baca Juga:
Cara Pengujian Kain Berdasarkan Pengukuran Lebar Kain Dan Penyusutan Kain

Dari ulasan tersebut, bisa disimpulkan bahwa ada beberapa faktor teknis yang mempengaruhi nilai susut kain:

1.       Bahan Baku

Serat secara alami dapat menyerap kelembaban dan memberikan reaksi berbeda saat terpapar panas. Ini adalah faktor terbesar dalam penyusutan kain. Dalam penggunaan normal, kain dengan tingkat penyusutan rendah adalah kain yang terbuat dari serat sintetis dan kain campuran ataupun linen.

Dalam hal ini, bahan linen natural menduduki peringkat satu dalam daftar kain yang paling banyak mengalami penyusutan. Sehingga pencucian suhu tinggi dan deterjen cuci biasa sangat tidak disarankan untuk bahan ini.

Perlu diketahui juga bahwa bahan spandex yang mengandung elastane memiliki tingkat penyusutan lebih tinggi ketimbang jenis kain tanpa campuran spandek.

2.       Struktur kain

Kain rajut lebih rentan susut dari kain tenun. Hal tersebut dikarenakan struktur kain rajut lebih longgar dan fleksibel karena dibuat dengan mengunci simpul-simpulnya. Sedangkan pada kain tenun, benang dijalin pada sudut siku-siku sehingga kostruksinya lebih stabil.

Selain itu, produk tekstil yang ditenun atau dirajut secara longgar cenderung lebih banyak mengalami penyusutan daripada tenunan maupun rajutan yang lebih rapat dan stabil. Kepadatan kain dan ketebalan benang juga bisa mempengaruhi angka susut.

3.       Proses produksi dan finishing

Mekanisme pembuatan kain yang mencakup proses perajutan atau penenunan, pencelupan dan finishing, dapat mempengaruhi nilai susut kain. Pengolahan serat hingga menjadi lembaran kain memberikan banyak tegangan dan gaya mekanis, mulai dari konversi serat menjadi benang melalui pemintalan, lalu benang menjadi kain dengan penenunan maupun perajutan.

Penyebab Penyusutan Pada Kain


Sumber: https://id.darongtester.com/

Penyusutan kain merupakan masalah umum yang bisa memberi dampak signifikan pada kualitas serta kesesuaian ukuran pakaian. Oleh sebab itu, penting untuk memahami hal-hal yang menyebabkan penyusutan kain dan cara mencegahnya.

1.       Peregangan serat sebelum proses tenun

Salah satu penyebab utama penyusutan adalah pelonggaran tegangan yang diberikan pada serat sebelum proses perajutan atau penenunan. Benang diregangkan dan ditahan agar tetap memudahkan pembuatan bentuk serta ukuran yang diinginkan.

Setelah kain dicuci atau terkena panas, serat tersebut mengendur dan kembali ke kondisi alaminya, sehingga ukuran kain menjadi lebih kecil. Persentase penyusutannya bisa bervariasi, tergantung jenis kain, proses pembuatan, dan faktor-faktor lain.

2.       Pembasahan dan pengeringan

Penyusutan kain tidak hanya disebabkan oleh pelepasan tegangan yang diberikan selama proses pembuatan, tetapi juga pembengkakan serat dan benang yang terjadi saat basah. Penataan ulang serat bahan secara internal akan mengakibatkan pemendekan eksternal.

Ketika produk direndam, air berperan sebagai media relaksasi dari semua tekanan ataupun tegangan dan kembali rileks. Namun, beberapa penyusutan sisa tetap ada, bahkan lebih banyak setelah proses finish di tahap garmen. Sehingga menyebabkan deformasi atau perubahan bentuk usai pencucian rumah tangga hingga batas-batas tertentu. Tingkat penyusutan yang tidak normal dianggap sebagai ketidaksesuaian standar atau under quality.

3.       Proses pemotongan

Penyusutan terjadi saat kain “kembali ke bentuk aslinya” setelah diregangkan terlalu kencang selama proses pemotongan di industri garmen. Kain yang menyusut di meja potong bisa menjadi lebih pendek dan lebar dari ukuran awal.

Guna meminimalisir kemungkinan perubahannya, kain yang sudah digelar perlu diistirahatkan selama semalaman sebelum dipotong agar seratnya lebih rileks. Tambahkan sedikit toleransi ukuran pada pola sebagai penyeimbang ketika ukurannya menyusut. Jika pemotongan beberapa lapis kain dilakukan secara bersamaan, pastikan lembaran paling bawah tidak terlalu tertekan agar hasilnya tetap seragam.

Cara Mencegah Penyusutan Kain


Sumber: https://www.kompas.com/

Produsen dapat melakukan beberapa cara untuk mencegah penyusutan kain selama proses produksi, seperti:

·         Finishing sanforizing, dimana kain dipaksa menyusut secara lebar dan atau memanjang. Sehingga kecenderungan susut setelah pencucian lebih minimal.

·         Menggunakan siklus pencucian dan pengeringan dengan suhu rendah

·         Menghindari penggunaan bahan – bahan kimia keras selama produksi

·         Menyimpan kain di tempat yang sejuk dan kering untuk mencegah kelembapan dan paparan sinar matahari secara langsung

Sebagai konsumen, kamu dapat melakukan langkah-langkah berikut untuk mencegah penyusutan kain saat merawat pakaian di rumah:

·         Baca dan ikuti petunjuk label perawatan pada bajumu

·         Cuci dan keringkan pakaian pada suhu rendah

·         Hindari penggunaan air panas

·         Cucilah baju dengan tangan, sebisa mungkin hindari menggunakan mesin cuci

·         Keringkan pakaian dengan cara diangin-anginkan


Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait