BahanKain.id
BahanKain.id

Banjiri Pasar RI, Ini 7 Alasan Dibalik Murahnya Produk Tekstil Impor Dari China

BahanKain
Banjiri Pasar RI, Ini 7 Alasan Dibalik Murahnya Produk Tekstil Impor Dari China

Sejak jaman dulu, Tiongkok dikenal sebagai produsan barang murah dengan kualitas yang bisa diadu. Namun belakangan ini, pergerakan tekstil impor dari China benar-benar tidak terkontrol.  Dominasinya di pasar domestic sudah meluluh lantakkan pasar domestic dan menjadi biang kerok melemahnya industri tekstil nasional.

Selama periode 2019-2023, impor tekstil dan produk tekstil (TPT) dari Negeri Tirai Bambu mengalami peningkatan rata-rata sebesar 2,75 persen setiap tahun. Dan parahnya, tahun 2024 ini nilai impor dari Negara Tirai Bambu sudah menyentuh angka 52,26 miliar dollar AS atau meningkat sebanyak 13,03 persen dari tahun sebelumnya.

Alhasil, produktivitas industri tekstil pun kian menurun dan berimbas pada berbagai aspek. Banyak perusahaan mengurangi kapasitas produksi bahkan menghentikan seluruh operasional mereka karena order yang merosot.

7 Alasan Produk China Harganya Murah

Barang buatan China selalu bisa lebih murah dari dari produksi negara lain karena beberapa hal. Mulai dari kebijakan pemerintah, gaji karyawan, hingga sistem perpajakan.

Produsen Tiongkok juga tak perlu lagi mengeluarkan biaya iklan karena mereka sudah punya banyak hal untuk ditawarkan. Seperti halnya kuantitas, variasi, kualitas, dan yang pasti adalah harga.  Pasar produk China di dalam maupun juga melimpah, baik di dalam maupun luar negeri. 


Sumber: https://ugm.ac.id/

Selain itu, berikut beberapa hal yang menjadi alasan utama kenapa harga produk China bisa sangat murah:

1.       Skala Produksi Besar-besaran

Alasan pertama yang membuat harga produk China dihargai murah adalah produksi secara besar-besaran. Hal ini tentu lebih menghemat biaya karena penggunaan material bahan baku dan kapasitas mesin bisa dioptimalkan. Pabrik di China dapat memesan volume material yang tinggi sehingga harganya ditekan serendah mungkin.

2.       Memakai bahan baku lokal

Terlebih produsen material juga kebanyakan dari China juga. Bahan baku produksi dapat berasal dan diproduksi dari China sendiri jadi perputaran uang untuk produksi terjadi di dalam negeri. Selain itu, dengan cara ini kerusakan alat produksi pun semakin menipis sehingga biaya untuk pemeliharaan  mesin semakin kecil.

3.       Tenaga Kerja Melimpah danUpah Murah

China merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Potensi ini menjadikannya sebagai negara yang memiliki tenaga kerja yang berlimpah. Namun, meskipun begitu ada sisi gelap dibalik banyaknya tenaga kerja ini. Faktanya, upah pekerja China cenderung minim dan tidak ada asuransi bagi tenaga kerjanya.


Sumber: https://apparelresources.com/

Tenaga kerja tergabung dalam ACFTU (All – China Federation of Trade Unions) yang sudah memiliki ratusan juta anggota. Mereka dikendalikan oleh Partai Komunis yang memiliki posisi monopolis, yang tidak ingin ada serikat otonom. Alhasil banyak terjadi ketidakadilan selama bekerja. Kejadian seperti pemecatan hingga penyiksaan jika ada buruh yang protes akan aturan ini seringkali terjadi. Selain itu, karena tidak ada sistem asuransi untuk para buruh yang mengakibatkan para produsen dengan leluasa memaksimalkan pembuatan produk tanpa memenuhi hak diberikan upah yang lebih layak.

4.       Subsidi biaya

Pemerintah China memberikan subsidi kepada produsen. Subsidi ini bisa berupa bantuan finansial, akses ke sumber daya dengan harga yang lebih rendah, atau insentif pajak. Dengan bantuan ini, produsen dapat menurunkan biaya produksi mereka, yang pada akhirnya membuat barang yang mereka produksi menjadi lebih murah.

5.       Dukungan infrastruktur dan hak cipta

China telah berinvestasi besar dalam infrastruktur, termasuk jaringan transportasi dan logistik. Infrastruktur yang baik ini memudahkan dan mempercepat proses produksi dan distribusi barang, yang pada akhirnya dapat menurunkan biaya.

Penegakan hukum hak cipta yang kurang ketat di China, memungkinkan produsen meniru produk populer dengan biaya lebih rendah dan menurunkan harga jual produk.

6.       Ketiadaan biaya ekspor


Sumber: https://shipper.id/

Pemerintah china memberlakukan aturan pajak yang sangat menguntungkan eksportir.  Jika pada umumnya, eksportir yang melakukan ekspor ke negara lain dikenakan biaya untuk transaksi antar negara, maka hal itu tidak berlaku di China. Pemerintah China malah meniadakan biaya ekspor. Seluruh pajak ganda hingga PPN memiliki nominal 0% sehingga hal ini juga yang mampu menekan harga jual produk buatan China. Secara tidak langsung, Pemerintah sangat mendorong ekspor ke luar negeri.

Selain itu, pemerintah China juga mewajibkan perusahaan asing memiliki perusahaan mitra China yang mempertahankan kepemilikan mayoritas, mengambil sebagian besar keuntungan dan memiliki kendali nyata atas perusahaan.

7.       Strategi dumping

Alasan terkait kenapa barang China murah adalah karena mereka melakukan strategi dumping. Yaitu sebuah kebijakan dimana barang diekspor dan dijual di luar negeri dengan harga lebih murah guna menguasai pasar negara tersebut. Sedangkan di pasar lokal China, produk tersebut dijual dengan harga normal bahkan lebih mahal.

Walhasil China bisa menguasai pasar luar negeri dengan harga jauh di bawah normal, mematikan pesaing bisnis dan mengurangi stok produk secara masif. Permintaan impor pun semakin banyak sehingga China untung jauh lebih besar dari kerugian yang mereka tanggung.

Itu dia 7 alasan dibalik harga produk China yang sangat murah. Diantara ketujuh alasan tersebut, strategi dumping lah yang paling mempengaruhi industri tekstil selama beberapa tahun belakangan dan menghancurkan harga pasar.

Dampaknya jelas, produk lokal yang jadi kurang diminati karena harganya jadi kurang bersaing. Padahal kualitasnya setara bahkan bisa jauh lebih baik. 

Sudah saatnya kita sadar, menjadi konsumen yang lebih cerdas. Pilih dan pakailah produk lokal.  

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait