BahanKain.id
BahanKain.id

Sablon Flocking: Kelebihan Dan Kekurangannya

BahanKain
Sablon Flocking: Kelebihan Dan Kekurangannya

Flocking salah satu teknik sablon atau cetak pola yang memberikan efek timbul dan kesan mewah. Mekanisme ini kerap digunakan untuk menyablon jersey sepak bola maupun kaos distro.

Sablon flocking disebut juga velvet printing atau pencetakan beludru karena menghasilkan sebuah detail menonjol mirip tumpukan kain beludru. Proses pengerjaan sablon ini membutuhkan lem khusus yang berfungsi merekatkan material flock pada kaos.

Yuk, mengenal lebih dekat tengang teknik flocking dan mekanisme pembuatannya!

Apa Itu Sablon Flocking?

Secara sederhana, flocking dapat diartikan sebagai metode sablon yang memanfaatkan serat mirip bludru untuk menciptakan efek tertentu pada kaos. Sablon flocking menghasilkan desain yang bervolume, terlihat menonjol serta terasa lembut ketika disentuh.

Menurut sejarahnya, flock sudah digunakan dalam mekanisme sablom di Amerika sejak pertengahan abad ke-20. Sablon ini sering dipakai untuk mencetak nomor punggung pada seragam tim olahraga lokal. Flocking dipilih karena mudah dikenali dan terlihat jelas meski dilihat dari kejauhan.

Jenis dan Pembuatan Flock

Proses pencetakan flock (flock printing) melibatkan penggunaan bahan perekat khusus dan serat monofilament berukuran pendek. Istilah ‘flock’ sendiri merujuk pada material bertekstur halus dalam bentuk serbuk, lembaran maupun sticker. Umumnya terbuat dari pemrosesan serat nilon, rayon atau polyester yang langsung diaplikasikan pada kaos.

Awalnya, flock memanfaatkan serat-serat pendek berukuran sekitar 1 mm yang didapat dari gudang tenun. Namun karena pemanfaatannya kian meluas, kini material tersebut diperoleh dengan cara memotong serat alami atau buatan, seperti katun, rayon, nilon, dan poliester.

·         Katun yang digiling memiliki keuntungan karena biayanya paling rendah dan paling lembut, tetapi memiliki ketahanan abrasi dan keausan paling sedikit.

·         Rayon sedikit lebih baik dalam ketahanan aus dan nilon adalah yang terbaik. Untuk flock yang dipotong, rayon adalah yang paling murah dengan ketahanan aus paling sedikit.

·         Nilon yang dipotong adalah jenis flock terbaik dan menghasilkan rasa yang enak, tetapi juga yang paling mahal.

·         Poliester yang dipotong pada dasarnya digunakan untuk aplikasi industri seperti segel jendela mobil, kotak sarung tangan, dan atap.

Dlihat dari proses pembuatannya, flock dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

·         Flock giling dari katun atau limbah tekstil sintetis, karena digiling panjangnya menjadi tidak seragam.

·         Flock potong yang hanya diproduksi dari serat sintetis filament berkualitas yang bisa diperoleh panjang 0,3-5mm

Setelah pemotongan, flock perlu dibersihkan dari minyak yang terkumpul selama pemrosesan. Serat-serat tersebut diwarnai dan diolah secara kimia agar dapat menerima muatan listrik selama proses flocking. Kemudian, serat dikeringkan lewat mekanisme pemutaran, lalu dimasukkan ke dalam oven hingga kadar air tertentu.

Kelebihan Dan Kekurangan Sablon Flocking

Sablon flocking semakin diminati karena memiliki berbagai keuntungan. Beberapa diantaranya, yaitu:

1.       Tampilan elegan dan berkelas

Cetak desain terlihat lebih elegan karena efek timbul pada permukaan kaos dan tekstur beludru yang lembut. Kaos pun terlihat lebih premium sehingga cocok untuk acara formal, merchandise eksklusif, atau lini fashion limited.

2.       Warna tahan lama

Sablon ini lebih awet dan tak akan mengelupas meski suda dicuci berulang kali. Ketahanan warna serat flock juga sangat baik serta tidak mudah pudar. Itulah kenapa sablon flocking kerap dipilih untuk memproses produk yang mengutamakan kualitas serta durabilitas.

3.       Pilihan warna dan tekstur

Flock tersedia dalam berbagai warna dan ukuran, memungkinkan Anda untuk berkreasi dengan desain unik. Selain itu, beberapa jenis flock juga memiliki efek kilau atau metalik, yang memberikan daya tarik visual tambahan.

Kekurangan Sablon Flocking

Dibalik semua keunggulan tersebut, sablon flocking juga memiliki kekurangan yang perlu pertimbangkan, lho.

1.       Biaya Produksi yang Lebih Tinggi

Proses sablon flocking yang membutuhkan alat khusus dan bahan berkualitas membuat biaya produksinya lebih mahal dibandingkan jenis sablon lainnya. Hal ini dapat menjadi kendala jika Anda memiliki anggaran terbatas.

2.       Tidak Cocok untuk Desain Detail

Sablon flock juga tidak bisa digunakan untuk desain rumit, biasanya jenis sablon ini digunakan saat mencetak tulisan atau logo berukuran besar. Tekstur flock yang tebal membuatnya kurang ideal untuk desain dengan detail kecil atau garis halus.

3.       Perawatan Khusus

Kaos dengan sablon flocking memerlukan perawatan ekstra agar tetap awet. Sebaiknya, kaos ini dicuci secara manual atau menggunakan mode pencucian ringan. Hindari menyetrika langsung pada area sablon untuk mencegah kerusakan.

4.       Tidak Optimal pada Semua Jenis Kain

Sablon flocking bekerja paling baik pada kain dengan permukaan halus, seperti katun combed. Pada kain kasar atau tipis, hasilnya mungkin tidak maksimal dan kurang menarik. Tidak bisa mengaplikasikan banyak warna.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait