BahanKain.id
BahanKain.id

10 Tahapan Proses Pembuatan Batik Bedesan

BahanKain
10 Tahapan Proses Pembuatan Batik Bedesan

Pembuatan kain batik sogan menggunakan teknik bedesan dijuluki sebagai proses ekspress. Hal tersebut dikarenakan metode ini dianggap paling cepat dan praktis, tanpa pekerjaan mengerok atau mbironi yang lazim diterapkan pada proses kerokan. Ongkos produksinya pun disebut-sebut lebih murah dibandingkan proses-proses lainnya.

Namun kelemahannya, proses ini hanya bisa diterapkan pada pembuatan kain batik kasar hingga tingkat sedang. Selain itu, warna wedel yang umumnya biru tua, pada proses ini menjadi hitam akibat tumpangan warna biru dan sogan.

Tahapan Proses Pembuatan Batik Bedesan

Proses bedesan menghasilkan kain batik dengan detail warna yang kaya dan motif. Hasilnya berupa efek gradasi dan warna lebih halus yang sulit diperoleh lewat metode pewarnaan biasa. Teknik bedesan cocok untuk pembuatan batik berdesain kompleks atau corak yang membutuhkan banyak warna.


Berikut alur proses bedesan pada pembuatan kain batik:

1.       Pencucian

Pembuatan batik bedesan diawali dengan mencuci kain putih dengan air bersih untuk menghilangkan kanjian aslinya. Pencucian bisa dilakukan sebelum maupun sesudah kain tersebut dipotong-potong menjadi seukuran kain jarik.

2.       Ngethel/ngloyor

Setelah pencucian biasa, kain perlu dikethel (dicuci) menggunakan minyak kacang dan soda abu agar daya serapnya lebih baik. pengetelan harus dilakkan sebaik mungkin hingga benar-benar masak.

3.       Penganjian

Kain putih yang kethelan-nya sudah masak perlu diberi lapisan kanjian untuk menghalangi penyerapan lilin ke dalam serat kain. Proses kanji tidak boleh terlalu tebal atau terlalu tipis agar tidak mempersulit waktu me-lorod. Selesai nganji, kain harus dijemur hingga benar-benar kering.

4.       Ngemplong

Meski sudah jarang dilakukan, tapi ngemplong sebenarnya termasuk proses yang tak kalah penting dalam pembuatan batik. Kain dari hasil ngemplong akan lebih lemas sehingga memudahkan pekerjaan-pekerjaan selanjutnya.

5.       Ngetrem (mengecap tembokan)

Lanjut ke proses pengecapan yang terbagi menjadi dua tahapan. Beda dari proses-proses lain, pengecapan pertama pada pembuatan batik bedesan menggunakan jenis canting cap tembokan (trem). Artinya, dalam proses bedesan ini bagian yang dikehendaki tetap berwarna putih harus ditutup terlebih dahlulu. Pekerjaan mengecap rembokan alias ngetrem dikerjakan di kedua sisi kain.

6.       Menyoga

Selesai di trem, barulah kain dicelupkan ke dalam larutan pewarna soga (menyoga).  Warna soga bisa didapatkan dari berbagai jenis soga jawa, ergan maupun pewarna sintetis, naftol. Proses menyoga dilakukan hingga warnanya cukup tua, setelah itu kain dicuci bersih. Namun perlu diingat bawah pencuciannya harus dilakukan secara hati-hati untuk menjaga lapisan lilin agar tidak rusak.

7.       Mengecap (nglowong)

Selanjutnya, kain dicap dengan canting cap untuk klowong. Lilin yang digunakan berupa lilin klowong. Tujuan dari proses ini adalah menutup bagian kain yang dikehendaki tetap berwarna sogan.

8.       Medel

Kain yang sudah selesai dicap klowong lalu diproses wedel menggunakan larutan warna nila atau naftol. Medel dimaksudkan untuk mepisi warna soga yang tidak tertutup oleh lilin klowong. Sehingga bagian yang awalnya berwarna bitu tua, berubah menjadi hitam karena tercampur dengan warna soga.

9.       Nglorod

Setelah didapatkan warna yang cukup tua, kain langsung bisa dilorod (mbabar). Dimana kain direndam dalam air panas untuk melarutkan malam. Dari sini akan terlihat lembaran kain batik bermotif indah dengan kombinasi warna putih, hitam dan cokelat sogan.

10.   Pencucian

Tahap paling akhir dari pembuatan kain batik bedesan yaitu mencucinya hingga bersih untuk memastikan tidak ada lagi sisa bahan pewarna maupun lilin batik. Kemudian, kain diangin-anginkan sampai benar-benar kering. Kalau perlu, setrikalah kain tersebut agar tampilannya lebih rapi.

Beda dari proses batik kerokan dan lorodan, batik yang dibuat menggunakan proses bedesan tidak berwarna biru tapi lebih didominasi warna hitam dan coklat. Dilihat dari tahapan alurnya, kita bisa menemukan pembalikan urutan pada mekanisme pengecapan dan pewarnaan. Pada mekanisme bedesan, dilakukan pengecapan tembok dahulu kemudian cap klowong dan menyoga lebih dulu lalu medel.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait