BahanKain.id
BahanKain.id

Mengenal 8 Tahapan Proses Sewing Di Industri Garmen

BahanKain
Mengenal 8 Tahapan Proses Sewing Di Industri Garmen

Nilai sebuah produk pakaian tergantung pada karakteristik bahan serta teknik pembuatan pakaian yang di dalamnya mencakup jaminan mutu (quality control). Setelah tahapan cutting (pemotongan), bahan didistribusikan ke departemen produksi (sewing) untuk proses menjahit. Sewing atau penjahitan adalah tahapan paling krusial dalam industri garmen yang bertanggungjawab menyatukan tiap komponen pakaian menjadi satu produk utuh.

Potongan dari masing-masing bagian busana dirakit oleh operator jahit, dimana setiap operator hanya memproses dan bertanggungjawab pada satu bagian tertentu. Misalnya, operator pertama hanya menjahit bagian kerah, kemudian operator selanjutnya menjahit panel kerah dan seterusnya hingga semua komponen menyatu dengan baik.

8 Tahapan Proses Sewing Di Industri Garmen

Proses sewing melibatkan penjahitan beberapa sub-proses yang saling berkaitan. Mulai dari persiapan komponen, penandaan panel, pelipatan dan pengerpresan, penyusunan hingga pengendalian kualitas. Kesesuaian dan kualitas jahitan sangat menentukan hasil akhir sebuah produk.


Berikut 8 tahapan proses sewing yang dilakukan di industri garmen.

1.       Pemeriksaan komponen

Mekanisme kerja di departemen sewing dimulai dari pengecekan jumlah dan kelengkapan komponen pakaian. Tiap operator jahit harus memastikan jumlah komponen pakaian yang diterima sesuai dengan hasil pemotongan. Tujuannya agar tidak terjadi perbedaan kuantitas antara komponen potongan dan yang akan dijahit. Jika ditemukan perbedaan, operator harus segera melakukan crosscheck di bagian pemotongan agar tidak mempengaruhi kuantitas produk jadi dan target produksi.

2.       Pemeriksaan bundle atau bendel

Berlanjut ke pemeriksaan bundle, dimana operator harus mengecek kembali komponen pakaian yang sudah dibendel berdasarkan urutan pengerjaannya. Pengecekan dilakukan secara menyeluruh, satu per satu komponen.

Tujuannya yaitu untuk memastikan bahwa tidak ada komponen yang tertinggal atau tertukar selama proses produksi. Sehingga tidak mengganggu jalannya produksi dan capaian target harian tiap line.

3.       Layout mesin

Disini mesin ditata, diurutkan dan disetting sesuai urutan proses penjahitan komponen pakaian. Posisi mesin harus diatur secara runtut agar tidak mempengaruhi efisiensi produksi dan pemenuhan target harian.

Setting mesin juga perlu diperhatikan karena mesin dengan fungsi berbeda membutuhkan pengaturan tersendiri. Seperti halnya mesin dengan setting khusus untuk waistband (ban pinggang) dan bottom opening (bukaan bawah) ditempatkan di area berbeda sesuai kebutuhan jenis jahitan di bagian tersebut.

4.       Menjahit komponen pakaian

Setelah pengaturan layout dan setting mesin, barulah operator bisa mulai menjahit komponen pakaian sesuai bagian masing-masing. Tiap operator menyerahkan hasil jahitannya ke Quality Control (QC) Line untuk dilakukan pengecekan kualitas. Disini dicek kesesuaian desain, ukuran dan tampilan jahitan tersebut dengan standar kualitas.

5.       Pengepresan bagian pakaian

Proses pengepresan dilakukan pada bagian-bagian yang membutuhkan lapisan tambahan (interlining) untuk memberi bentuk serta kekuatan. Komponen pakaian seperti kerah, placket lengan, cuff atau manset, dan bagian bahu dipress agar bisa menempel sehingga lebih rapi serta bentuknya tegas. Tahapan ini penting untuk memperkuat bagian tertentu pada pakaian agar tampilannya lebih profesional.

6.       Pre-ironing check

Produk yang hampir jadi akan dicek ulang oleh tim QC Line. Baik dari segi ukuran (measurement), ketepatan desain, dan kualitas pengerjaan (workmanship).

Sebelum diproses di bagian penyetrikaan, QC Line harus memutuskan produk tersebut telah memenuhi standar atau masih berada dalam toleransi kualitas yang dapat diterima. Jika salah satu standar tidak terpenuhi, maka barang tersebut masuk kategori reject dan tidak dilanjutkan ke tahap berikutnya.

7.       Trimming

Seseorang yang bekerja di bagian ini bertugas memotong atau membersihkan sisa benang dan bagian-bagian lain yang tidak diinginkan. Tujuan utama dari proses trimming adalah meningkatkan tampilan akhir pakaian agar terlihat rapi dan bersih. Sebab, sisa-sisa benang bisa memengaruhi nilai jual pakaian

8.       QC Sewing

Tahapan paling akhir dari proses sewing adalah pengecekan kualitas keseluruhan (Quality Control In & End Line). Di tahap ini, pakaian yang sudah selesai maupun sedang dalam proses akan dicek dan dipastikan kesesuaiannya dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari buyer atau pemesan.  Setelah itu, barulah produk tersebut dipindahkan ke bagian finishing. QC disini bertugas memastikan bahwa pakaian siap untuk diproses finishing dan sesuai standar.

Itulah 8 tahapan proses sewing yang diberlakukan di industri garmen, dimana tiap langkahnya sangat menentukan kelancaran produksi serta kualitas akhir dari sebuah produk. Semoga pengetahuan ini bermanfaat ya! 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait