BahanKain.id
BahanKain.id

Pembuatan Batik Sogan Banyumasan Dengan Teknik Lorodan

BahanKain
Pembuatan Batik Sogan Banyumasan Dengan Teknik Lorodan

Pada prinsipnya, proses pembuatan batik tulis menggunakan teknik kesikan atau lorodan hampir sama dengan batik tradisional. Hanya berbeda di proses penghilangan lilin setelah pencelupan warna pertama. Dalam teknik batik lorodan, proses ini dilakukan bersamaan dengan proses nglorod sehingga menghasilkan “kelengan”.

Mekanisme tersebut menggantikan pekerjaan nambahi dan mbironi terutama dalam pembuatan kain batik kerokan. Pada mekanisme lorodan, kain yang sudah diwedel kemudian dilorod. Namun bagian-bagian yang dikehendaki tetap berwarna putih dan biru, kembali ditutup menggunakan lilin batik. Bisa memakai canting tulis maupun canting cap. Proses penutupan ini dikenal dengan istilah, merining, kesikan atau ngesik.


Sumber: https://beritabatik.wordpress.com/

Berikut mekanisme pembuatan batik sogan banyumasan dengan teknik lorodan ini meliputi beberapa langkah, yaitu:

1.       Pencucian

Pertama-tama, kain mori yang hendak dibatik dicuci untuk membuang kanjian aslinya. Kain bisa dipotong sesuai kebutuhan jika tempat pencuciannya tidak memungkinkan.

2.       Mengetel

Selanjutnya, kain dikethel menggunakan minyak secang dan larutan abu merang atau soda kaustik. Tujuan dari mekanisme ini yaitu agar daya serap kain mori jadi lebih maksimal walaupun kekuatan kainnya sedikit menurun. Layaknya proses finish mercerized, mori yang sudah dikethel akan memiliki permukaan agak mengkilat dan warna lebih terang.

Namun, mori yang diperjual belikan saat ini umumnya sudah siap untuk dibatik (ready for dye) karena finishing mercerized.

3.       Menganji

Kain putih yang sudah dimasak perlu diberi kanjian tipis menggunakan tepung tapioka guna menghindari teresapnya lilin ke dalam serat. Yang pada akhirnya bisa menyebabkan kesulitan saat proses nglorod.

4.       Ngemplong

Setelah dikanji dan setengah kering, kain dikemplong agar permukaannya lebih rata dan halus guna memudahkan proses pembatikan. Kebanyakan pengusaha batik melewatkan proses ini karena dianggap menyita waktu. Padahal batik menggunakan kain mori yang sudah dikemplong hasilnya akan lebih baik.

5.       Nyanting/ngecap

Kain yang sudah dikemplong dan benar-benar kering bisa langsung digambar pola lalu dicanting atau cap. Pastikan sifat lilinnya cukup ulet agar bisa melekat kuat dan tidak retak di perlakuan-perlakuan berikutnya. Proses ini dikerjakan pada dua sisi kain (ngrengreng dan nerusi)

6.       Medel

Berlanjut ke proses wedel dimana kain dicelupkan dalam larutan warna yang menjadi latar motif batik. Selain nila, batik  model banyumasan banyak yang dikerjakan dengan cat Naptol karena lebih cepat dan hasil warnanya cukup baik.

7.       Nglorod

Setelah warna kain cukup rata, sisa wedel dicuci lalu dikebyok (dilorod) dengan cara memasukkannya ke dalam air mendidih. Sehingga didapatkan kain berwarna biru tua dan putih yang disebut dengan istilah kain kelengan. Langkah ini menggantikan proses pengerokan pada patik kerok.

8.       Nganji dan ngemplong

Kain kalengan tersebut perlu dikanji dan dikemplong ulang karena akan dibatik lagi.

9.       Merining

Bagian tembikan yang menjadi putih kemudian mulai ditutup sekaligus melakukan proses mbironi. Kadang proses merining tidak dilakukan secara penuh dan menyisakan sebagian kecil.

10.   Nyoga

Selesai di-rining dan di-bironi, kemudian kain dicelupkan dalam larutan berwarna coklat atau dikenal sebagai soga. Jenis soga yang umum diaplikasikan pada batik banyumasan umumnya berwarna cokelat kekuningan (mboto kekuningan).

11.   Nglorod

Terakhir, kain diproses lorod dengan air panas untuk menghilangkan semua lilin yang melekat.

Itu dia step by step pembuatan batik banyumasan dengan teknik tradisional lorodan yang menghasilkan sebuah detail khas. Praktik batik lorodan makin jarang ditemukan karena prosesnya cukup menyita waktu. Semoga bermanfaat dan memperluas wawasan mu ya!

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait