BahanKain.id
BahanKain.id

10 Rahasia Membuat Tie Dye, Anti Gagal!

BahanKain
10 Rahasia Membuat Tie Dye, Anti Gagal!

Dibandingkan teknik pewarnaan lainnya, tie dye merupakan salah satu metode pewarnaan yang paling mudah. Namun, banyak orang merasa kurang puas dengan hasil harya mereka. Entah intensitas warna yang kurang tajam atau justru memudar begitu dibilas pertama kali. 

Terlihat sederhana, tapi membuat kreasi tie dye memang cukup tricky alias gampang-gampang susah. Ada beberapa langkah yang perlu kamu lakukan untuk mendapatkan hasil sempurna dan anti gagal. 

Apa sajakah itu? Simak ulasannya, yuk!

10 Rahasia Membuat Tie Dye

Dikutip dari laman craftchica.com, berikut 10 tips rahasia membuat tie dye yang perlu kamu tahu!

1.       Pemilihan kain

Langkah awal yang paling penting dalam membuat karya tie dye adalah memilih kain yang tepat. Untuk hasil terbaik, pilih yang 100% serat alami katun, linen, rayon, bambu, atau sutra. Kalaupun campuran, pastikan komposisi serat alaminya 90% atau lebih mendominasi. Hindari persentase serat alami dan sintetis 50/50 karena hasil warnanya tidak terlalu cerah.


Sumber: https://pewarnatekstil.com/

Jika kamu masih awam, ada baiknya memulai sejarah tie dyemu menggunakan kaos katun. Tie-dye tidak bisa diaplikasikan pada bahan poliester, lycra, spandeks, serta kain sintetis lain. Sedangkan hasil terbaik pada kain sutra, rayon, dan katun tipis.

2.       Siapkan area kerja

Selain memilih bahan, kamu juga perlu meniapkan sarung tangan dan menyisihkan area kerja yang luas untuk membuat tie-dye dan mendiamkannya hingga kering. Setidaknya, butuh waktu enam jam agar pewarna mengering secara sempurna. Lapisi permukaannya dengan kantong sampah, taplak meja plastik atau kertas daur ulang seperti kertas kado, koran serta bahan lain.

3.       Alat pendukung

Proses pewarnaan tie dye akan lebih mudah dan mendapat hasil yang memuaskan jika dilakukan di atas besi panggangan atau nampan pendingin kue dengan bentangan besi peniris. Sehingga pewarna berlebih dapat menetes dan tidak menggenang. Ini mencegah pewarna menyebar ke area yang tidak inginkan.


Sumber: https://bogoronline.com/

Siapkan juga capitan yang kokoh untuk mengambil proyek dan membaliknya secara hati-hati saat hendak mewarnai sisi belakangnya. Jangan lupa, botol pencet guna memudahkan pewarnaan.

4.       Cuci dulu baju atau kainmu

Sebelum memulai proyek tie dye, cuci dulu baju atau kainmu agar kanjiannya luntur dan seratnya melemas. Mewarnai kemeja tanpa mencucinya terlebih dahulu dapat menggagalkan DIY tie dye dan membuat warnanya luntur seketika.

Cuci dengan air biasa, lalu angkat, kibaskan, dan kamu bisa memulainya. Tingkat kelembapan sempurna juga bisa membasahi kain dengan botol semprot.

5.       Kain lembab atau kain basah

Tahukah bahwa perbedaan hasil tie dye tergantung seberapa basah kain? Ya, selain jenis kain, kandungan air pada bahan juga sangat mempengaruhi keberhasilan tie dye.


Kalau ingin warnanya bagus dengan garis-garis yang tajam, pastikan kain dalam kondisi kering. Namun untuk mengerjakan kain yang tebal, kain yang basah justu memungkinkan pewarna meresap lebih dalam. Jika mewarnainya dalam kondisi kering maka akan banyak area putih (tidak menyerap warna). Jalan terbaik adalah mulai dari kain basah dan semprotkan air untuk menjaganya tetap lembap saat penambahan warna.

Jangan sampai basah kuyup karena pewarna akan menyebar terlalu banyak dan luntur ke area lain. Zat warna pun jadi makin encer dan hasil akhirnya tak secerah yang diharapan.

6.       Bisa gunakan karet, tapi Tali pengikat lebih baik

Mengikat pola tie dye dengan karet gelang memang cocok untuk pemula. Tapi setelahnya, akan lebih baik jika menggunakan tali pengikat.  Garis polanya menjadi rapi dan lebih mudah dilepas pasang. Sehingga lebih mudah memodifikasi teknik tie-dye lain seperti melipat kain, melilitkannya dengan tali, atau menggunakan jepitan jemuran.

7.       Pakailah sarung tangan

Gunakan sarung tangan plastik, bilas setelah digunakan pada satu jenis warna guna mencegah kontaminasi silang. Juga siapkan sepasang sarung tangan cadangan. Pakailah apron atau pelindung badan untuk menjaga kulit agar tidak terkena pewarna. Karna sifat pewarna tekstil cenderung permanen dan tidak akan hilang.

8.       Beri jarak dan susun rapi

Kain basah atau lembab memungkinkan penyebaran warna. Jadi, ingatlah untuk memberi sedikit jarak di antara warna saat proses menuangkan pewarna.


Sumber: https://www.cleanipedia.com/

Jangan terlalu banyak, mungkin sekitar satu sentimeter atau jarak karet gelang sudah sempurna. Hal ini juga tergantung jenis dan ketebalan kain. Warna dapat menyebar lebih cepat dan luas pada syal sutra dibandingkan totebag kanvas.

Usahakan juga untuk membuat lipatan yang rapi, entah itu lipatan melingkar, lipatan akordeon, atau lipatan kusut. Ini akan mencegah munculnya gumpalan warna. Karena keindahan teknik tie-dye adalah efek dari lipatan. Pastikan lipatannya tajam dan rata. Lipat kaus yang basah lalu gunakan karet gelang atau penjepit supaya tetap kencang.

9.       Tutup agar pewarna lebih menempel

Panas dapat membantu pewarna menempel lebih cepat dan kuat. Tutup atau bungkus kain yang sudah diwarnai dengan plastik. Tak perlu terlalu ketat, sedang saja saja tapi cukup menutupi semua permukaannya. Langkah ini juga dapat mencegah kotoran atau kontaminasi lain

Biasanya petunjuk pada kemasan pewarna bubuk yang dicampur dengan air, harus memasukkan bagian yang diwarnai ke dalam kantong. Tujuannya yaitu memastikan konsentrasi warna yang lebih maksimal. Biasanya butuh waktu sekitar enam jam untuk mengaktifkan seluruh pigmen warna sebelum nonaktis.

10.   Cara membilas dan mencuci

Untuk pencucian pertama, kenakan sarung tangan dan bawa proyek ke wastafel. Sebelum melepaskan ikatan, bilaslah air hangat atau dingin. Cara ini dapat membantu agar hasilnya tidak terlalu berantakan.

Setelah itu, barulah lepaskan tali ikatan, lembarkan pakaian dan bilas sampai air bilasannya jernih. Masukkan ke dalam mesin cuci bersama sehelai pakaian bekas untuk memaksimalkan penyerapan sisa zat pewarna. Gunakan air dingin, tunggu hingga prosesnya selesai lalu angina-anginkan hingga kering.

Itu dia 10 tips yang bisa membantumu membuat tie-dye anti-gagal. Tertarik untuk mencobanya? Nah, beli kainnya di BahanKain.id aja. 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait