Mengenal Jenis-jenis Tali Makrame dan Tips Memilihnya

Macrame adalah seni membuat kreasi kerajinan tangan menggunakan tali sebagai mediumnya. DIY makrame sudah menguasai tren dan menghasilkan beragam produk dekoratif seperti hiasan dinding, gantungan pot, tas hingga aksesoris fashion. Sebagai bahan utama, pemilihan tali atau benang menjadi elemen terpenting dalam seni mecrame. Karena tiap jenis benang bisa memberikan look, tekstur, kekuatan serta hasil akhir yang berbeda.
Tali makrame dapat dibedakan menurut bahan serta bentuk lilitan. Banyak pemula pun dibuat dilema saat memilihnya. So, ada baiknya mengenali jenis-jenis tali makrame serta tips memilihnya.
Tips Memilih Tali Makrame
1. Komposisi Material
Tali makrame berasal dari beragam bahan, mulai dari cotton, nylon, tali rami, polyester, kulit, hingga linen.
- Tali Katun
Tali katun berwarna putih dan memiliki tekstur yang kasar. Mengutip buku Pendidikan Keterampilan, meski terbilang cukup lentur, tali katun sangat kuat sehingga dapat dibuat beberapa bentuk simpul untuk menghasilkan makrame yang bagus.
- Tali Linen
Tali linen kuat dan halus serta dapat memberikan visualisasi yang indah pada makrame. Ada berbagai macam warna yang dapat menjadi pilihan, mulai dari warna-warna lembut sampai warna terang, seperti merah, biru, dan kuning.
- Tali Acrylic
Tali acrylic merupakan tali yang seratnya sangat halus. Itu sebabnya, jenis tali ini sangat cocok digunakan untuk busana yang dibuat dengan teknik makrame.
- Tali Jute
Warna makrame yang dihasilkan dari tali jute cenderung tidak terang atau suram. Teksturnya juga sangat kasar sehingga tidak cocok digunakan untuk produk seni makrame yang memiliki fungsi pakai. Jenis tali ini biasanya digunakan untuk benda hias.
- Tali Nylon
Tali nylon memiliki sifat seperti sutra, baik dari segi visual maupun teksturnya. Tali ini terlihat sangat indah, tetapi cenderung licin untuk disimpul. Ujung-ujung talinya akan menjuntai dan mudah terlepas dari pilinannya.
Buat kamu yang masih pemula, disarankan untuk memilih tali makrame berbahan nylon karena mudah untuk diurai ulang ketika melakukan kesalahan.
2. Lilitan Tali
Terdapat tiga jenis lilitan tali makrame, yaitu lilitan berkepang, tiga lilitan, dan satu lilitan. Tali makrame lilitan berkepang adalah tali yang berbentuk kepang yang cukup banyak. Tali makrame tiga lilitan adalah tali yang terdiri dari tiga lilitan yang dililit lagi hingga menjadi satu kesatuan. Tali ini kerap digunakan di kapal-kapal laut. Tali satu lilitan terdiri dari benang-benang yang dililit menjadi sebuah tali.
Jika kamu ingin membuat jumbai atau tassel, kamu bisa mengurai tali-tali tersebut dengan menyisirnya. Sebagai saran, ada baiknya bila kamu memakai lilitan yang berkepang. Meski sulit untuk diurai, kamu akan mendapatkan jumbai yang lebih bagus. Atau mungkin kamu tidak mau membuat jumbai, kamu bisa mencelupkan benangmu ke dalam lilin yang sudah mencair untuk mencegah tali mengurai dengan sendirinya.
3. Kekuatan Tali
Banyak dekorasi yang bisa dibuat menggunakan tali makrame, seperti gantungan pot bunga, alas tidur, dream catcher, gantungan, tirai, hingga penyangga rak buku. Khusus dekorasi yang berfungsi menopang barang, diperlukan tali makrame yang kuat. Kamu bisa menggunakan tali berbahan kulit, nylon, dan rami.
Selain itu, struktur tali juga mempengaruhi kekuatan tali makrame yang dipakai. Biasanya, tali yang kaku cukup kuat untuk menopang beban di atasnya. Tali lilitan berkepang cukup kaku dan kuat. Sama halnya dengan tali tiga lilitan. Hasilnya pun lebih berstruktur dan terlihat jelas nan rapi.
Meski begitu, keduanya kurang fleksibel sehingga mungkin kamu akan kesulitan saat ingin memutar atau membuat simpul tali sesuai pola makrame yang ada. Lain halnya dengan tali satu lilitan. Tali ini mudah untuk diputar-putar dan dibuat jumbai. Meski begitu, kekuatannya kurang baik dan hasil akhirnya terlihat kurang jelas dan berantakan.
4. Ukuran Tali
Satuan ukuran diameter yang dipakai adalah milimeter (mm). Dalam memilih tali makrame, kamu harus memperkirakan tebal tipisnya benang. Jika kamu ingin menghias dekorasi makramemu dengan manik-manik atau kancing, kamu harus memilih diameter tali yang besar. Biasanya, tali yang berukuran lebih dari 4 mm membutuhkan hiasan yang lebih besar.
Selain diameter, kamu juga harus memperkirakan panjang tali. Sesuaikan panjang tali makrame pilihanmu dengan dekorasi makrame yang akan kamu buat. Ingat, lebih baik kamu memiliki panjang tali yang berlebih agar bisa kamu gunakan di projek makrame selanjutnya.
5. Tekstur Tali
Hal terakhir yang kamu perlu perhatikan adalah tekstur tali makrame. Di antara banyaknya jenis dan tipe tali, ada beberapa yang bertekstur kasar dan tidak baik bagi kulitmu. Untuk dekorasi makrame yang hasilnya langsung bersentuhan dengan kulit seperti sarung bantal dan alas tidur, kamu bisa menggunakan tali berbahan nylon, sutera, rayon, katun, satin, dan kulit. Di sisi lain, kamu bisa menggunakan tali berbahan apapun untuk dekorasi yang dipajang seperi hiasan dinding, dream catcher, tirai, dan gantungan pot atau buku.
Itulah beberapa tips yang bisa digunakan sebagai acuan saat memilih tali makrame. Sebenarnya, pemilihan bahan makrame ini tergantung pada desain dan jenis produk yang hendak dibuat. Apakah hanya untuk menghiasi ruangan, kerap bersentuhan dengan kulit, ataukah untuk menopang sesuatu. Semua kembali pada penggunaannya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



