BahanKain.id
BahanKain.id

9 Tahapan Proses Pembuatan Kain Batik Tradisional

BahanKain
9 Tahapan Proses Pembuatan Kain Batik Tradisional

Keistimewaan kain batik bukan hanya dilihat dari keindahan motifnya tetapi juga tahapan proses pembuatannya. Jauh sebelum era modernisasi, pengrajin masih menggunakan cara-cara tradisional untuk membuat kain batik. Setiap proses serta detailnya begitu diperhatikan dan mengikuti pedoman yang sudah ada. Itulah kenapa pembuatan batik zaman dulu memakan waktu hingga berbulan-bulan lamanya.

Seiring perkembangan teknologi, banyak pengrajin beralih ke cara modern yang dinilai lebih praktis dan cepat. Dari situlah kain batik dibedakan menjadi dua jenis yaitu batik tradisional dan batik modern.

·         Batik tradisional adalah jenis kain batik yang susunan motif dan cara pembuatannya terikat pada pakem (aturan) tradisional.

·         Sedangkan batik modern mempunyai motif dan proses pembuatannya lebih bebas dan tidak terikat.

9 Tahapan Proses Pembuatan Kain Batik Tradisional

Pada prinsipnya, batik tradisional dibuat dengan teknik perintang warna menggunakan lilin cair (malam batik) untuk menggambar pola di atas kain. Prosesnya sendiri dimulai dari tahap persiapan yaitu mempersiapkan kain katun putihan yang dikenal sebagai kain mori.


Sumber: https://www.goodnewsfromindonesia.id/

Berikut uraian dari setiap tahapan prosesnya:

1.       Nganji

Meski sudah diproses finish, kain mori batik umumnya masih memiliki lapisan kanji tebal yang dapat menghalangi penyerapan warna. Kanji tersebut perlu dihilangkan lalu diganti dengan layer yang lebih tipis. Tahapan ini disebut Nganji (mencuci).

Disini, kain mori dicuci hingga kanjian aslinya benar-benar hilang. Setelah itu, kain melewati proses pengeloyoran atau pelapisan kanji baru (berupa minyak jarak atau minyak kacang yang sudah ada di abu merang). Lapisan kanjian ini tidak boleh terlalu tebal ataupun tipis karena kanjian yang ketebalan membuat malam melekat kurang baik. Sebaliknya, malam akan ‘mbobor’ dan sulit dihilangkan jika kanjiannya ketipisan.

Namun, mori berkualitas tinggi (primissima) tidak membutuhkan proses nganji karena ketebalan kanjinya sudah memenuhi syarat.

2.       Ngemplong

Ngemplong adalah proses memukul gulungan kain mori agar menjadi lemas dan licin. Proses kemplong biasanya hanya diberlakukan pada kain mori halus. Sedangkan jenis mori biru untuk batik cap bisa langsung digunakan tanpa penanganan awal apapun.

Pada tahapan ini, kain mori dipukul menggunakan palu kayu besar untuk menghaluskan permukaannya. Kain yang sudah dikemplong akan lebih mudah dibatik. Hasil akhirnya pun menjadi lebih bagus.

3.       Nglowong

Setelah dikemplong, kain mori pun siap untuk memasuki alur proses pembuatan kain batik. Yang dimulai dari pelekatan malam atau Nglowong.

Nglowong adalah proses pencetakan pola motif dengan cara menerapkan lilin batik menggunakan canting di permukaan kain mori. Nglowong pada satu sisi kain disebut ngrengreng, sedangkan proses nyanting di sebaliknya disebut nerusi.

4.       Nembok

Setelah kerangka motif terbentuk, bagian-bagian lain yang dikehendaki tetap berwarna putih harus ditutup menggunakan malam. Lapisan lilin tersebut ibaratkan sebuah tembok atau perintang yang menahan zar warna agar tidak terserap ke serat kain. Dan proses ini disebut Nembok.

Jika tembokannya kurang kuat, bagian batik yang seharusnya berwarna putih akan memperlihatkan bercak warna dan mengurangi keindahannya.

5.       Medel

Berlanjut ke tahapan medel, yaitu proses pencelupan kain yang sudah dibatik ke larutan pewarna untuk memberikan warna dasar kain. Dalam pembuatan batik tradisional, warna yang digunakan adalah biru tua. Sedangkan batik modern bisa dicelup warna apapun karena tidak ada aturan maupun tradisi.

6.       Ngerok

Tahapan selanjutnya yaitu menghilangkan lilin batik di bagian-bagian tertentu dengan cara dikerok (Ngerok) menggunakan lempengan logam atau plat kaleng yang dilengkungkan (cawuk). Setelah itu, kain dibilas hingga bersih dan diangin-anginkan. Bagian mengelupas tersebut nantinya akan diberi warna.  

7.       Mbironi

Mbironi adalah proses menutupi warna biru dan isen-isen pola yang berupa cecek atau titik menggunakan lilin batik. Pada tahapan ini, bagian yang ingin tetap diwarnai biru perlu ditutup dengan malam. Proses mbironi dilakukan pada dua sisi kain menggunakan canting.

8.       Menyoga

Setelah mbironi, kain dimasukkan ke larutan warna soga (pencelupan kedua) untuk mendapatkan warna coklat. Istilah menyoga berasal dari kata ‘soga’, yaitu kayu penghasil warna cokelat yang khas.

Proses ini cukup memakan waktu karena seringkali harus dilakukan berulang-ulang.

9.       Nglorod

Nglorod merupakan tahapan paling akhir dalam pembuatan kain batik tulis atau cap secara tradisional. Di tahap ini, seluruh lilin batik dilepaskan dengan cara memasukkan kain ke dalam panci berisi air mendidih.

Setelah diangkat, kain dibilas hingga bersi lalu diangin-anginkan hingga kering.

Itu dia 9 tahapan penting pembuatan kain batik tradisional. Prosesnya memang cukup lama dan bisa melibatkan banyak orang. Jadi, sangat wajar jika sehelai kain batik tulis dibanderol dengan harga tinggi. Apalagi yang warnanya beragam. Semoga bermanfaat ya!

Butuh kain putihan atau mori untuk bahan batik? BahanKain.id siap membantu Anda. Kami menyediakan beberapa opsi kain alami yang biasa digunakan dalam pembuatan kain batik. Mulai dari bahan katun (mori biru, mori prima dan mori primis) hingga kain sutra super yang mewah dan eksklusif.

Khusus untuk batik tulis, Anda bisa menggunakan kain-kain berkonstruksti tinggi dan memiliki handfeel halus seperti kain prima sanforis, primis cap bedhaya ataupun primis saron. Atau cek pilihan kain lainnya di kategori Produk Kain Mori kami.

Hubungi Customer Service kami untuk detail produk, pemesanan serta info lainnya.

Bisa juga kunjungi dan belanja via online store kami yang ada di Shopee dan Tokopedia. 

SHOPEE

TOKOPEDIA  

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait