BahanKain.id
BahanKain.id

Sama-sama Dukung Aktivitas Outdoor, Ini Perbedaan Jaket Softshell Dan Hardshell

BahanKain
Sama-sama Dukung Aktivitas Outdoor, Ini Perbedaan Jaket Softshell Dan Hardshell

Jaket hardshell dan softshell bukan lagi nama baru dalam pilihan outfit pendakian. Yups, dua model baju ini memang dirancang khusus untuk aktvitas di luar ruangan sehingga kerap dipilih oleh mereka yang hobi mendaki atau berpetualang di alam bebas.

Meski demikian, jaket softshell maupun hardshell tetaplah model jaket yang berbeda. Namun, masih banyak pendaki pemula masih belum tahu definisi serta fungsi masing-masing jaket tersebut.

Nah, buat kamu yang masih bingung memilih apakah jaket softsheel ataukah hardshell, simak dulu ulasan berikut ini, yuk!

Perbedaan Jaket Hardshell Dan Softshell

Sesuai namanya, hardshell adalah jenis jaket yang permukaan kainnya bertekstur keras mirip cangkang. Biasanya dibuat dari bahan Gore-Tex yang breathable dan waterproof. Jaket ini mulai populer pada tahun 1980-an ketika banyak produsen kain mengembangkan kain tahan air namun tetap breathable.

Awalnya istilah ‘hardshell’ digunakan untuk menyebut semua jenis jaket tahan air yang bersirkulasi baik. Lain halnya dengan saat ini, dimana ‘hardshell’ lebih umum digunakan untuk menyebut jaket outdoor berkelas atas yang pricey.


Sumber: https://www.fieldmag.com/

Disisi lain, jaket softshell merujuk pada jenis jaket yang permukaan kainnnya terasa lembut, fleksibel dan anti air. Sifatnya breathable juga lebih mendukung kenyamanan gerakan sehingga cocok untuk aktivitas trekking, hiking maupun bersepeda.

Jaket softsheel dan hardshell bisa dipakai bersamaan ketika menghadapu cuaca sangat ekstrem. Seperti di daerah kutub atau badai di pegunungan.

Pada dasarnya, jaket softshell dan hardshell merupakan dua jenis jaket yang masing-masing dirancang untuk kondisi cuaca tertentu. Namun, terlepas dari fakta tersebut, berikut beberapa hal yang membedakan antara jaket hardshell dan softshell:

1.       Material dan konstruksi

Fleksibilitas desain softshell didukung dengan penggunaan material kain yang ringan, elastis dan cukup tahan air seperti campuran polyester atau nylon dan spandeks. Umumnya juga dilengkapi lapisan insulasi berupa kain fleece di bagian dalam.


Sementara itu, bagian luar jaket hardshell biasanya memiliki fitur tahan air dan angin karena penggunaan membrane laminasi atau kain nylon berkerapatan tinggi yang diberi coating khusus. Lapisan tersebut bertujuan memberi perlinfungan eksternal yang lebih optimal di segala kondisi cuaca.

2.       Kegunaan

Mengingat karakter bahannya yang fleksibel, softshell jacket bisa menjadi pilihan ideal untuk melakukan aktivitas fisik yang membutuhkan gerakan-gerakan dinamis seperti hiking, climbing dan bersepeda. Jaket ini juga cocok digunakan sat musim kemarau karena sifatnya cukup breathable.

Lain halnya dengan hardshell jacket yang dirancang khusus untuk cuaca ekstrem seperti hujan lebat, salju dan badai atau angina kencang. Ideal dipakai saat melakukan pendakian di gunung-gunung tertinggi maupun area kutub yang sangat dingin.

3.       Ketahanan terhadap air dan angin

Jaket Softshell hanya dibekali fitur water-resistant, sifatnya sekedar tahan terhadap percikan air, gerimis dan cuaca yang tidak terlalu basah. Perlindungan anginnya juga terbatas karena jaket softshell memang lebih fokus pada kenyamanan dan fleksibilitas gerak.

Disisi lain, hardshell jacket justru sepenuhnya waterproof dan windproof. Hal itulah yang menjadikannya garda terdepan untuk melawan hijan deras, angin kencang serta cuaca ekstrem. Ia mampu memberikan perlindungan maksimal di tengah badai, hujan deras, serta hembusan angin pegunungan yang sangat dingin.

4.       Permeabilitas udara (breathability)

Softshell unggul dalam hal permeabilitas udara karena ringan dan desainnya lebih terbuka. Detail ini mendukung proses pelepasan panas serta kelembaban dari tubuh selama berlari, mendaki, maupun aktivitas fisik lain. Dengan sirkulasi yang baik, tubuh akan tetap merasa nyaman meskipun melakukan intensitas gerakan tinggi. 

Sebaliknya, kemampuan breathability jaket hardshell sangat terbatas. Walaupun ada teknologi modern yang memungkinkan lapisan membran tetap bisa bernafas seperti GORE-TEX Active atau eVent. Akan tetapi, kemampuan bersirkulasi jaket ini jauh di bawah softshell.

Itulah kenapa hardshell diberi ventilasi tambahan berupa pit zips (resleting di bagian bawah lengan) guna memenuhi kebutuhan aliran udara.

5.       Kenyamanan dan insulasi

Softshell mempunyai lapisan insulasi berupa kain fleece atau bahan lain untuk memberi sedikit kehangatan. Alhasil, bagian dalam jaket ini terasa lembut dan teteap nyaman meski dipakai dalam waktu lama

Beda dari hardshell yang tidak mempunyai insulasi karena lebih fokus pada perlindungan cuaca daripada pengaturan suhu atau mempertahankan panas tubuh. Oleh sebab itu, pemakaian hardshell saat cuaca dingin ekstrim harus bersama dengan lapisan insulasi lain seperti jaket down atau puffer jacket.

6.       Durabilitas

Jaket softshell relatif tahan lama, meskipun perlindungan terhadap abrasi atau goresannya memang tidak sekuat hardshell. Softshell lebih cepat rusak ketika digunakan di medan kasar atau membawa ransel berat.

Sedangkan hardshell dirancang sedemikian rupa agar mampu bertahan dalam kondisi ekstrem. Konstruksinya pun sangat rapat dan kuat guna mendukung ketahanan terhadap goresan, abrasi, dan kerusakan lain akibat medan yang sulit.

Intinya, softshell adalah pilihan lebih baik untuk kenyamanan dan aktivitas dengan mobilitas tinggi tapi dalam kondisi cuaca yang tidak terlalu ekstrem. Sementara hardshell bisa memberi perlindungan optimal untuk di tengah cuaca buruk namun desainnya memang kurang kompatibel. 

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait